Kamis, 21 Februari 2013

Analisis Basis Data.

Rabu : 21 februari 2013 Nama : NOPEMBERIANUS LAHAGU Nim : A2.1100182 __________________________________________________________________ Basis Data Penting……………!!! Mau tau yok belajar………….!!! Basis Data…………………….yes ** ANALISIS ASPEK-ASPEK KUALITAS SCHEMA DATABASE ** PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi-komputer saat ini sudah mencapai pada tahap di mana ukurannya semakin kecil, kecepatannya semakin tinggi, namun harganya semakin murah dibandingkan dengan kemampuan kerjanya. Kondisi ini mendorong masyarakat berlomba-lomba memanfaatkan komputer sebagai alat bantu pengolahan data dengan cara membangun sistem pengolahan data terkomputerisasi untuk penyajian informasi, baik untuk keperluan pribadi maupun organisasinya. Sekalipun kurang tepat, sistem pengolahan data terkomputerisasi untuk penyajian informasi dalam suatu organisasi sering disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen (SIM). Suatu sistem organisasi terbentuk atas empat komponen atau subsistem yang saling berkaitan yaitu tujuan, teknologi, struktur, serta sumberdaya manusia yang terintegrasi di dalam sebuah sistem yang disebut organisasi. Perubahan terhadap sebuah atau lebih komponen organisasi akan memerlukan perubahan pada komponen yang lain, dan pada gilirannya akan mempengaruhi seluruh organisasi. Kenyataan di lapangan menunjukkan, bahwa tidak semua organisasi berhasil mengimplementasikan SIM dengan baik. Sebuah penelitian membuktikan bahwa tingkat keberhasilan SIM masih rendah dan sumberdaya manusia merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIM.Dalam sumber referensi yang lain, menyatakan bahwa salah satu hasil audit pada implementasi SIM di Indonesia menunjukkan bahwa yang paling sering dijumpai adalah suatu kenyataan terjadinya fenomena “tambal sulam“ aplikasi SIM akibat terjadinya perubahan kebutuhan informasi (dan data) untuk memenuhi kepentingan manajemen. Salah satu contoh organisasi yang telah mengimplementasikan SIM adalah Perguruan Tinggi (PT). Implementasi SIM dalam lingkungan PT utamanya digunakan untuk pengolahan Sistem Informasi Akademik(SIAKAD). Kegagalan implementasi SIM dan fenomena “tambal sulam” aplikasi SIM ternyata juga dapat terjadi dalam SIAKAD, dibuktikan dengan masih adanya PT yang telah melakukan pengembangan dan implementasi SIAKAD lebih dari satu dekade lamanya, namun hasilnya belum memuaskan hingga saat ini.Salah satu peran database, yaitu sebagai sumber infromasi bagi SIM, mengimplikasikan bahwa database yang digunakan harus mampu memenuhi kebutuhan berbagai informasi (dan data) bagi para penggunanya. Aspek rekayasa sistem, khususnya rancangan schema database akan sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi SIM dalam organisasi. Rancangan schema database yang berkualitas akan meningkatkan kwalitas SIM dan sebaliknya akan menimbulkan permasalahan-permasalahan dan kegagalan implementasi SIM pada suatu organisasi, termasuk Perguruan Tinggi. Dengan demikian, schema database seharusnya dirancang sedemikian rupa sehingga mempunyai kualitas yang baik/tinggi.Dengan menggunakan meta model, aspek-aspek yang relevan untuk pengukuran kualitas schema suatu database yang dimaksud meliputi 9 (semiblan) kriteria, yaitu kebenaran (correctness), konsistensi (consistency), relevansi (relevance), jangkauan (scope), tingkat detail (level of detail), kelengkapan (completeness), minimalitas (minimality), kemampuan untuk diintegrasikan (ability of integration), serta kemampuan untuk dibaca (readability).Penelitian ini akan melakukan analisis/pengujian tentang aspek-aspek kualitas schema database. Analisis dilakukan pada rancangan schema database yang digunakan pada database akademik yang digunakan di ISTA. Analisis dilakukan pada rancangan logikal, bukan implementasi pada DBMS, teknologi perangkat keras, maupun program aplikasi yang digunakan. Dan, analisis dilakukan dengan menggunakan model logika berupa business rule yang digunakan pada ISTA. Penelitiaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas schema database yang digunakan pada database akademik di ISTA. Hasil dari penelitiaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa rekomendasi alternatif-alternatif solusi yang mungkin dilakukan oleh pengelola/penanggungjawab database akademik di ISTA. 2. PEMBAHASAN Database dan SIM Dalam konsep SIM, salah satu bagian penting dalam SIM adalah masukan (input), yaitu berupa data yang kemudian akan disimpan sebagai database. Salah satu sumber daya konseptual informasi dalam organisasi adalah berupa database. Dapat dipahami bahwa database merupakan sumber daya penting dalam SIM. Perancangan Database Untuk SIM Perancang database sebagai bagian staf teknik memahami konsep database dengan baik, tetapi sering tidak mengetahui bagaimana membuat data relevan bagi orang lain dalam organisasi, atau bagaimana data dapat disimpan dan diakses secara cepat. Pada sisi lain, pengguna mengetahui data apa yang dibutuhkannya, tetapi jarang yang dapat mengkomunikasikannya dengan baik kepada perancang database, dan para pengguna tidak mengetahui permasalahan yang ditimbulkan oleh kebutuhannya. Pertemuan antara staf teknik dan para pengguna merupakan kegiatan penting untuk mendapatkan kesamaan persepsi database untuk sistem dalam organisasi. Rancangan database yang benar akan memberikan landasan yang solid untuk SIM. Perancangan database relasional diperlukan untuk mendapatkan sekumpulan schema relasi yang baik. Suatu rancangan database yang buruk akan mengakibatkan efek negatif, antara lain: 1. Munculnya kerangkapan data 2. Munculnya inkonsistensi data 3. Munculnya permasalahan pada penyisipan data 4. Munculnya permasalahan pada penghapusan data 5. Pengunaan nama-nama yang sulit dipahami (tidak bermakna) pada subyek data akan menyulitkan pada saat perubahan Tujuan dan prasyarat perancangan database adalah: 1. Database harus memberikan efisiensi media penyimpan (storage), update, dan penampilan kembali data-data 2. Database harus andal, yaitu memiliki integritas tinggi yang memberikan kepercayaan bagi para pengguna terhadap data 3. Database harus dapat beradaptasi (adaptable) dan dapat berkembang (scaleable) untuk memenuhi kebutuhan dan aplikasi baru Untuk memperoleh SIM yang baik, maka pengembang SIM perlu memahami metode perancangan database yang baik, yaitu: 1. Mengidentifikasi kebutuhan informasi pada sebuah bisnis 2. Merancang database relasional yang didasarkan pada kebutuhan bisnis 3. Membuat dokumentasi database 4. Meningkatkan fleksibilitas database untuk mengantisipasi perubahan 5. Menyederhanakan database dengan jumlah tabel 6. Membangun database relasional dan menyesuaikannya untuk memperoleh kinerja yang optimal 7. Meningkatkan kinerja database dengan indexing dan mengkontrol kerangkapan 8. Mengurangi beaya pengembangan software dengan generalisasi. Penyusunan database dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu: 1. Pendekatan berorientasi proses (pendekatan pemecahan permasalahan) 2. Pendekatan model perusahaan. Selanjutnya, penyusunan database dilakukan melalui tiga langkah utama, yaitu: a. Mendeskripsikan data b. Memasukkkan data c. Menggunakan database (menggunakan bahasa query, QBE, DML) Sebuah entitas dalam database relasional tidak dapat memiliki atribut banyak nilai (multivalued attribute), solusinya adalah dengan membuat sebuah entitas baru untuk menyimpan instan yang memiliki banyak nilai dan yang lain untuk menyimpan atribut-atributnya. Selanjutnya, indeks dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja database. Keuntungan penggunaan indeks adalah mempercepat akses nilai-nilai data dalam satu atau gabungan beberapa kolom. Tetapi penggunaan indeks memiliki kelemahan, yaitu memerlukan tambahan tempat (space) dalam database. Database juga harus selalu disusun kembali setiap kali dilakukan operasi data (insert, modify, atau delete) sehingga kinerjanya menjadi lebih lambat Perancangan database adalah menterjemahkan model data yang dikembangkan pada tahap definisi ke dalam struktur tabel database yang didukung oleh teknologi database (bahasa dan alat bantu) yang dipilih. Database menyediakan entitas dan kerelasian antar entitas untuk implementasi teknik. Dengan demikian, data merupakan bagian dari sumber daya yang harus dikontrol dan dikelola dengan baik. Kerangka kerja yang sesuai digunakan dalam perancangan database, yaitu sebagai berikut : 1. Pelajarilah proses bisnis dan proses lain dalam organisasi untuk mencoba membuat model. 2. Tulislah pernyataan mendasar atau misi yang harus dilakukan oleh sistem. Kemudian dilanjutkan dengan membuat daftar kebutuhan pada sistem. 3. Mulailah membuat form entri data. Jika aturan-aturan dalam sistem memerlukan lay out berbentuk tabel, tambahkan tabel yang diperlukan tersebut. Jika sistem yang ada belum terkomputerisasi, maka gunakan sistem manual yang ada sebagai dasar perancangan tabel. Jika sudah, maka gunakan tabel-tabel database yang ada sebagai acuan. Kemudian cetaklah schema, tabel, dan form entri data yang ada untuk digunakan dalam proses perancangan. 4. Berdasarkan form tersebut, rancanglah tabel-tabel database dengan sekaligus mencoba menerapkan teori normalisasi. Setiap tabel hanya digunakan untuk mendeskripsikan sebuah entitas. 5. Perhatikan seluruh laporan yang tercetak pada kertas atau komputer. 6. Pastikan bahwa setiap data dalam laporan tersedia di dalam tabel. Jika data belum tersedia, tambahkan data tersebut dalam tabel-tabel yang ada atau buatlah tabel baru. 7. Tambahkan dan isikan beberapa baris data pada setiap tabel. 8. Mulailah melakukan proses normalisasi. Pertama, identifikasikan CK untuk setiap tabel, dan kemudian pilihlah PK. Pilihlah PK yang minimal, stabil, sederhanaa, dan familier. Pastikan bahwa nilai dalam PK tidak akan pernah muncul berulang. 9. Jika diperlukan, tambahkan FK untuk merelasikan antar tabel. Gambarlah kerelasian antar tabel. Jika kerelasian berjenis many-to-many, maka buatlah tabel penghubung. 10. Pastikan bahwa tabel memenuhi 1NF, yaitu seluruh atribut bernilai atomik dan tidak memuat grup perulangan. Jika diperlukan, pecahlah tabel untuk memperoleh 1NF. 11. Pastikan bahwa tabel memenuhi 2NF, yaitu setiap tabel hanya mendeskripsikan sebuah entitas dan semua atribut non-key bergantung sepenuhnya (FFD) pada PK. 12. Pastikan bahwa tabel memenuhi 3NF, yaitu hilangkan atribut yang nilainya dapat dihitung dan hilangkan atribut yang bersifat mutual dependent dengan cara membuat tabel lookup. 13. Gambarkan kembali kerelasian antar tabel hasil normaliasi. 14. Buatlah tabel menggunakan alat bantu yang dipilih (misal, menggunakan Microsoft Access atau lainnya). Isikan contoh-contoh data dalam tabel. 15. Buatlah prototipe query, form, dan report. Tahap ini mungkin perlu mendefinisikan ulang agar sesuai dengan kebutuhan. 16. Berikan kepada para pengguna agar dievaluasi. Jika diperlukan, ulangi kembali tahap 8-12. 17. Kembali ke rancangan tabel dan aturan bisnis. 18. Buatlah form, report, dan query final. Kembangkan program aplikasi. Jika diperlukan, ulangi kembali perancangan yang telah dibuat. 19. Pengujian oleh para pengguna. Jika diperlukan, ulangi kembali seluruh tahapan perancangan yang telah dilakukan. 20. Serahkan hasil final. Penggunaan model RDBM dalam perancangan database akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain: 1. Entri data, update, dan penghapusan data akan lebih efisien. 2. Penampilan kembali, peringkasan, dan pelaporan data akan lebih efisien. 3. Jika database dirancang dengan menggunakan model yang diformulasikan dengan baik, maka perilakunya akan dapat diprediksi. 4. Jika informasi disimpan dalam database (bukan dalam program. aplikasi) maka database memiliki dokumentasi tersendiri 5. Perubahan pada schema database dapat dilakukan dengan lebih mudah. A. Pendekatan Dalam Pengukuran Kualitas Informasi Umumnya kualitas informasi dipandang sebagai konsep multidimensional dan bertingkat. Dalam hal ini terdapat tiga macam pendekatan yang berbeda yang dapat digunakan untuk menspesifikasikan kualitas informasi, yaitu : 1. Pendekatan intuitif (intuitive approach), pendekatan ini mengusulkan atributatribut kualitas informasi yang didasarkan pada wawasan/pengetahuan subyektif seseorang. 2. Pendekatan empiris (empirical approach), pendekatan ini bersifat kuantitatif yang diperoleh dari hasil survei. 3. Pendekatan teoritis (theoretical approach), pendekatan ini berusaha memunculkan usulan teori baru didasarkan pada teori-teori yang sudah ada. Kelemahan utama pendekatan intuitif dan empiris adalah pengaruh tingkat pengetahuan peneliti terhadap penilaian yang diberikan. Sedangkan kelemahan pendekatan teoritis adalah kemungkinan terjadinya kesalahan pada teori baru yang diusulkan. Implementasi SIAKAD di ISTA Secara umum, pengelolaan Sistem Informasi di ISTA utamanya dilakukan oleh UPT PUSKOM. Kebijakan sentralisasi seperti ini mempunyai beberapa keuntungan dan faktor pendukung antara lain: 1). Penghematan khususnya dalam hardware dan pengadaan personalia, 2). Penghematan dalam pengembangan sistem, 3). Manfaat standarisasi, 4). Sistem yang seragam, dan 5). Kemudahan dalam pengendalian. Hingga saat ini, UPT PUSKOM telah berhasil mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menangani proses pengolahan data di lingkungan ISTA. Selain itu, aplikasi-aplikasi berukuran kecil dengan karakteristik yang spesifik juga telah dikembangkan dan diimplementasikan sebagai modul-modul yang terpisah. Pengembangan dan penerapan sistem informasi berbasis komputer di lingkungan ISTA memiliki 2 (dua) macam tujuan, yaitu: 1. Untuk memenuhi kebutuhan administrasi umum, keuangan, dan administrasi akademik. 2. Untuk memenuhi kebutuhan data statistik yang diperlukan dalam pengelolaan setiap Jurusan/Program Studi. Secara umum, setiap sub sistem informasi dan aplikasi untuk pengolahan data yang telah dikembangkan oleh UPT PUSKOM dan diterapkan di lingkungan ISTA, mampu memberikan output berupa informasi (dan data) dalam format terinci, teringkas/rekapitulasi, maupun spesifik; baik yang bersifat insidental maupun rutin; dalam bentuk teks, tabel, maupun grafis; serta dapat ditampilkan pada media softcopy maupun hardcopy. Dengan tampilan dialog berbasis visual yang user friendly, maka informasi (dan data) yang dihasilkan dapat diakses secara mudah dan cepat. Output informasi (dan data) tersebut dapat diakses/digunakan oleh para pengguna di lingkungan ISTA maupun pihak luar, yang sesuai dengan kewenangannya. 4. Hasil Analisis/Pengujian Penerapan SIAKAD di ISTA saat ini didukung oleh database akademik yang diimplementasikan dengan menggunakan database server model RDBMS, yaitu PostgreSQL. Schema database akademik ISTA tersusun atas 181 tabel. Secara teringkas, hasil analisis pada aspek-aspek kualitas schema database akademik ISTA yaitu : Kebenaran (correctness) o Merupakan aspek teknik, apakah semua aspek dimodelkan secara benar sesuai dengan kebutuhan dan batasan sistem untuk mengukur semua schema. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran dengan meninjau tingkat kedalaman pengetahuan pada seluruh aspek teknik. Schema database akademik ISTA tidak memiliki suatu batasan (constraint) yang dapat mem-filter masukny data ke dalam tabel sehingga tidak ada jaminan bahwa data yang dimasukan merupakan data yang benar Konsistensi (consistency) o Merupakan aspek teknik, apakah semua aspek dalam model terbebas dari kontradiksi. Aspek konsistensi dan kebenaran sangat penting untuk mengukur apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran teknik dengan menganalisis konsistensi setiap aspek teknik pada model dan membandingkannya dengan aspek teknik berikutnya. Schema database akademik ISTA memuat banyak data redundancy, kondisi ini mengakibatkan potensi yang besar terhadap terjadinya data inconsistency Relevansi(relevance) o Merupakan aspek teknik untuk mengetahui apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran teknik untuk menentukan seluruh aspek yang relevan dan membandingkannya dengan schema. Schema database akademik ISTA memuat banyak schema yang tidak ada relevansinya dengan schema lainya Jangkauan(scope) o Apakah jangkauan schema telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Aspek ini penting untuk mengetahui apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran untuk menentukan seluruh kebutuhan proyek dan membandingkannya dengan schema. Schema database akademik ISTA memiliki jangkauan yang minim, sehingga akan menimbulkan kesulitan pemeliharaan jika terjadi penambahan kebutuhan baru, termasuk di saat ingin mengintegrasikan database sehingga menjadi SIPT yang terintegrasi. Tingkat detail (level of detail) o Apakah tingkat detail schema telah sesuai untuk mengetahui apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran teknik untuk menentukan tingkat detail yang diinginkan dan membandingkannya dengan schema. Schema database akademik ISTA belum mampu memenuhi semua kebutuhan para penggunanya, kondisi akibat schema yang masih kurang mendetail Kelengkapan(completeness) o Apakah schema telah lengkap (dengan mengacu pada kebutuhan) untuk mengetahui apakah schema dapat diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dapat dilakukan dari aspek jangkauan dan tingkat detail (sebelumnya).Schema database akademik ISTA memuat banyak schema yang tidak ada relevansinya dengan schema lainya Minimalitas (minimality) o Apakah schema dimodelkan secara kompak dan tidak ada perulangan. Aspek ini penting karena schema konseptual harus tepat. Pengukuran dilakukan mengunakan kepakaran teknik untuk mengecek apakah terdapat aspek-aspek yang dimodelkan secara berulang. Schema database akademik ISTA memuat banyak pengulangan schema, dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya, utamanya kemudahan pada saat programming Kemampuan untuk diintegrasikan (ability of integration) o Apakah schema telah disesuaikan untuk standarisasi dalam organisasi secara menyeluruh atau pemodelan tergantung pada konteks proyek atau organisasi, yaitu apakah lebih banyak terlibat pada asosiasi ekonomi atau berorientasi internasional, tetapi yang lebih relevan jika memiliki kemampuan untuk diiintegrasikan. Pengukuran dilakukan untuk menentukan apakah penggunaan nama-nama hanya dapat digunakan untuk Schema database akademik ISTA belum menerapkan standarisasi data dalam organisasi secara menyeluruh, sehingga akan menimbulkan kesulitan pada saat akan mengintegrasikan database sehingga menjadi SIPT yang terintegrasi cabang atau dapat diterima secara internasional. Kemampuan untuk dibaca (readability) o Apakah semua istilah dalam schema dijelaskan atau tidak untuk dialog dengan staf teknik dan orang yang datang belakangan. Pengukuran dilakukan dengan meninjau dokumen untuk menentukan apakah setiap aspek mudah dipahami. Schema yang ada pada database akademik ISTA memiliki tingkat kesulitan untuk dibaca yang tinggi, karena schema tersebut tidak ada satupun keterangan yang melekat pada setiap schema 5. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil melakukan analisis terhadap aspek-aspek kualitas schema database. Analisis dilakukan pada rancangan schema database akademik yang digunakan di ISTA. Berdasarkan hasil analisis, secara umum dapat dinyatakan bahwa schema database akademik ISTA memiliki kualitas yang relatif masih rendah. Kondisi kualitas schema database akademik ISTA yang relatif masih rendah akan menjadi potensi timbulnya berbagai permasalahan serius di kelak kemudian hari. Oleh karenanya, perlu segera dilakukan upaya penyempurnaan untuk menghindari timbulnya permasalahan yang lebih kompleks dan semakin sulit ditangani.

Minggu, 06 Januari 2013

Sistem Pembelian Barang Dagangan PENDAHULUAN Pada dasarnya terdapat dua system pembelian barang dagangan, yaitu system pembelian barang pokok (staple merchandise) dan anggaran barang untuk barang fesyen. Beberapa metode peramalan permintaan dapat dilakukan untuk mendukung proses sistem pembelian, hal ini dapat dibantu dengan informasi masa lalu maupun digunakannya alat-alat statistic untuk memprediksi ramalan permintaan. Secara spesifik ritel harus menentukan strategi mereknya, apakah harus membeli merek nasional yang telah terkenal atau harus mengembangkan merek sendiri. Ritel juga harus menentukan bagaimana dan dimana bertemu dan berkomunikasi dengan vendor, apakah komunikasi tersebut sebaiknya dilakukan dengan tatap muka atau menggunakan tehnologi internet. Negoisasi terjadi pada saat berkomunikasi maupun ketika transaksi pembelian. Banyak hal yang harus dicapai dalam kesepakatan, misalnya harga barang dagangan maupun masalah pengiriman barang. Ritel biasanya mengharapkan kesepakatan dalam negoisasi ini tidak akan banyak mengalami perubahan-perubahan dalam suatu periode tertentu. Untuk itu, banyak ritel terus melakukan hubungan kemitraan yang strategis dengan vendor. SISTEM PEMBELIAN BAHAN POKOK Siklus ini digunakan untuk brang dagangan yang memiliki siklus pesanan-penerimaan-pesanan yang relative dapat diramalkan. Akan tetapi system ini tidak dapat duganakan untuk barang-barang fesyen, karena system ini menggunakan data pada masa lalu yang digunakan untuk meramal penjualan di masa yang akan datang. Laporan Manajemen Persediaan Dalam laporan manajemen persediaan, disiapkan segala informasi mengenai persediaan digudang, kecepatan penjualan, jumlah pemesanan, pergantian persediaan, ramalan penjualan, dan jumlah yang harus dipesan untuk setiap SKU. Laporan manajemen persediaan terdiri atas: 1. Daftar stock dasar; Daftar ini terdiri atas nomor stock dan deskripsi barang, berapa banyak barang yang tersedia dan yang dipesan, serta penjualan selama 4 hungga 12 minggu terakhir. 2. Perputaran persediaan; Pergantian persediaan yang direncanakan dibuat berdasarkan tujuan keuangan keseluruhan dan mengendalikan system manajemen persediaan. 3. Ketersediaan produk; Untuk menentukan berapa banyak produk yang harus tersedia diperlukan keputusan manajerial yang rumit. 4. Stok cadangan; Stok cadangan adalah stok yang digunakan untuk berjaga-jaga jika terjadi kehabisan stok yang dikarenakan permintaan melebihi jumlah yang diperkirakan atau ketika kedatangan barang tertunda. 5. Peramalan; Salah satu teknik untuk meramalkan penjualan adalah dengan penghalusan eksponensial (smoothing exponential), di mana penjualan di periode waktu yang lalu diberi bobot untuk meramalkan penjualan di periode mendatang. Jenis ramalan yang menggunakan penghalusan eksponensial adalah permintaan nonmusiman, yaitu meramalkan permintaan tanpa mempertimbangkan pengaruh musiman. 6. Titik pemesanan; Titik pemesanan adalah jumlah barang minimum yang harus tersedia, sehingga barang tidak boleh habis sebelum pesanan berikutnya datang. 7. Jumlah yang dipesan; Jumlah yang dipesan adalah selisih antara jumlah yang tersedia dan titik pemesanan. ANGGARAN UNTUK BARANG-BARANG FESYEN Rancangan anggaran barang mencatat investasi persediaan dalam suatu kategori terhadap waktu. Rancangan ini hanya menjelaskan berapa banyak uang yang dihabiskan setiap bulannya untuk mendukung penjualan dan menentukan titik impas (break even point). Rancangan ini terdiri atas: • Distribusi persentase penjualan bulanan terhadap musim; dengan pemeriksaan persentase penjualan setiap bulannya selama beberapa periode tahunan, maka dapat diketahui adanya perubahan. • Penjualan bulanan; Penjualan bulanan sebanding dengan penjualan total yang diramalkan untuk periode waktu tertentu dikalikan dengan setiap persentase penjualan di tiap bulannya • Distribusi persentase reduksi bulanan terhadap musim; Untuk memiliki barang dagangan yang cukup untuk memenuhi penjualan bulanan yang diramalkan, maka pembeli harus mempertimbangkan factor yang dapat mengurangi stok barang di gudang. Walaupun penjualan adalah reduksi yang utama, nilai persediaan juga reduksi dengan adanya markdown, penyusutan, dan diskon pada karyawan. markdown dapat diramalkan secara cukup akurat dengan melihat data-data lama. Diskon seperti markdown diberikan pada karyawan, bukan pelanggan. Penyusutan adalah reduksi persediaan yang disebabkan oleh pengutilan oleh karyawan atau pelanggan, kesalahan penempatan atau kerusakan barang dagangan, atau karena pembukuan yang buruk. Pembeli mengukur penyusutan dengan menghitung selisih antara (1) nilai persediaan yang terekam berdasarkan catatan barang dagangan yang dibeli dan yang diterima, dan (2) persediaan fisik di toko dan pusat-pusat distribusi lainnya. • Reduksi bulanan; Reduksi bulanan sama dengan reduksi total dikalikan tiap presentasenya. • Rasio stok penjualan untuk awal bulan; Rasio stok penjualan adalah persediaan yang harus tersedia pada awal bulan untuk memenuhi ramalan penjualan. Rasio stok dengan penjualan sebanding dengan jumlah bulan penyediaan (month of supply) pada awal bulan. Persediaan BOM adalah pembilang, dan penjualan yang diramalkan pada bulan tersebut adalah penyebutnya. Rasio stok-penjualan sama dengan 2 berarti direncanakan untuk memiliki persediaan yang tersedia di awal bulan dua kali lebih banyak dari pada yang diramalkan akan terjual. Rasio stok dengan penjualan sebanding dengan jumlah bulan penyediaan pada awal bulan. Banyak ritel yang lebih memilih untuk menyatakan hubungan ini sebagai minggu penyediaan (month of supply) dikalikan empat. • Stok BOM; Jumlah persediaan yang direncanakan untuk awal bulan sama dengan penjualan bulanan dikalikan dengan rasio stok – penjualan. • Stok akhir bulan; Stok BOM untuk bulan ini adalah sama dengan stok EOM di bulan sebelumnya. • Penambahan stok bulanan; Penambahan stok bulanan dengan jumlah yang akan dipesan untuk dikirimkan setiap bulannya. Penambahan stok = penjualan + Reduksi + Persediaan EOM – Persediaan BOM Mengevaluasi Rancangan Anggaran Barang Dagangan Jika pergantian, peramalan, dan GMROI yang sebenarnya lebih besar daripada yang direncanakan, maka kinerja lebih baik dari yang diharapkan sehingga tidak perlu dilakukan evaluasi. Namun ada beberapa pertanyaan tambahan yang perlu dijawab. Mengapa kinerja melebihi atau kurang dari yang direncanakan? Apakah penyimpangan dari rencana disebabkan oleh dibawah kendali pembali? Perlu dilakukan upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. PEMBELIAN TERBUKA System pembelian terbuka (open to buy) dimulai setelah barang dibeli dengan menggunakan rencana anggaran barang atau system pembelian bahan pokok. System pembelian terbuka adalah system di mana aliran barang tersebut harus terus dicatat. Lebih spesifiknya, system ini mencatat berapa banyak uang yang dikeluarkan tiap bulan, dan berapa banyak yang tersisa. Pencatatan barang dan kapan harus dikirimkan harus dicatat dengan teliti. System ini merupakan komponen penting dalam proses manajemen barang dagangan. Penghitungan Pembelian Terbuka Untuk Periode Yang Lalu Penghitungan pembelian terbuka di akhir periode mudah dilakukan, karena bulan telah berlalu, maka stok akhir bulan (EOM) yang sebenarnya sebanding dengan stok EOM yang diproyeksikan. Penghitungan Pembalian Terbuka Untuk Periode Sekarang Rencana stok EOM yang diproyeksikan adalah sama dengan stok BOM ditambah dengan penambahan actual bulanan (barang apa saja yang sebenarnya diterima) ditambah barang-barang yang dipesan dikurangi rencana penjualan dan dikurangi rencana reduksi bulanan. Dengan kata kain, proyeksi rencana stok EOM adalah estimasi baru atu perbaikan dari rencana stok EOM dari anggaran barang dagangan. Versi baru dan perbaikan ini akan memberikan informasi untuk menghitung ketidaktersediaan ketika rencana anggaran barang dagangan dibuat. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung rencana pembelian terbuka: Rencana pembelian terbuka= Stok EOM yang direncanakan - Stok EOM yang diproyeksikan. MENGALOKASIKAN BARANG DAGANGAN KE TOKO Jaringan toko (chain store ) biasanya mengklasifikasikan toko-toko menjadi toko A, B, atau C berdasarkan volume penjualan potensial masing-masing. Tiap alokasi barang ke setiap toko tersebut berbeda-beda. Toko-toko yang lebih kecil memerlukan rasio stok penjualan yang lebih besar dari rata-rata. Pengalokasian berlaku untuk barang-barang fesyen maupun bahan pokok. Dengan strategi distribusi tarik (pull), pemesanan untuk bahan pokok dilakukan di tingkat toko berdasarkan data permintaan yang diperoleh melalui POS (point of sale). Dengan strategi dorong (push), barang dialokasikan ke toko berdasarkan permintaan histories, posisi persediaan pada pusat distribusi ,dan kebutuhan toko. MENGANALISIS KINERJA BARANG DAGANGAN Terdapat tiga macam cara untuk menganalisis kinerja barang dagangan, yaitu: Analisis ABC Analisis ABC dilakukan dengan cara mngurutkan peringkat barang dagangan dengan beberapa ukuran untuk menentukan barang mana yang kadang kala diperbolehkan habis (out-of-stock) dan barang mana yang harus dihapus dari stock. Analisis ini dapat dilakukan pada segala tingkat klasifikasi barang dagangan, mulai dari SKU hingga departemen. Analisis ABC menggunakan prinsip 80-20 yang umum, di mana kira-kira 80 persen penjualan atau keuntungan ritel berasal dari 20 persen produk. Hal ini berarti ritel harus berkonsentrasi pada produk yang memberikan keuntungan yang lebih besar. Langkah pertama dalam analisis ABC adalah mengurutkan peringkat SKU menggunakan satu criteria atau lebih. Ukuran kinerja yang paling penting untuk analisis ini adalah margin kontribusi. Margin kontribulasi= penjualan bersih - Harga pokok penjualan - Variabel pengeluaran lainnya Variable pengeluaran lain misalnya adalah komisi penjualan. Ukuran lain yang digunakan dalam analisis ABC antara lain jumlah uang yang dihasilkan dari penjualan, penjualan dalam satuan, margin kotor, dan GMROI. Margin penjualan atau margin kotor per kaki persegi juga dapat digunakan. Langkah berikutnya adalah menentukan bagaimana barang dengan tingkat keuntungan yang berbeda. Harus diperlakukan dengan berbeda. Walaupun analisis ini disebut ABC, terdapat juga barang D yang merupakan sisa 20 persen SKU, yang tidak satu pun terjual selama musim lalu dan menjadi kadaluwarsa. Analisis Sell Through Analisis sell through adalah perbandingan antara penjualan aktual dan yang direncanakan untuk menentukan apakah markdown awal dibutuhkan atau apakah lebih banyak barang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Tidak ada aturan yang tepat untuk menentukan apakah sebuah markdown dibutuhkan atau harus memesan barang lebih banyak. Pengambilan keputusan tergantung pada pengalaman dengan barang dagangan di masa lampau, apakah barang perlu dipromosikan, penjual dapat mengurangi resiko pembeli dengan menyediakan uang markdown, atau hal-hal lain yang terkait. Jika penjualan aktual lebih besar dari yang direncanakan, pemesanan ulang harus dilakukan. Metode multiatribut Metode multiatribut digunakan untuk mengevaluasi penjual dengan menggunakan nilai rata-rata berbobot untuk tiap penjual. Nilai ini didasarkan pada tingkat pentingnya berbagai macam kebijakan penjual dan kinerja penjual. Pembeli dapat mengevaluasi penjual dengan menggunakan lima langkah berikut: 1. Membuat daftar kebijakan untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Daftar tidak boleh terlalu panjang atau terlalu pendek.daftar yang terlalu pendek akan mengabaikan beberapa kebijakan yang relevan, dan daftar yang terlalu panjang akan susah digunakan. Dalam membuat daftar hendaknya berfokus kepada satu penjual. 2. Bobot kepentingan setiap kebijakan harus ditentukan oleh pembeli atau perencana beserta manajer barang dagangan. Disini digunakan skala 1 hingga 10, dimana 1 berarti tidak penting dan 10 berarti sangat penting. Skala ini menggunakan pendekatan skala diferensial semantic (semantic differential scale) seperti halnya metode multiatribut yang digunakan pada tahapan proses pemilihan alternative proses pembelian pada Bab 2. pastikan semua kebijakan tidak menerima nilai tinggi atau rendah semua. 3. Membuat penilaian tentang pengaruh merek individual di tiap kebijakan. Prosedur ini juga harus merupakan keputusan gabungan antara manajer kategori dan manajer barang dagangan. 4. Mengalikan kepentingan tiap kebijakan dengan pengaruh tiap merek atau pabriknya. 5. menjumlahkan hasil kali tiap barang untuk semua kebijakan untuk menentukan peringkat keseluruhan penjual. STRATEGI PENGGUNAAN MEREK Dalam hal strategi penggunaan merek, ritel dihadapkan pada banyak pilihan. Ritel dapat membeli merek yang sudah terkenal atau dapat mengembangkan label privatnya ataupun mengembangkan bauran dari keduanya. Merek Pabrik Merek pabrik, juga dikenal sebagai merek nasional, merupakan produk yang dirancang, diproduksi dan dipasarkan oleh penjual. Pabrik bertanggung jawab untuk mengembangkan barang dan menjaga citra merek tersrebut. Merek pabrik akan dapat membantu dalam hal menjaga citra toko, aliran penjualan, dan pengeluaran penjualan atau promosi. Ritel memberi merek pabrik karena merek tersebut memiliki pelanggan tetap orang datang ke toko dan menanyakan barang dengan menyebutkan nama merek tersebut. Promosi untuk merek pabrik juga membutuhkan biaya yang lebih kecil, karena pabrik telah mempromosikan sendiri barang tersebut. Merek pabrik memiliki margin kotor yang lebih rendah daripada merek label privat. Hal ini dikarenakan pabrik mempromosikan mereknya sehingga meningkatkan kompetisi antara ritel. Biasanya ritel memberikan diskon khusus untuk menarik pelanggan ke tokonya. Biaya promosi untuk merek pabrik juga sedikit karena pabrik tersebut sudah mempromosikan barangnya sendiri. Jika merek pabrik hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas di gerai ritel, maka pelanggan akan setia terhadap merek tersebut dan toko yang menjualnya. Sebaliknya, jika merek pabrik banyak tersedia di banyak ritel, maka kesetiaan pelanggan akan menurun karena adanya banyak pilihan. Salah satu masalah yang timbul jika membeli merek pabrik adalah fleksibilitas ritel dibatasi, apalagi jika produsennya mempunyai merek yang terkenal. Produsen barang tersebut mendikte bagaimana dan dimana produk harus dipajang, diiklankan, ataupun diberi harga. Merek Berlisensi Merek berlisensi adalah merek di mana ritel ataupun pihak yang membeli menandatangani surat kontrak dengan pemilik merek yang terkenal untuk mengembangkan, memproduksi, dan menjual merek tersebut. Pemegang lisensi dapat berupa: • Pihak yang memiliki kontrak dengan pabrik untuk memproduksi produk lisensi tersebut. • Pihak ketiga yang memegang kontrak untuk memiliki barang bermerek tersebut dan kemudian dapat menjualnya. Label privat Label privat adalah merek produk yang dibuat dan hanya tersedia untuk dijual oleh ritel. Apabila ritel memutuskan untuk menggunakan label privat, maka sebagai konsekuensinya ritel tersebut harus mempromosikan produknya sendiri. Merek atau Toko Ada beberapa perusahaan yang telah menjadi pabrik juga berubah menjadi ritel, pabrik-pabrik tersebut berubah menjadi ritel dikarenakan: a). Dengan menjadi ritel mereka mempunyai kendali sepenuhnya terhadap penyajian barang ke publik, b). Pabrik dapat menggunkan took-toko ini untuk menguji barang dagangan dan konsep barang dagangan yang baru, c). Untuk memamerkan barang ke publik. PENGAMBILAN SUMBER DAYA LUAR NEGERI Banyak ritel menggunakan pemasok luar negeri dengan alasan untuk menghemat biaya, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Efek negara asal; ritel dapat mengambil dari negara berkembang yang memiliki keunggulan tehnologi. 2. Fluktuasi mata uang asing; 3. Pajak; tehadap barang impor tersebut. 4. Zona perdagangan bebas; apakah kawasan tersebut termasuk dalam Free Trade Zone. 5. Biaya pengangkutan persediaan; yang tentunya akan lebih tinggi. 6. Biaya transportasi. BERHUBUNGAN DENGAN PENJUAL Agar dapat terjaga hubungan dengan vendor maka harus selalu membangun relasi jangka panjang yang harmonis, antara lain: 1. Pertukaran melalui internet melalui Bursa Ritel. 2. Pusat grosir. 3. Pameran Dagang. 4. Membeli di Tempat Sendiri. 5. Kantor kantor Pembelian. BERNEGOSIASI DENGAN PENJUAL Strategi dalam bernegosiasi antara lain: 1. Mempertimbangkan sejarah penjual. 2. Menanyakan di mana barang-barang tersebut sekarang. 3. Menetapkan tujuan baik aturan pembayaran, transportasi dll. 4. Mengetahui tujuan dan batasan penjual. 5. Merencanakan untuk memiliki jumlah negosiator yang sama dengan jumlah penjual. 6. Memilih tempat yang bagus untuk bernegoisasi 7. Mewaspadai tenggang waktu untuk menghindari perubahan keputusan penjual. PETUNJUK UNTUK NEGOISASI TATAP MUKA Yaitu dengan tujuh tips; 1. Pisahkan masalah pribadi dengan bisnis, 2. Memberi penekanan pada fakta objektif, 3. Bikin hubungan yang saling menguntungkan, 4. Biarkan mereka bicara, 5. Mengetahui sejauh mana harus berbicara, 6. Jangan membuat permusuhan apabila gagal bernegoisasi, 7. Mengkaji ulang pembicaraan negosiasi. MEMBANGUN DAN MENJAGA HUBUNGAN STRATEGIS DENGAN PENJUAL Hubungan strategis juga dimaksud dengan hubungan kemitraan, menjalin komitmen jangka panjang dan sama-sama menguntungkan. Menjaga relasi strategis antara lain; saling mempercayai, komunikasi terbuka, tujuan sama, komtmen yang kredibel. Membangun relasi kemitraan dengan; kesadaran, eksplorasi, perluasan dan komitmen. DAFTAR PUSTKA Christina Wihidya Utami, dalam judul Manajemen Ritel Strategi dan Implementasi Ritel Modern. Contoh ke 2.

Sabtu, 15 Desember 2012

Modul Topologi Jaringan Komputer Ciri Kelebihan Jenis Topologi Jaringan

Topologi Jaringan Komputer berarti suatu cara pemetaan dalam menjelaskan hubungan secara geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan diantaranya node, link dan station membentuk sebuah jaringan komputer yang bisa bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Lebih sederhana pengertian topologi jaringan komputer yaitu gambaran dari beberapa komputer dengan peralatan jaringan yang tersusun dalam jaringan komputer. Istilah kata Topologi berasal dari bahasa yunani yaitu topos berarti tempat dan logos yang berarti ilmu, sehingga topologi itu ilmu tempat yang bersangkut paut dengan ilmu tata ruang, dimensi, bentuk dan transformasi. Memahami topologi jaringan komputer lebih lanjut ada baiknya perlu diketahui terlebih dahulu pemahaman akan pengertian komputer dimana sebuah kesatuan perangkat elektronik yang dirangkai sedemikian rupa saling bekerja sama menjadi sebuah komponen mesin yang dapat menerima input lalu mengolah dan menghasilkan keluaran informasi yang berguna dan pada saat ini digunakan untuk berbagai keperluan. Berikutnya tentulah kita harus juga sudah paham pengertian jaringan komputer yang secara singkatnya merupakan beberapa komputer yang saling terhubung untuk berbagi sumber daya, berkomunikasi dan juga akses informasi. Topologi Jaringan menjelaskan hubungan antara komputer yang disusun dalam sebuah jaringan atas dasar kegunaan dan fungsi, keterbatasan resource dan juga biaya. Topologi Jaringan terbagi menjadi dua yaitu 1. Topologi secara fisik (physical topology) menjelaskan bagaimana susunan dari kabel, komputer dan lokasi dari semua komponen-komponen jaringan komputer. 2. Topologi secara logika (logical topology) menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan komputer. Berikut ini weblog akan jelaskan lebih lanjut mengenai topologi jaringan baik secara fisik maupun logika disertai pengertian dan juga kelebihan maupun kekurangan dari setiap jenis-jenis topologi jaringan yang ada. Jenis-jenis Topologi Jaringan Fisik (Physical Topology) Arsitektur topologi suatu bentuk koneksi secara fisik dalam menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. Pada jaringan sederhana local area network (LAN) dikenal 3 topologi yang paling sering digunakan yaitu Topologi Bus, Start (Bintang) dan Ring (Cincin). Seiring waktu penggunaan berkembang topologi secara fisik dengan penggabungan dari 3 topologi tersebut diantaranya yaitu topologi hierarchical/Tree (Pohon), Extended Star, dan Mesh (Tak Beraturan). Topologi Bus Topologi Bus (topologi backbone) adalah topologi jaringan dengan membentangkan kabel (coaxial) memanjang dengan kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node kemudian perangkat jaringan dan komputer-komputer dihubungkan pada kabel tersebut menggunakan T-Connector. Ciri-Ciri Topologi Bus • Teknologi lama yang umum digunakan karena sederhana dalam instalasi. • Tidak butuh peralatan aktif dalam menghubungkan komputer. • Menggunakan konektor BNC tipe T. • Pada ujung kabel dipasang konektor 50ohm. • Diperlukan repeater untuk jarak yang cukup jauh • Discontinue Support. Kelebihan Topologi Bus • Hemat Kabel • Layout kabel sangat sederhana • Biaya instalasi relatif lebih murah • Penambahan workstation baru mudah dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain. Kekurangan Topologi Bus • Sulit melakukan pelacakan masalah. • Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data). • Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi. Topologi Start (Bintang) Topologi Start atau Bintang adalah topologi jaringan yang menyerupai bentuk bintang dengan node ditengah sebuah alat concentrator (hub, switch) sebagai pusat dihubungkan ke setiap station (komputer). Ciri-ciri Topologi Start (Bintang) • Akses kontrol terpusat, teriminal pusat bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi. • Terminal yang lain melakukan komunikasi melalui terminal pusat. • Menggunakan alat concentrator Hub, Switch, atau MAU (Multi Access Unit) Kelebihan Topologi Start (Bintang) • Tahan terhadap arus lalu lintas jaringan yang sibuk. • Tingkat keamanan cukup tinggi. • Penambahan ataupun pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah. • Kerusakan pada satu saluran tidak mempengaruhi saluran yang lain. • Mudah dalam mendeteksi kerusakan dan kesalahan pengelolaan dalam jaringan Kekurangan Topologi Start (Bintang) • Jika Node tengah mengalami gangguan atau kerusakan maka rangkaian jaringan berhenti. • Pemakaian kabel jaringan sangat banyak • Jaringan sangat tergantung dari terminal pusat. • Biaya pengadaan jaringan lebih mahal dari pada topologi bus dan ring. • Peran HUB merupakan elemen kritis dan sangat sensitif perlu dijaga jangan sampai bermasalah, penambahan komputer bisa mempengaruhi kecepatan transfer data. Topologi Ring (Cincin) Topologi Ring (Cincin) merupakan pemetaan jaringan komputer yang bentuknya seperti cincin yaitu bulatan melingkar berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya dimana berperan dalam menghubungkan semua komputer. Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin) • Setiap terminal dalam Topologi Jaringan Ring adalah repeater yang mempu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan data yaitu proses kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya. • Cincin berfungsi hampir sama dengan concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer terhubung. Kelebihan Topologi Ring (Cincin) • Hemat kabel jaringan. • Tidak akan terjadi bentrokan atau tabrakan pengiriman data. Kekurangan Topologi Ring (Cincin) • Jika terjadi gangguan satu titik node mengakibatkan semua jaringan terganggu. • Sulit mendeteksi gangguan dan kerusakan yang terjadi. • Pengembangan jaringan agak kaku. Topologi Extended Star Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan hasil pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang). Ciri-ciri Topologi Extended Star • Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node dan sub Node berkomunikasi dengan central node dan kembali lagi. • Banyak penghubung melebihi kapasitas pada umumnya. Kelebihan Topologi Extended Star • Jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lain tidak terganggu. Kekurangan Topologi Extended Star • Bila Central node terputus maka semua node pada setiap sub node juga akan terputus. • Tidak bisa menggunakan kabel yang lower grade. Topologi Hierarchical/Tree (Pohon) Topologi Hierarchical yang lebih umum dikenal dengan Topologi Tree (Pohon) merupakan pengembangan dari topologi Bus dan juga topologi Bintang dimana media transmisi satu kabel yang bercabang tetapi loop tidak tertutup. Pada topologi Tree dimulai dari suatu titik (Headend) dimana seperti topologi bintang dan dari situlah kemudian beberapa kabel ditarik bercabang lalu pada setiap cabang terhubung ke beberapa terminal dalam bentuk topologi Bus. Topologi Jaringan pohon juga sering disebut dengan topologi jaringan bertingkat dengan beberapa tingkatan simpul atau node. Ciri-ciri Topologi Hierarchical/Tree (Pohon) • Kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus Kelebihan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon) • Dapat membentuk kelompok yang dibutuhkan. Kelemahan Topologi Hierarchical/Tree (Pohon) • Bila simpul pada hirarki lebih tinggi tidak berfungsi atau bermasalah maka kelompok lain yang berada dibawahnya akan menjadi tidak efektif. Topologi Mesh (Tak Beraturan) Topologi Mesh adalah gambaran hubungan langsung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya dimana dibangun dengan memasang link diantara station-station. Topologi Mesh merupakan topologi yang tidak beraturan dan tidak memiliki aturan dalam koneksinya. Ciri-ciri Topologi Mesh • Perangkat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). • Tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan komputer. Kelebihan Topologi Mesh • Data dapat langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa melalui komputer lainnya. • Bila terjadi gangguan koneksi maka gangguan tidak akan mempengaruhi koneksi dengan yang lainnya. • Privacy dan juga secutiry lebih terjamin karena komunikasi hanya terjadi antara dua komputer saja dan tidak bisa diakses oleh kompute yang lainnya. • Identifikasi permasalahan jaringan lebih mudah. Kekurangan Topologi Mesh • Butuh banyak kabel dan juga port input output. • Installasi dan juga konfigurasi lebih sulit. • Memerlukan space yang lebih besar. Jenis-Jenis Topologi logika (logical topology) FDDI ( Fiber Distributed-Data Interface ) FDDI merupakan standar komunikasi data dengan menggunakan fiber optic yang panjangnya sampai dengan 200 km. Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring yang terdiri dari dua Token Ring, yang satu ring berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau saat mengalami masalah kegagalan dalam bekerja. Pada sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps. Token Ring Token Ring merupakan cara akses pada jaringan yang berbasis teknologi ring (gelang), token ring memiliki kemampuan dalam pengiriman data dengan kecepatan 4Mbps dan kemudian meningkat menjadi 16Mbps. Peralatan jaringan secara fisik dengan token ring terhubung dalam konfigurasi Topologi Ring dimana data akan dilewatkan dari peralatan satu ke peralatan yang lain secara berurutan. Ethernet Ethernet merupakan jenis skenario dalam perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer. Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut: • Ethernet II (digunakan untuk TCP/IP, dijelaskan pada pengertian internet menggunakan standar Internet Protocol Suite TCP/IP) • Ethernet 802.3 (digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi 3.11 dan versi sebelumnya) • Ethernet 802.2 (digunakan untuk konektivitas dengan Novell NetWare 3.12 dan versi selanjutnya) • Ethernet SNAP (digunakan sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP) Setiap format frame Ethernet di atas tidak saling cocok/kompatibel satu dengan lainnya sehingga cukup menyulitkan dalam instalasi jaringan yang bersifat heterogen. Untuk mengatasi masalah tersebut maka lakukan konfigurasi terhadap protokol yang digunakan melalui sistem operasi. Menentukan Topologi Jaringan dalam membangun komunikasi hubungan antara komputer bisa didasari dari segi ukuran skala jaringan dipergunakan, pembiayaan, tujuan, dan penggunaannya. 2 17 2 9151 Weblog Artikel Terkait : • Perangkat Keras Komputer Hardware Gambar Fungsi dan MacamnyaPerangkat keras komputer biasa dikenal juga hardware komputer merupakan bagian fisik keseluruhan dari komputer. Pada komputer terdapat komponen-komponen yang s ... Selengkapnya • Antivirus Terbaik 2013, 25 Software Antivirus Terbaik di DuniaAntivirus Terbaik 2013 merupakan produk terbaru software antivirus terbaik di dunia pada saat ini di tahun 2013 yang berguna dalam meningkatkan pertahanan atau ... Selengkapnya • Pengertian Jaringan Komputer Menurut Ahli Lengkap ManfaatnyaJaringan Komputer yaitu sebuah sistem terdiri dari beberapa komputer dan perangkat jaringan lainnya yang didesain saling terhubung menggunakan protokol komunik ... Selengkapnya • Pengertian Komputer, Definisi Komputer Menurut Para AhliPengertian Komputer telah mengalami banyak perkembangan dari yang pada awalnya digunakan untuk menyebutkan orang yang dalam pekerjaannya melakukan perhitungan ... Selengkapnya • Pengertian Internet, Fungsi Internet, Sejarah Jaringan InternetPengertian internet memiliki arti pemahaman yang cukup luas dimana kata internet itu sendiri merupakan singkatan kata dari interconnection-networking, bila dij ... Selengkapnya

MAKALAH PENERAPAN KETERAMPILAN MENULIS

MAKALAH PENERAPAN KETERAMPILAN MENULIS Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Disusun Oleh : Nopemberianus Lahagu SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKAN DAN KOMPUTER SUMEDANG 14 DESEMBER 2012 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kepda Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan nikmatnya kepada kita semua,makalah yang berjudul Penerapan Keterampilan Menulis ini di maksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata Bahasa Indonesia telah berhasil kami selesaikan tepat pada waktunya. Dalam penyelesaian makalah ini kami banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak secara moril maupun finansial,oleh karena itu dalam kesempatan ini menghanturkan selayaknya penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1. Ibu Sulyati, Dra. M.pd selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia. 2. Orangtua tercinta yang telah memberi dorongan baik moril maupun materil. 3. Rekan-rekan yang telah menjadi teman diskusi dalam penulisan makalah ini. 4. Semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat mungkin penulis di sebutkan satu persatu. Kami menyadari dalam penulisan makalah ini,masih bayak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu kriti dan saran, kami harapkan dari semua pihak yang bersifat membangun demi perbaikan di masa mendatang.Untuk itu penulis mengharapkan kepada kita semua agar makalah Bahasa Indonesia ini,bermafaat dan berguna bagi kita semua.serta untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Sumedang, 14 Desember 2012 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………....i DAFTAR ISI ………….……………………………………....................................ii BAB I Pendahuluan…………………………………………………………………iii 1.1. Latar Balakang Masalah..…………………………………………………..iii 1.2. Rumusan Masalah…………………………………………….....................iv 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………………………...…iv BAB II. Pembahasan………………………………………………….......................1 2.1 Penulisan Resensi Buku……………………………………………………..1 2.2 Penulisan Makalah…………………………………………………………..3 2.3 Penulisan Makalah Diskusi………………………………………………….6 2.4 Penulisan Ringkasan…………………………………………………………8 2.6 Penulisan Laporan Penelitian………………………………………………..10 BAB III. PENUTUP 3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………..15 Daftar Pustaka……………………………………………………………………….16 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan ekspresi dalam bentuk tulisan walaupun menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa, tetapi dalam proses pembelajaran bahasa tidak mungkin dipisahkan dengan keterampilan berbahasa yang lain seperti mendengarkan, berbicara dan membaca. Keempat keterampilan berbahasa itu terdapat saling melengkapi. Sebagaimana dalam kurikulum 2004 (KBK) yang kemudian disempurnakan dengan kurikulum 2006 (KTSP) mata pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas (SMA) disebutkan bahwa salah satu tujuan pengajaran bahasa Inggris adalah mengembangkan kemampuan dalam bahasa tersebut, dalam bentuk lisan dan tulis. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Berkomunikasi secara lisan dan tulis dengan menggunakan ragam bahasa yang sesuai secara lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan atau monolog yang melibatkan wacana berbentuk, deskriptif, naratif, spoofl, recount, prosedur, report, news item, anekdot, eksposisi, explanation, discussion, commentary, dan review dengan variasi ungkapan makna interpersonal, ideasional, dan tekstual sederhana (Depdiknas, 2004:8). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkam latar belakang diatas penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu : 1. Bagaimana cara penulisan resensi buku? 2. Bagaimana cara pembuatan makalah? 3. Bagaimana cara pembuatan makalah diskkusi? 4. Bagaimana cara penulisan ringkasan? 5. Bagaimana cara pembuatan laporan penelitian? 1.3 Tujuan Penulisan Adapun penulisan makalah ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui bagaimana cara penulisan resensi buku. 2. Mengetahui bagaimana cara pembuatan makalah. 3. Mengetahui bagaimana cara pembuatan makalah diskusi. 4. Mengetahui bagaimana cara penulisan ringkasan. 5. Mengetahui bagaimana cara pembuatan laporan penelitian. 6. Memenuhi salah satu tugas matakuliah Bahasa Indonesia. BAB 2 Pembahasan PENERAPAN KETERAMPILAN MENULIS 1. Penulisan Resensi Buku Keterampilan menulis resensi merupakan salah satu keterampilan menulis yang patut ditekuni. Resensi buku tersebut juga tinjauan buku, timbangan buku, dan bedah buku. Resensi juga termasuk karangan yang bersifat factual informatik, dan termasuk kedalam rumpun ulasan. Resensi adalah suatu tulisan atau tulisan mengenai nilai sebuah karya atau buku. Resensi bertujuan untuk menyampaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya mempunyai nilai-nilai kebermanfaatan yang berguna bagi pembaca atau masyarakat. Dalam resensi, penulisan harus menyampaikan dua hal penilaian atau pertimbanagannya, yakni nilai literer dan manfaat untuk hidup. Nilai literer merupakan kandungan isi buku secara factual dan informative sedangkan nilai kebermanfaatan merupakan hasil interpretasi penulisan resensi terhadap isi buku. Seseorang yang telah mampu menulis resensi berarti ia memiliki pengetahuan yang luas. Dengan pengetahuannya, ia mampu mengupas , membahas, dan memberikan penilaian terhadap sebuah buku, baik ilmiah maupun nonilmiah. Melalui tulisan resensi, kita mendapatkan informasi awal mengenai buku yang layak untuk dibaca. Resensi buku berisi identitas buku, pokok-pokok isi buku, dan penilaian tentang kelebihan dan kekurangan buku. Meresensi buku tidaklah mudah Karena memerlukan ketelitian dan keakuratan analisis. Secara rinci resensi berisi hal-hal sebagai berikut : 1. Jenis buku (keagamaan, tarikh, fiksi, dan lain-lain); 2. Pokok pembicaraan (topik umum); 3. Aspek khusus yang dibahas dan tujuan pengarang; 4. Tema atau tesis buku (pendirian atau tafsiran pokok pengarang tentang aspek khusus yang dibahas); 5. Teknik dan struktur penyajian tulisan; 6. Gaya menulis; 7. Hal ikhwal pengarang; asal usul, reputasi, pendidikan, latar belakang, penulisan buku, karya-karyanya, dsb; 8. Sasaran buku atau pembaca buku yang dituju; 9. Ringkasan isi buku; argumen-argumen utama, alasan-alasan utama, dan sebagainya, yang mendukung pendirian pendapatan penulis resensi dalam memberikan penilaian atau pertimbangannya. Fakta-fakta tersebut harus dikemukakan sacara jujur dan lugas. Setelah penulis resensi melaporkan dan menaggapi isi buku, kemudian dilanjutkan dengan memberikan penilaian terhadap manfaat buku bagi pembaca atau masyarakat secara umum yang dituju oleh buku tersebut. Untuk itu, penulisan resensipun perlu memiliki buku sebagai bahan untuk diresensi. Penulis resensi hendaknya jeli dalam mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap buku-buku. Contoh RESENSI Judul Buku : “Local Hero” Itu Bernama Frida Kahlo Oleh : Tasyriq Hifzhillah Judul Buku : Frida Judul Asli : A Novel Based on The Life of Frida Kahlo Penulis : Barbara Mujica Penerjemahan : Nuraini Juliastuti Penerbit : Bentang, Jogjakarta Cetakan : I, 2004 Tebal : xxi + 795 Halaman A Novel Based on The Life of Frida Kahlo 2. Penulisan Makalah 1. Pengertian Istilah makalah sangat akrab ditelinga kita. Makalah dipadankan dengan istilah term paper, library paper, atau research paper. Istilah term paper menunjukan bahwa makalah perkuliahan dibuat sebagai syarat kelulusan sebuah mata kuliah tertentu pada akhir semester. Istilah library paper menunjukan bahwa makalah perkuliahan itu bersumber pada buku-buku / pustaka yang diwajibkan oleh dosen dan yang dicari sendiri oleh mahasiswa. Dengan kewajiban itu, mahasiswa harus belajar sendiri dengan membaca buku-buku dan kemudian mengutarakan apa yang dibaca dan diolah didalam pikirannya melalui karangan yang disajikan dalam kertas A4 atau folio. Istilah research paper menunjukan bahwa makalah perkuliahan itu harus ditangani secara sungguh-sungguh (mencari dan meneliti segala segi dan latar belakang masalah) dan secara bertanggung jawab (segala sesuatu pertanggung jawabkan dengan sistem catatan kaki dan bibliografi) dan secara kolaboratif (dengan semangat kerjasama). Kerjasama itu diwujudkan dengan adanya catatan kaki dan bibliografi (daftar pustaka). Orang lain yang kelak akan membaca makalah perkuliaahan itu akan memperoleh manfaat dari catatan kaki dan bibliografi untuk penelitiannya sendiri. Berkat adanya kerjasama itulah ilmu pengetahuan dapat dikembangkan peset dan luas sehingga dapat membawa perubahan hidup manusia. Makalah perkuliahan termasuk pada golongan karangan karya ilmiah. Ilmu bercirikan empiris, sistematis, logis, objektif, rasional, dan komunikatif. Oleh karena itu, karangan ilmiah pun bercirikan seperti ciri-ciri ilmu. Jadi karangan ilmiah harus barsifat ilmiah, empiris, sistematis, logis, objektif, rasional, dan komunikatif. Karangan ilmiah adalah karangan yang menyampaikan hasil-hasil penelitia (lapangan, laboratorium, atau pustaka) yang telah dilakukan menurut cara-cara yang lazim dipergunakan oleh sarjana-sarjana di dalam dunia ilmu pengetahuan / bidang ilmu pengetahuan tertentu. Definisi lainnya menyatakan bahwa karya ilmiah adalah karangan yang ditulis berdasarkan kenyataan ilmiah yang didapatkan dari penyelidikan-penyelidikan : penyelidikan pustaka, laboratorium dan lapangan. Pada dasarnya karangan ilmiah ditulis sesudah timbulnya suatu masalah yang diikuti dengan pengumpulan kenyataan tentang masalah tersebut,analisis atau pengolahan data, dan kesimpulan yang didapat dari analisis tersebut. Dengan kata lain, karangan ilmiah adalah suatu karangan yang memuat suatu masalah yang timbul, data tentang masalah tersebut, analisis atau pengulangan dan pembahasan, dan kesimpulan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa makalah perkuliahan adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca bahwa masalah yang ditulis dilengkapi dengan penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis untuk diketahui dan diperhatikan. Makalah mahasiswa, sebagai karangan ilmiah, termasuk dalam rumpun karangan kependidikan, yaitu karangan yang ditulis untuk meraih gelar akademik atau untuk meningkatkan proses pembelajaran atau juga untuk menyediakan refernsi. Disamping itu, karangan mahasiswa pun biasa ditulis untuk memperoleh gelar akademi. Sebagai salah satu macam karangan pendidikan, makalah perkuliahan melatih kita untuk mempertajam pikiran dengan daya analisis dan interpretasi atas data-data yang kita peroleh; makalah perkuliahan merupakan pengembangan objektif terhadap suatu gagasan pokok (tesis) yang kita punyai. Memang pengembangan gagasan pokok itu harus didukung oleh asumsi, teori, fakta, data, dan informasi yang kita peroleh dari orang atau pihak lain yang kompeten. Akan tetapi, hasil karangan keseluruhan harus merupakan suatu yang orisinal dari diri penulis sendiri. Daya analisis dan interpretasi makin tajam bila dihadapkan pada gagasan-gagasan orang lain yang berbeda atau bahkan bertentangan. 2. Jenis Makalah Berdasarkan jenis dan sifat penalaran yang diguunakan,makalah dapat dibedakan menjadi 3 macam,yaitu: makalah deduktif, makalah induktif, makalah campuran. a) Makalah Deduktif; makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian pustaka (teoretis) yang relevan dengan masalah yang dibahas. b) Makalah Induktif; makalah yang penulisannya didasarkan pada data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. c) Makalah Campuran; makalah yang penulisannya didasarkan kajian teoritas digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas . 3. Tujuan Pembuatan Makalah Tujuan mahasiswa membuat makalah tidak sama persis dengan tujuan membuat skripsi. Tujuan utama mahasiswa membuat makalah adalah untuk membiasakan mahasiswa mengenal masalah yang dihadapi dikampus dan berani mencoba untuk mencari alternative pemecahannya. Dengan terbiasa melakukan refleksi pada apa yang dilakukan, mahasiswa diharapkan akan terbiasa melakukan pemecahan masalah, inovasi, peduli pada permasalahan dikampus, serta terbisa membuat laporan ilmiah. Jumlah halaman makalah tidak terlalu banyak seperti halnya skripsi, tetapi berkisar antara 30 halaman. 4. Sistematika Sistematika penulisan makalah terdiri dari : a) Judul Makalah b) Kerangka Makalah c) Teknik Penulisan Teknik Penulisan makalah berpedoman pada teknik penulisan karya tulis yang dibuat dikampus. 5. Langkah-Langkah Penyusunan Makalah Perkuliahan/ Karangan Ilmiah Penyusunan makalah perkuliahan atau karya tulis ilmiah memerlukan ketelitian dan keluasan cakrawala ilmu. Karena makalah perkuliahan atau karya tulis ilmiah merupakan suatu karya tulis yang logis, objektif, dan empiris, maka perlu disusun dengan tahap-tahap yang sistematis. a) Memilih sebuah pokok soal (topik). b) Mencari apakah terdapat bahan-bahan sumber yang autoritatif. c) Membatasi pokok soal yang akan dibicarakan. d) Menentukan suatu tesis percobaan. e) Mencari di perpustakaan judul buku atau artikel yang dibicarakan. f) Mengumpulkan buku-buku bacaan yang akan digunakan sebagai sumber. g) Mencatat tiap judul buku/bacaan pada sebuah kartu bibiliografi, lengkap dengan data nama pengarang dan publikasinya. h) Membaca buku-buku bacaan/bacaan-bacaan sumber dengan membuat catatan-catatan, misalnya membuat catatan dengan system kartu. i) Menata bahan-bahan yang terkumpul berupa catatan-catatan itu menjadi suatu garis besar (kerangka karangan atau out line). j) Merumuskan tesis final k) Menyusun kerangka karangan yang final. l) Menulis draft pertama karangan (karangan sementara) m) Beristirahatlah untuk mengerjakan sesuatu yang lain, misalnya mengunjungi sahabat, menonton film, berekreasi, tidur, dan sebagainya. n) Merevisi karangan. o) Menulis ulang menjadi naskah karangan. 6. Penyajian Data-data yang telah diolah disajikan sekurang-kurangnya dengan tatanan sebagaiberikut: a) Judul/Halaman Judul b) Kerangka (outline) c) Isi d) Catatan Akhir (bila dipakai system ini) e) Lampiran (kalau ada) f) Daftar Pustaka a) PENULISAN MAKALAH DISKUSI 1. Pendahuluan Penulisan makalah diskusi merupakan kegiatan yang sangat rutin dalam kehidupan akademik. Diskusi tidak akan berjalan dengan lancer apabila tidak disertai dengan makalah. Oleh karena itu, menjadi sebuah keniscayaan bagi insan akademi untuk menguasai sistematika dan tata laksana penulisan makalah. Pola dasar makalah adalah adanya masalah, bahasan dan pemecahan masalah merupakan ruhnya makalah sebab masalah akan mengarahkan kerangka dan pengembangan pikiran cakrawalakeilmuan penulisan makalah akan tampak pada saat penulis membahas permasalahan dengan menggunakan sudut pandang, disiplin ilmu, dan kemampuan mengorganisasikannya pada bahasan. Pemecahan adalah sodoran ide-ide yang terkemas dalam makalah diskusi. Pemecahan masalah pun merupakan jawaban atas masalah yang dirumuskan dengan menggunakan khazanah keilmuan dengan sistematika tertentu. 2. Sistematika Umum Makalah Dalam sistematika makalah tidak ada patokan buku. Pada beberapa contoh makalah diskusi, ditemukan keragaman bantuk dan sistematika. Penulis makalah diskusi dapat berkreasi dan menyusun berdasarkan sistematika tertentu tanpa menghilangkan 3 unsur pokok tadi yaitu masalah, bahasan, dan pemecahan. Bberikut ini disajikan satu contoh sistematika makalah diskusi. A. Judul Makalah 1. Mamilah salah satu judul yang disediakan. 2. Ditulis dengan huruf capital dan disusun secara simetris. 3. Contoh judul : KETERAMPILAN MENULIS B. Kerangka Makalah 4. Kata Pengantar (tanpa nomor bab) berisi uraian singkat tentang : a. Alasan, maksud tujuan penulisan makalah. b. Tanggal penulisan, tanda tangan, dan nama ketua tim (apabila dikerjakan secara berkelompok). 5. Daftar isi (tanpa nomor bab) berisi uraian singkat tentang : a. Pokok-pokok isi makalah. Mulai dari kata pengantar sampai daftar pustaka b. Disusun sacara kronologis 6. Pendahuluan : (diberi nomor bab I) memuat hal-hal berikut : a. Batas pengertian istilah b. Arti pentingnya judul / topic c. Sudut pandang pendekatan 7. Permasalahan : (diberi nomor bab II) memuat uraian tentang . a. Latar belakang masalah b. Perumusan masalah c. Factor pendukung d. Factor penghambat 8. Pembahasan : (diberi nomor bab III) memuat uraian tentang. a. Masalah : yang dihadapi dan diusahakan cara pemecahannya. b. Cara pemecahan masalah : yaitu bagaimana konsepsi pemakalah yang diajukan untuk memecahkan masakah 9. Penutup : (diberi nomor bab IV) memuat uraian tentang. a. Kesimpulan yang ditarik dari hasil pemaparan yang dibentangkan pada bab sebelumnya b. Saran-saran apa yang akan diajukan sehubungan dengan upaya pemecahan masalah tersebut 10. Daftar Pustaka : (tanpa nomor bab) memuat daftar buku / majalah / surat kabar / jurnal / karya tulis yang dijadikan sumber penulisan penulisan tersebut. C. Teknik Penulisan a. Makalah ditulis dengan tulisan tangan atau diketik, tebal makalah menurut kebutuhan minimal 1.000 kata. b. Dibawah judul harap disebutkan nama-nama tim penyusun beserta nim. c. Ketentuan-ketentuan khusus biasanya berdasarkan ketentuan pedoman atau panduan penulisan karya ilmiah masing-masing perguruan tinggi. 3. Menentukan Masalah. Masalah merupakan hal pokok yang perlu dirumuskan terlebih dahulu dalam makalah. Makalah akan sangat menentukan kualitas dan ruang lingkup pembahasan. Masalah dapat diperoleh melalui (1) kontemplasi, (2) pengalaman, (3) observasi, (4) penelitian, (5) diskusi dan seminar, (6) membaca. D. PENULISAN RINGKASAN Wacana yang terlalu panjang, sering membuat kita malas untuk membacanya. Hal tersebut dikarenakan wacana yang panjang memuat banyak sekali ide-ide pokok didalamnya., untuk itu kita harus menemukan sebuah cara untuk menuliskan ide pokok dalam sebuah tulisan. Meringkas bisa diartikan menulis kembali suatu bacaan dalam bentuk yang lebih singkat atau pendek sebab pada dasarnya berisi kumpulan beberapa gagasan utama. Melalui ringkasan, kita dapat mengingat inti dari bacaan tersebut lebih lama. Ringkasan dapat berdiri sendiri sebagai sebuah bacaan bukan sebagai bagian dari resensi atau kritik. Secara teknis tedapat tiga macam ringkasan. Pertama, ringkasan yang benar-benar singkat dan padat yang disebut abstrak atau sari karangan. Kedua, précis. Précis atau ringkasan strict sensu ialah hasil penyarian isi suatu tulisan dengan kata-kata sendiri sejauh mungkin. Précis hanya merangkum pikiran-pikiran utama, dengan mengesampingkan detail-detail, contoh-contoh, ilustrasi-ilustrasi dan hal-hal yang spesifik. Ketiga yaitu ikhtisar. Penulisan ikhtisar dapat pilihan; meringkas dengan mengikuti tatanan karangan aslinya atau meringkas dengan menggunakan tatanan sendiri tanpa mengikuti tatanan tulisan aslinya. Keleluasaan menulis ikhtisar hanya pada tujuan, tatanan, dan banyaknya informasi yang akan ditulis. Akan tetapi, segala bentuk ringkasan tidak boleh memuat sesuatu yang tigak terkandung dalam karanagn yang diringkas. Terdapat dua teknik yang digunakan dalam menulis ringkasan, yakni pemadatan dan penghapusan. 1. Pemadatan Pemadatan dalam tulisan dimaksudkan untuk memilih inti sari atau pikiran pokok-pikiran pokok bacaan. Dengan memadatkan isi bacaan. Ringkasan hanya memuat gagasan-gagasan yang penting saja; semua hal yang merupakan tambahan atau penjelasan tidak dicantumkan.. seperti layaknya sebuah pohon yang rindang, apabila kita bermaksud meringkasnya, maka kita memotong dahan, ranting serta daun-daunnya sehingga hanya tinggal pohonnya saja. Cara-cara pokok untuk memadatkan isi bacaan dapat dilakukan dengan cara berikut ini : a. Menggunakan frasa untuk mengganti serangkaian klausa atau kalimat. Gagasan-gasan yang diungkapkan dengan menggunakan serangkaian klausa atau kalimat dicakup dengan sebuah frasa. Jadi, frasa ini harus menyatakan gagasan luas yang merangkum hal-hal konkret dan khusus dalam seraingkaian klausa atau kalimat itu. b. Memadatkan dua kalimat atau lebih menjadi satu kalimat. c. Menggunakan satu kata yang merangkum segalanya, yaitu kata yang luas artinya, kata yang boleh dimisalkan sebagai “kendaraan umum”, sebagai “omnibus”, kata-kata yang berkedudukan sebagai superordinat. d. Menggunakan klausa untuk merangkum. e. Menggunakan sebuah kata majemuk atau gabungan kata untuk merangkum. Dalam meringkas, sering kali penggunaan sebuah istilah akan sangat membantu untuk memadatkan dan merangkum banyak konsep, proses, keadaan, atau sifat yang dibicarakan. Istilah dapat berupa sebuah kata atau sebuah gabungan kata. f. Menggunakan generalisai-generalisasi (pernyataan-pernyataan umum) yang merangkum. Membaca satu paragraf yang membicarakan persiapan-persiapan mendengarkan kuliah yang baik. g. Menggunakan kata-kata penghubung (kata-kata pelancar) yang paling singkat. Sebuah ringkasan adalah karangan; jadi harus dapat dibaca lancar dan komunikatif. 2. Penghapusan Tidak semua yang dikatakan dalam sebuah tulisan adalah hal-hal penting dan tidak semua kalimat-kalimat yang menjalin karangan merupakan pikiran-pikiran utama. Ringkasan hanyalah mencakup gagasan pokok karangan dengan pikiran-pikiran utama atau kalimat-kalimat topic yang mendukung atau menjabarkan gagasan pokok karangan itu. Penjabaran-penjabaran lebih lanjut yang merupakan penjelasan-penjelasan tambahan atau sampingan tidak dicantumkan dalam ringkasan. Berikut ini penghapusan yang perlu dilakukan dalam meringkas karangan : a. Semua pengulangan harus dihapuskan. b. Semua bunga bahasa, persamaan, peribahasa, dan sebagainya yang hanya berfungsi sebagai perhiasan bahasa dapat dihapuskan. c. Contoh-contoh, perincian-perincian, ilustrasi-ilustrasi, lukisan-lukisan yang hanya bersifat penjelasan tambahan pada umumnya dapat dihapuskan, kemudian diganti dengan, atau dikelompokan dalam kata-kata yang umum atau definisi-definisi yang luas cakupannya. d. Segala sesuatu yang dianggap tidak penting atau hanya embel-embel saja pun dapat dihapuskan. e. Segala sesuata yang dapat diandaikan, yang dapat diasumsikan scara masuk akal tidak usah dimasukan dalam ringkasan. f. Segala sesuatu atau tuturan yang hanya bersifat pelancar, juga perlu dihapuskan saja. 3. Petunjuk Pelaksanaan Agar ringkasan yang ditulis tersusu dengan baik, maka langkah-langkah dan teknik-teknik berikut ini dapat dijadikan acuan proses penulisan. a. Langkah-langkah 1) Membaca bacaan dengan seksama dua atau tiga kali sehingga dapat memahami isi dan temanya; 2) Membaca perintahnya dengan teliti untuk mengetahui tugas yang harus dikerjakan; 3) Membaca bacaan sekali lagi atau sebagian dari bacaan yang harus diringkas dengan membuat catatan-catatan; 4) Dengan berpedoman pada catatan-catatan itu, cobalah menyusun ringkasan sementara tanpa melihat kembali bacaanya; 5) Membaca kembali ringkasan sementara dengan mengadakan perbaikan-perbaikan. Jika jumlah kata ditentukan, maka jumlah kata disesuaikan dengan perintahnya. 6) Setelah mengadakan perubahan-perubahan, maka tulislah ringkasan tadi. b. Teknik-Teknik Menyusun ringkasan memerlukan kepekaan dan keterampilan-ketermpilan khusus berikut ini : 1) Pikiran-pikiran utama bacaan dipisahkan dari ide-ide yang hanya memperjelas. 2) Ide-ide yang memperjelas disimpulkan secara umum atau digeneralisasikan. 3) Segala sesuatu dikatakan secara langsung. Ringkasan hanya memuat pernyataan-pernyataan yang tegas, lugas, dan langsung. 4) Hendaklah segala sesuatu yang diungkapkan menggunakan kata-kata sendiri kecuali kata-kata yang sama sekali tidak dapat diganti dengan kata-kata sendiri. 5) Pikiran sendiri yang tidak terdapat dalam bacaan tidak boleh ditambahkan. 6) Bahasa yang digunakan harus bahasa bergaya, bahasa yang mengandung gaya sengaja diperbesar daya gunanya. 4. Pedoman Penilaian Untuk menilai baik tidaknya ringkasan, pokok-pokok berikut ini dapat dipertibangkan. a. Apakah semua pikiran utama sudah tercakup dalam jumlah kata yang ditentukan untuk ringkasan? b. Apakah pikiran-pikiran utama itu tersusun dalam rangkaian kalimat yang jalin- menjalin? c. Apakah bahasanya (tata bahasa, ejaan, tanda baca, dsb) terpelihara dengan baik? E. PENULISAN LAPORAN PENELITIAN Laporan penelitian merupakan salah satu karya tulis ilmiah yang digunakan sebagai hasil sebuah kegiatan penelitian. Oleh karena itu, laporan penelitian harus dapat menggambarkan rangkaian proses penelitian. Tidak heran apabila dibandingkan dengan karya tulis ilmiah lainnya, laporan penelitian ini tersaji dengan lebih tebal. Format laporan penelitian biasanya mengikuti aturan atau konvensi tertentu sesuai dengan instansi atau lembaga pendidikan. Akan tetapi, meskipun formatnya beragam, pola laporan penelitian dibangun oleh tiga unsur pokok, yaitu deskripsi, analis, dan interpretasi. Seperti karya tulis lainnya, laporan penelitian pun membutuhkan keterampilan penulisnya untuk menentukan pikiran utama atau gagasan pokok. Gagasan pokok tersebut harus didukung dengan fakta-fakta yang telah dialami atau diamati, data-data dan informasi yang akurat sebagai hasil kegiatan meneliti. Dalam laporan penelitian, fakta-fakta, data-data, dan informasi merupakan sarana untuk membuktikan hipotesis. Apabila hipotesis terbukti dengan fakta-fakta, data-data, dan informasi yang dikumpulkan, maka hipotesis menjadi sebuah simpulan atau sebuah tesis. Simpulan dan tesis inilah yang akan menjadi pikiran utama apabila dianalogikan pada istilah paragraf. Dalam laporan penelitian, kita akan mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan, sebagai langkah pertama pengolahan data. Sebelum mengolah data pun, pada bagian sebelumnya pun kita perlu mendeskripsikan masalah atau topic dan latar belakangnya, tujuan penelitian, hipotesis dan teori-teori yang dipilih, sumber data (populasi dan sempel ), metode dan teknik penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data, alat pengumpul data, dan tingkat kerepresentatifan data menurut jumlah dan mutunya. Selain mendeskripsikan data, laporan penelitian juga mengandung data-data yang diperoleh. Kita akan melihat atau menemukan hubungan data yang satu dengan yang lain : sebab- akibat, hubungan kemanfaatan, hubungan cara, hubungan syarat, dan sebagainya. Sesudah menganalisis hubungan data-data, penulisan laporan penelitian harus menginterpretasikan relevansi analisis terhadap hipotesis dan tujuan penelitian. Berikut ini disajikan beberapa pedoman singkat untuk menulis laporan penalitian : 1) Judul penelitian, sebagai rumusan pokok penelitian, harus dinyatakan dengan singkat, jelas, dan relevan dengan isi laporan sehingga mudah dipahami. Demikian juga dengan sub judul (kalau ada dan perlu). 2) Kata pengantar hendaknya menyatakan : a. Gambaran umum tentang tugas yang diterimadan pengarahan yang diberikan oleh pemberi tugas, b. Gambaran umum tentang pelaksanaan tugas dan hasil yang dicapai, c. Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu, d. Tempat, tanggal penyusunan laporan, e. Nama penanggung jawab penalitian. 3) Abstrak atau ringkasan : merangkum masalah pokok, tujuan, metode, data, dan kesimpulan secara ringkas, padat, dan mudah dipahami. 4) Bab pendahuluan mengemukakan latar belakang dan masalah, tujuan, ruang lingkup, anggapan dasar, hipotesis, teori, sumber data dengan metode dan teknik/alatnya. 5) Pengolahan data, yang berupa deskripsi, analis, dan interpretasi, terdiri atas sub bab, dengan sub-sub babnya : satu subbab untuk deskripsi, stu subbab untuk analis, dan satu subbab untuk interpretasi. Apabila uraian cukup panjang, maka subbab dapat dijadikan bab. 6) Kesimpulan menyatakan kesimpulan tiap satuan analis dan kesimpulan itu tepat, lengkap, dan relevan dengan analis serta masalah penalitian. 7) Dalam bab hambatan dan saran, diuraikan hambatan yang menyangkut langkah kerja dari permulaan sampai akhir : persiapan, pengumpulan data, penyusunan laporan, dan revisi akhir. Saran-saran berkenaan dengan metodologi penelitian, penelitian lanjutan atau penerapan hasil penelitian. 8) Daftar pustaka hendaknya berisi semua pustakayang dijadikan acuan, pegangan, atau landasan penelitian dan penyusunan laporan. 9) Lampiran memuat table yang tidak dimuat dalam teks, gambar, bagan, peta, instrument penelitian, rekaman dalam kaset, pegangan kerja, rancangan penelitian, riwayat hidup penelitian, dan lain-lain yang dianggap perlu. 10) Laporan hendaknya bersifat komunikatif, jelas, dan dapat dipahami. Agar menjadi komunikatif, laporan hendaknya disusun secara logis, sistematis, dan dalam bahasn yang lugas – padat. 11) Laporan penelitian harus ditulis dengan ejaan resmi sesuai dengan ketentuan-ketentuan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. 12) Catatan kaki, kutipan, daftar pusaka harus disusun/ditulis dengan cara yang konsisten. 13) Laporan hendaknya disiapkan, disusun, dan diperiksa kembali (direvisi) secara cermat. Berikut ini disajikan sejumlah pertanyaan yang dapat dijadikan pedoman Dalam menyiapkan, menyusun, dan merevisi laporan penelitian. A. Daftar pertanyaan untuk menganalisis isi laporan. 1. Dalam mengemukakan latar belakang dan masalah, apakah: a) Rumusan masalah telah sesuai dengan ketetapan pegangan kerja? b) Telah diperlihatkan kemanfaatan praktis penelitian? c) Telah diperlihatkan hasil telaah pustaka yang relevan dengan penelitian lain yang sejenis dan jelas pula kemanfaatan keilmuannya? 2. Dalam mengemukakan tujuan penelitian, apakah : a) Telah dinyatakan usaha atau upaya pokok yang hendak dilakukan. b) Telah digmbarkan garis besar hasil yang hendak dicapai? c) Telah diikuti ketentuan dalam pegangan kerja yang ditetapkan dan rancangan penelitian yang disepakati? 3. Dalam mengemukakan ruang lingkup penelitian: a) Telah dijabarkan garis besar ruang lingkup masalah dalam pegangan kerja yang ditetapkan? b) Telah disesuaikan penjabaran itu dengan yang tercantum dalam rancangan penelitian yang disepakati? c) Telah dilakukuan penjabaran secara terperinci? d) Telah dilakukuan penjabaran secara sistematis? e) Telah digunakan istilah-istilah secara tepat dan terperinci? f) Telah dirumuskan istilah-istilah itu dengan tepat? 4. Dalam mengemukakan anggapan dasar, hipotesis, dan teori, apakah: a. Telah dikemukakan anggapan dasar yang sesuai dengan masalah penelitian? b. Telah dikemukakan hipotesis yang dapat menggambarkan langkah-langkah dan arah penelitian yang perlu ditempuh atau telah dikemukakan hipotesis yang dapat menggambarkan kemungkinan jawaban terhadap masalah penelitian? c. Telah dikemukakan teori yang dapat menggambarkan langkah-langkah dan arah analis? d. Telah dikemukakan alas an pemilihan teori? e. Telah dipertimbangkan kesejalannanya dengan tujuan penalitian? 5. Dalam mengemukakan penentuan sumber data, apakah: a. Telah dipaparkan kriteria penentuan jumlah sumber data? b. Telah dipaparkan criteria penantuan mutu sumber data? c. Telah dipertimbangkan kesesuaiannya dengan sifat, tujuan, dan ruang lingkup masalah penalitian? 6. Dalam mengemukakan pengumpulan data, apakah: a. Telah dijelaskan metode dan tekniknya? b. Telah dijelaskan jenis dan kriteria penyusunan alat pengumpulan data sehingga tergambar kegunaan, kesahihan, dan keterpercayaan alat tersebut? c. Telah tergambar kerepresentatifan data yang terkumpul baik dari segi jumlah maupun mutu? 7. Dalam mengemukakan pengolahan data, apakah: a. Telah tergambarkan keseluruhan tahap pengolahan data (deskripsi, analis, interpretasi)? b. Telah tergambarkan kemampuan deskripsi memberikan “isyarat” yang membawa pembaca kepada tahap berikutnya? c. Telah tergambarkan kelengkapan, kekonsistenan analis data? d. Telah dieksipisitkan tiap satuan analis data? e. Telah tergambarkan ketapatan dan kekonsistenan penerapan teori? f. Telah digunakan secara tepat dan konsisten istilah-istilah dalam analisis? g. Telah tergambarkan ketepatan dan kelengkapan kesimpulan tiap satuan dan keseluruhan analis? h. Telah tergambarkan relevansi kesimpulan dengan analis dan masalah penelitian? 8. Dalam mengemukakan hambatan dan saran, apakah: a. Telah diuraikan hambatan yang diperoleh atau dialami sehubungan dengan pelaksanaan pembentukan tim, penyusunan rancangan dan istrumen penelitian, pengumpulan di lapangan, pengolahan data dan penulisan laporan penelitian? b. Telah diuraikan hambatan yang diperoleh atau dialami sehubungan dengan pelaksanaan administrsi dan keuangan? c. Telah diuraikan saran-saran yang berhubungan dengan metodologi, penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, dan saran lain yang relevan dengan hambatan dan yang dianggap perlu? B. Daftar pertanyaan untuk menganalisis penyajian laporan 1. Sehubungan dengan kelengkapan penyajian, apakah: a. Telah menguraikan keseluruhan tahap proses penelitian? b. Telah menguraikan hasil penelitian? c. Telah melampirakan segala sesuatu yang ditentukan dalam pegangan kerja yang diangap perlu? 2. Sehubungan dengan organisasi penyajian, apakah laporan: a. Telah mengikuti bentuk organisasi yang telah ditetapkan? b. Telah mengikuti petunjuk-petunjuk penyusunan tiap bagian laporan? 3. Sehubungan dengan bahasa dan ejaan, apakah laporan: a. Telah meggunakan bahasa yang lugas, padat, dan jelas? b. Telah menerapkan ejaan resmi sebaik-baiknya? 4. Sehubungan dengan penulisan catatan, apakah laporan: a. Telah mengikuti cara penulisan catatan sumber pustaka acuan dalam teks sesuai dengan ketentuan yang diterapkan? b. Telah mengikuti cara penuisan catatan kaki atau catatan tanbahan sasuai dengan ketentuan yang diterapkan? C. Perwajahan dan tata tertib menulis 1. Apakah tata letak dan tata ruang bagian-bagian laporan telah mengikuti ketentuan yang diterapkan? 2. Apakah penomoran halaman, bab, dan subbab telah mengikuti tata letak dan pola yang ditetapkan? 3. Apakah format laporan telah mengikuti ketentuan yang ditetapkan? BAB III PENUTUP III.1 Kesimpulan Penerapan Keterampilan Menulis dapat dibagi dalam keterampilan penulisan resensi buku, penulisan makalah, penulisan makalah diskusi, penulisan ringkasan, dan keterampilan penilisan laporan penelitian. Keterampilan menulis resensi merupakan salah satu keterampilan menulis yang patut ditekuni. Resensi buku tersebut juga tinjauan buku, timbangan buku, dan bedah buku. Penulisan makalah dipadankan dengan istilah term paper, library paper, atau research paper. Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca bahwa masalah yang ditulis dilengkapi dengan penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis untuk diketahui dan diperhatikan. Pola dasar pembuatan makalah diskusi adalah adanya masalah, bahasan dan pemecahan masalah merupakan ruhnya makalah sebab masalah akan mengarahkan kerangka dan pengembangan pikiran cakrawala keilmuan penulisan makalah akan tampak pada saat penulis membahas permasalahan dengan menggunakan sudut pandang, disiplin ilmu, dan kemampuan mengorganisasikannya pada bahasan. Keterampilan meringkas terdapat dua teknik yang digunakan, yakni pemadatan dan penghapusan. Dan keterampilan mampilan penulisnya untuk menentukan pikiran utama atau gagasan pokok. Juga dalam laporan penelitian, kita akan mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan, sebagai langkah pertama pengolahan data. Sebelum mengolah data pun, pada bagian sebelumnya pun kita perlu mendeskripsikan masalah atau topic dan latar belakangnya, tujuan penelitian, hipotesis dan teori-teori yang dipilih, sumber data (populasi dan sempel ), metode dan teknik penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data, alat pengumpul data, dan tingkat kerepresentatifan data menurut jumlah dan mutunya. Daftar Pustaka Hoerudin. Cecep Wahyu dan E. Sulyati. 2010, Pengambangan Kompetensi Bahasa Indonesia, Bandung : CV. Insan Mandiri.

Sabtu, 17 November 2012

organisasi arsitektur komputer.

Pengantar Organisasi Komputer.

Buku ini membahas tentang struktur dan fungsi komputer. Setelah mempelajari buku ini
diharapkan dapat memahami sifat dan karakteristik sistem-sistem komputer yang berkembang
saat ini. Tantangan yang dihadapi adalah adanya bermacam-macam komputer dan perkembangan
yang pesat dibidang komputer, namun demikian konsep dasar organisasi komputer telah
digunakan secara konsisten secara menyeluruh. Buku ini bermaksud untuk memberikan bahasan
lengkap dan mudah tentang dasar-dasar organisasi komputer.

Komputer
Komputer adalah sebuah mesin hitung elektronik yang secara cepat menerima informasi
masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan
dalam komputer tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah.
Daftar perintah tersebut dinamakan program komputer dan unit penyimpanannya adalah memori
komputer.
Dalam bentuk yang paling sederhana komputer terdiri dari lima bagian utama yang
mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Unit-unit tersebut adalah: masukan, memori, aritmetika dan
logika, keluaran dan kontrol seperti pada gambar 1.1

Unit masukan menerima informasi yang yang dikodekan dari operator manusia lewat
alat-alat elektromekanik seperti papan ketik pada suatu terminal video, atau dari komputerkomputer
lain lewat jalur komunikasi digital. Informasi yang diterima dan disimpan dalam
memori untuk dipergunakan kelak, atau langsung diolah oleh rangkaian aritmetika dan logika
untuk melaksanakan operasi yang diinginkan. Langkah-langkah pengolahan ditentukan oleh
program yang disimpan dalam memori. Akhirnya hasil-hasil yang diperoleh dikirimkan kembali
keluar melalui unit keluaran. Seluruh kegiatan ini dikoordinasi oleh unit kontrol.
1.2. Organisasi Komputer
Organisasi Komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit–unit operasional dan
interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek
arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka,
teknologi memori, sistem memori, dan sinyal–sinyal kontrol.
Arsitektur Komputer lebih cenderung pada kajian atribut–atribut sistem komputer yang
terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik
pengalamatan, mekanisme I/O.
Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada
memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan
diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian
organisasional.
Perbedaan Utama
Organisasi Komputer
 Bagian yang terkait erat dengan unit–unit operasional
 Contoh: teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem
memori, dan sinyal–sinyal kontrol
Arsitektur Komputer
 atribut–atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer
 Contoh: set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme
I/O
3
1.3. Struktur dan Fungsi Utama Komputer
1.3.1. Struktur Komputer
Komputer adalah sebuah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar.
Interaksi dengan dunia luar dilakukan melalui perangkat peripheral dan saluran komunikasi.
Dalam buku ini akan banyak dikaji seputar struktur internal komputer. Perhatikan gambar 1.2,
terdapat empat struktur utama:
 Central Processing Unit (CPU), berfungsi sebagai pengontrol operasi komputer dan
pusat pengolahan fungsi – fungsi komputer. Kesepakatan, CPU cukup disebut sebagai
processor (prosesor) saja.
 Memori Utama, berfungsi sebagai penyimpan data.
 I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya.System Interconnection, merupakan sistem yang menghubungkan CPU, memori utama
dan I/O.

 

Gambar 1.2 StrukturDasar Komputer
4
Komponen yang paling menarik namun paling kompleks adalah CPU. Struktur CPU terlihat
pada gambar 1.2, dengan struktur utamanya adalah :
 Control Unit, berfungsi untuk mengontrol operasi CPU dan mengontrol komputer secara
keseluruhan.
 Arithmetic And Logic Unit (ALU), berfungsi untuk membentuk fungsi – fungsi
pengolahan data komputer.
 Register, berfungsi sebagai penyimpan internal bagi CPU.
 CPU Interconnection, berfungsi menghubungkan seluruh bagian dari CPU.
1.3.2. Fungsi Komputer
Fungsi dasar sistem komputer adalah sederhana seperti terlihat pada gambar 1.3. Pada
prinsipnya terdapat empat buah fungsi operasi, yaitu :
 Fungsi Operasi Pengolahan Data
 Fungsi Operasi Penyimpanan Data
 Fungsi Operasi Pemindahan Data
 Fungsi Operasi Kontrol

Gambar 1.3. Fungsi Komputer

Komputer harus dapat memproses data. Representasi data di sini bermacam–macam,
akan tetapi nantinya data harus disesuaikan dengan mesin pemrosesnya. Dalam pengolahan data,komputer memerlukan unit penyimpanan sehingga diperlukan suatu mekanisme penyimpanandata. Walaupun hasil komputer digunakan saat itu, setidaknya komputer memerlukan media

penyimpanan untuk data prosesnya. Dalam interaksi dengan dunia luar sebagai fungsi
pemindahan data diperlukan antarmuka (interface), proses ini dilakukan oleh unit Input/Output
(I/O) dan perangkatnya disebut peripheral. Saat interaksi dengan perpindahan data yang jauh atau
dari remote device, komputer melakukan proses komunikasi data. Gambar 1.4 mengilustrasikan
operasi–operasi komputer. Gambar 1.4a adalah operasi pemindahan data, gambar 1.24 adalah
operasi penyimpanan data, gambar 1.4c dan gambar 1.4d adalah operasi pengolahan data.













 Gambar 1.4. Operasi-operasi Komputer

Garis Besar Buku
Bab 1 Pengantar Organisasi Komputer.
Berisi penjelasan tentang organisasi komputer, perbedaan utama organisasi komputer dengan
arsitektur komputer, struktur dan fungsi utama komputer, konsep dasar operasi komputer, dan
garis besar dari buku yang dipelajari.
Bab 2 Evolusi dan Kinerja Komputer
Berisi penjelasan tentang sejarah teknologi komputer, trend teknologi yang telah membuat unjuk
kerja yang menjadi fokus rancangan sistem komputer, dan meninjau bermacam-macam teknik
dan strategi yang digunakan untuk mencapai unjuk kerja yang seimbang dan efisien,
perkembangan pentium dan powerPC.
Bab 3 Struktur CPU
Berisi penjelasan tentang komponen utama CPU dan Fungsi CPU, pembahasan struktur dan
fungsi internal prosesor, organisasi ALU, control unit dan register, dan fungsi prosesor dalam
menjalankan instruksi-instruksi mesin.
Bab 4 Memori
Berisi penjelasan tentang memori utama komputer, tipe dari memori, waktu dan pengontrolan,
pembetulan kesalahan dan cache memori termasuk didalamnya adalah fungsi pemetaan.
Bab 5 Peralatan Penyimpanan
Berisi penjelasan tentang peralatan penyimpanan data diluar memori utama dan CPU, diantaranya
seperti magnet disk, RAID, Magnet Tape dan Optical Disk.
Bab 6 Unit Masukan dan Keluaran
Berisi penjelasan tentang system komputer unit input/output, prinsip dan teknik untit input/output
dan penjelasan singkat mengenai peralatan luar (External device).
Bab 7 Bus
Berisi penjelasan tentang struktur antar hubungan, bus antar hubungan, elemen dari desain bus,
PCI, SCSI, Fire wire dan USB.
7
Dalam bab ini mula-mula akan dibahas tentang sejarah singkat komputer karena beberapa
diantaranya merupakan dasar dari perkembangan komputer saat ini. Kemudian dibahas mengenai
bermacam-macam teknik dan strategi yang digunakan untuk mencapai unjuk kerja yang
seimbang dan efisien. Terakhir akan dibahas evolusi dua system yang sangat penting pada
komputer saat ini yaitu Pentium dan PowerPC.
2.1. Sejarah Singkat Komputer
2.1.1 Generasi Pertama : Tabung Vakum (1945 – 1955)
ENIAC
ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer), pada tahun 1946 dirancang dan dibuat
oleh John Mauchly dan John Presper Eckert di Universitas Pennsylvania merupakan komputer
digital elektronik untuk kebutuhan umum pertama di dunia. ENIAC dibuat di bawah lembaga
Army’s Ballistics Research Laboratory (BRL). Sebuah badan yang bertanggung jawab dalam
pembuatan jarak dan tabel lintasan peluru kendali senjata baru. Sebelumnya tugas ini dilakukan
oleh kurang lebih 200 personil dengan menggunakan kalkulator untuk menyelesaikan persamaan
matematis peluru kendali yang memakan waktu lama.
ENIAC mempunyai berat 30 ton, bervolume 15.000 kaki persegi, dan berisi lebih dari
18.000 tabung vakum. Daya listrik yang dibutuhkan sebesar 140 KW. Kecepatan operasi
mencapai 5.000 operasi penambahan per detik. ENIAC masih merupakan mesin desimal,
representasi data bilangan dalam bentuk desimal dan arimetiknya dibuat dalam bentuk desimal.
Memorinya terdiri atas 20 akumulator, yang masing – masing akumulatornya mampu
menampung 10 digit desimal. Setiap digit direpresentasikan oleh cincin yang terdiri atas 10 buah
tabung vakum. Kekurangan utama mesin ini adalah masih manual pemrogramannya, yaitu
dengan menyetel switch – switch, memasang dan menanggalkan kabel – kabelnya. ENIAC
selesai pada tahun 1946 sejak proposal diajukan tahun 1943, sehingga tahun 1946 merupakan
gerbang bagi zaman baru komputer elektronik

Garis Besar Buku
Bab 1 Pengantar Organisasi Komputer.
Berisi penjelasan tentang organisasi komputer, perbedaan utama organisasi komputer dengan
arsitektur komputer, struktur dan fungsi utama komputer, konsep dasar operasi komputer, dan
garis besar dari buku yang dipelajari.
Bab 2 Evolusi dan Kinerja Komputer
Berisi penjelasan tentang sejarah teknologi komputer, trend teknologi yang telah membuat unjuk
kerja yang menjadi fokus rancangan sistem komputer, dan meninjau bermacam-macam teknik
dan strategi yang digunakan untuk mencapai unjuk kerja yang seimbang dan efisien,
perkembangan pentium dan powerPC.
Bab 3 Struktur CPU
Berisi penjelasan tentang komponen utama CPU dan Fungsi CPU, pembahasan struktur dan
fungsi internal prosesor, organisasi ALU, control unit dan register, dan fungsi prosesor dalam
menjalankan instruksi-instruksi mesin.
Bab 4 Memori
Berisi penjelasan tentang memori utama komputer, tipe dari memori, waktu dan pengontrolan,
pembetulan kesalahan dan cache memori termasuk didalamnya adalah fungsi pemetaan.
Bab 5 Peralatan Penyimpanan
Berisi penjelasan tentang peralatan penyimpanan data diluar memori utama dan CPU, diantaranya
seperti magnet disk, RAID, Magnet Tape dan Optical Disk.
Bab 6 Unit Masukan dan Keluaran
Berisi penjelasan tentang system komputer unit input/output, prinsip dan teknik untit input/output
dan penjelasan singkat mengenai peralatan luar (External device).
Bab 7 Bus
Berisi penjelasan tentang struktur antar hubungan, bus antar hubungan, elemen dari desain bus,
PCI, SCSI, Fire wire dan USB.
7
Dalam bab ini mula-mula akan dibahas tentang sejarah singkat komputer karena beberapa
diantaranya merupakan dasar dari perkembangan komputer saat ini. Kemudian dibahas mengenai
bermacam-macam teknik dan strategi yang digunakan untuk mencapai unjuk kerja yang
seimbang dan efisien. Terakhir akan dibahas evolusi dua system yang sangat penting pada
komputer saat ini yaitu Pentium dan PowerPC.
2.1. Sejarah Singkat Komputer
2.1.1 Generasi Pertama : Tabung Vakum (1945 – 1955)
ENIAC
ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer), pada tahun 1946 dirancang dan dibuat
oleh John Mauchly dan John Presper Eckert di Universitas Pennsylvania merupakan komputer
digital elektronik untuk kebutuhan umum pertama di dunia. ENIAC dibuat di bawah lembaga
Army’s Ballistics Research Laboratory (BRL). Sebuah badan yang bertanggung jawab dalam
pembuatan jarak dan tabel lintasan peluru kendali senjata baru. Sebelumnya tugas ini dilakukan
oleh kurang lebih 200 personil dengan menggunakan kalkulator untuk menyelesaikan persamaan
matematis peluru kendali yang memakan waktu lama.
ENIAC mempunyai berat 30 ton, bervolume 15.000 kaki persegi, dan berisi lebih dari
18.000 tabung vakum. Daya listrik yang dibutuhkan sebesar 140 KW. Kecepatan operasi
mencapai 5.000 operasi penambahan per detik. ENIAC masih merupakan mesin desimal,
representasi data bilangan dalam bentuk desimal dan arimetiknya dibuat dalam bentuk desimal.
Memorinya terdiri atas 20 akumulator, yang masing – masing akumulatornya mampu
menampung 10 digit desimal. Setiap digit direpresentasikan oleh cincin yang terdiri atas 10 buah
tabung vakum. Kekurangan utama mesin ini adalah masih manual pemrogramannya, yaitu
dengan menyetel switch – switch, memasang dan menanggalkan kabel – kabelnya. ENIAC
selesai pada tahun 1946 sejak proposal diajukan tahun 1943, sehingga tahun 1946 merupakan
gerbang bagi zaman baru komputer elektronik



Garis Besar Buku
Bab 1 Pengantar Organisasi Komputer.
Berisi penjelasan tentang organisasi komputer, perbedaan utama organisasi komputer dengan
arsitektur komputer, struktur dan fungsi utama komputer, konsep dasar operasi komputer, dan
garis besar dari buku yang dipelajari.
Bab 2 Evolusi dan Kinerja Komputer
Berisi penjelasan tentang sejarah teknologi komputer, trend teknologi yang telah membuat unjuk
kerja yang menjadi fokus rancangan sistem komputer, dan meninjau bermacam-macam teknik
dan strategi yang digunakan untuk mencapai unjuk kerja yang seimbang dan efisien,
perkembangan pentium dan powerPC.
Bab 3 Struktur CPU
Berisi penjelasan tentang komponen utama CPU dan Fungsi CPU, pembahasan struktur dan
fungsi internal prosesor, organisasi ALU, control unit dan register, dan fungsi prosesor dalam
menjalankan instruksi-instruksi mesin.
Bab 4 Memori
Berisi penjelasan tentang memori utama komputer, tipe dari memori, waktu dan pengontrolan,
pembetulan kesalahan dan cache memori termasuk didalamnya adalah fungsi pemetaan.
Bab 5 Peralatan Penyimpanan
Berisi penjelasan tentang peralatan penyimpanan data diluar memori utama dan CPU, diantaranya
seperti magnet disk, RAID, Magnet Tape dan Optical Disk.
Bab 6 Unit Masukan dan Keluaran
Berisi penjelasan tentang system komputer unit input/output, prinsip dan teknik untit input/output
dan penjelasan singkat mengenai peralatan luar (External device).
Bab 7 Bus
Berisi penjelasan tentang struktur antar hubungan, bus antar hubungan, elemen dari desain bus,
PCI, SCSI, Fire wire dan USB.
7
Dalam bab ini mula-mula akan dibahas tentang sejarah singkat komputer karena beberapa
diantaranya merupakan dasar dari perkembangan komputer saat ini. Kemudian dibahas mengenai
bermacam-macam teknik dan strategi yang digunakan untuk mencapai unjuk kerja yang
seimbang dan efisien. Terakhir akan dibahas evolusi dua system yang sangat penting pada
komputer saat ini yaitu Pentium dan PowerPC.
2.1. Sejarah Singkat Komputer
2.1.1 Generasi Pertama : Tabung Vakum (1945 – 1955)
ENIAC
ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer), pada tahun 1946 dirancang dan dibuat
oleh John Mauchly dan John Presper Eckert di Universitas Pennsylvania merupakan komputer
digital elektronik untuk kebutuhan umum pertama di dunia. ENIAC dibuat di bawah lembaga
Army’s Ballistics Research Laboratory (BRL). Sebuah badan yang bertanggung jawab dalam
pembuatan jarak dan tabel lintasan peluru kendali senjata baru. Sebelumnya tugas ini dilakukan
oleh kurang lebih 200 personil dengan menggunakan kalkulator untuk menyelesaikan persamaan
matematis peluru kendali yang memakan waktu lama.
ENIAC mempunyai berat 30 ton, bervolume 15.000 kaki persegi, dan berisi lebih dari
18.000 tabung vakum. Daya listrik yang dibutuhkan sebesar 140 KW. Kecepatan operasi
mencapai 5.000 operasi penambahan per detik. ENIAC masih merupakan mesin desimal,
representasi data bilangan dalam bentuk desimal dan arimetiknya dibuat dalam bentuk desimal.
Memorinya terdiri atas 20 akumulator, yang masing – masing akumulatornya mampu
menampung 10 digit desimal. Setiap digit direpresentasikan oleh cincin yang terdiri atas 10 buah
tabung vakum. Kekurangan utama mesin ini adalah masih manual pemrogramannya, yaitu
dengan menyetel switch – switch, memasang dan menanggalkan kabel – kabelnya. ENIAC
selesai pada tahun 1946 sejak proposal diajukan tahun 1943, sehingga tahun 1946 merupakan
gerbang bagi zaman baru komputer elektronik

John Van Neumann seorang ahli matematika
yang merupakan konsultan pembuatan ENIAC
pada tahun 1945 mencoba memperbaiki
kelemahan ENIAC dengan rancangan
komputer barunya, bernama EDVAC
(Electronic Discrete Variable Computer)
dengan konsep program tersimpan (storedprogram
concept)
Tahun 1946 komputer dengan stored-program concept dipublikasikasikan, yang
kemudian di kenal dengan Komputer IAS (Computer of Institute for Advanced Studies). Struktur
komputer IAS terlihat pada gambar 2.1. Komputer ini terdiri :
• Memori Utama, untuk menyimpan data maupun instruksi.
• Arithmetic Logic Unit (ALU), untuk mengolah data binner.
• Control Unit, untuk melakukan interpretasi instruksi – instruksi di dalam memori
sehingga adanya eksekusi instruksi tersebut.
• I/O, untuk berinteraksi dengan lingkungan luar.


Gambar 2.1 Struktur Komputer IAS
Memori IAS terdiri atas 1.000 lokasi penyimpanan yang disebut word. Word terdiri atas
40 binary digit (bit). Data maupun instruksi disimpan dalam memori ini, sehingga data maupun
instruksi harus dikodekan dalam bentuk biner. Format memori terlihat pada gambar 2.2. Setiap
bilangan terdiri atas sebuah bit tanda dan 39 bit nilai. Sebuah word terdiri atas 20 bit instruksi
dengan masing – masing 8 bit kode operasi (op code) dan 12 bit alamat.


Gambar 2.2 Format memori IAS
Struktur detail komputer IAS disajikan dalam gambar 2.3. Gambar ini menjelaskan
bahwa baik unit kontrol maupun ALU berisi lokasi – lokasi penyimpanan, yang disebut register,
yaitu :
• Memory Buffer Register (MBR), berisi sebuah word yang akan disimpan di dalam memori atau
digunakan untuk menerima word dari memori.
• Memory Address Register (MAR), untuk menentukan alamat word di memori untuk dituliskan
dari MBR atau dibaca oleh MBR.
• Instruction Register (IR), berisi instruksi 8 bit kode operasi yang akan dieksekusi.
• Instruction Buffer Register (IBR), digunakan untuk penyimpanan sementara instruksi sebelah
kanan word di dalam memori.
• Program Counter (PC), berisi alamat pasangan instruksi berikutnya yang akan diambil dari
memori.
• Accumulator (AC) dan Multiplier Quotient (MQ), digunakan untuk penyimpanan sementara
operand dan hasil ALU. Misalnya, hasil perkalian 2 buah bilangan 40 bit adalah sebuah
bilangan 80 bit; 40 bit yang paling berarti (most significant bit) disimpan dalam AC dan 40 bit
lainnya (least significant bit) disimpan dalam MQ.
IAS beroperasi secara berulang membentuk siklus instruksi. Komputer IAS memiliki 21
instruksi, yang dapat dikelompokkan seperti berikut ini :
• Data tranfer, memindahkan data di antara memori dengan register – register ALU atau antara
dua register ALU sendiri.
• Unconditional branch, perintah – perintah eksekusi percabangan tanpa syarat tertentu.
• Conditional branch, perintah – perintah eksekusi percabangan yang memerlukan syarat tertentu
agar dihasilkan suatu nilai dari percabangan tersebut.
• Arithmetic, kumpulan operasi – operasi yang dibentuk oleh ALU.
• Address Modify, instruksi – instruksi yang memungkinkan pengubahan alamat saat di komputasi
sehingga memungkinkan fleksibilitas alamat yang tinggi pada program


 Gambar 2.3 Struktur detail komputer IAS
Komputer Komersial
Tahun 1950 dianggap sebagai tahun kelahiran industri komputer dengan munculnya 2 buah
perusahaan yang saat itu mendominasi pasar, yaitu Sperry dan IBM.
Tahun 1947, Eckert dan Mauchly mendirikan Eckert-Mauchly Computer Corporation
untuk memproduksi komputer secara komersial. Komputer pertama yang mereka hasilkan adalah
UNIVAC I (Universal Automatic Computer). UNIVAC I menjadi tulang punggung penghitungan
sensus tahun 1950 di USA.
UNIVAC II yang memiliki kapasitas memori lebih besar dan kinerja yang lebih baik
diluncurkan tahun 1950. Mulai saat itu perusahaan telah mengembangkan produk – produk baru
yang kompatibel dengan produk sebelumnya sehingga pangsa pasar konsumen mereka tetap
terjaga menggunakan produknya.
IBM pun tidak mau kalah dengan mengeluarkan produk mereka yang akhirnya
mendominasi pangsa pasar bisnis saat ini. Seri IBM pertama adalah seri 701 tahun 1953 dan terus
berkembang menjadi lebih baik hingga sekarang.
2.1.2 Generasi Kedua : Transistor (1955 – 1965)
Sejak pesatnya teknologi semikonduktor hingga menghasilkan komponen transistor
membawa perubahan besar pada dunia komputer. Komputer era ini tidak lagi menggunakan
tabung vakum yang memerlukan daya operasional besar, tabung – tabung itu digantikan
komponen kecil bernama transistor. Konsumsi daya listrik amat kecil dan bentuknyapun relatif
kecil.
Transistor ditemukan di Bell Labs pada tahun 1947 dan tahun 1950 telah meluncurkan
revolusi elektronika modern. IBM sebagai perusahaan pertama yang meluncurkan produk
komputer dengan transistor sehingga tetap mendominasi pangsa pasar komputer. NCR dan RCA
adalah perusahaan yang mengembangkan komputer berukuran kecil saat itu, kemudian diikuti
IBM dengan mengeluarkan seri 7000-nya.
Dengan adanya transistor membuat hardware komputer saat itu makin cepat prosesnya,
lihat Tabel 2.1. Memori makin besar kapasitasnya namun makin kecil bentuknya. Generasi dua
ini juga terdapat perubahan perkembangan pada ALU yang makin kompleks, lahirnya bahasa
pemrograman tingkat tinggi maupun tersedianya software sistem operasi.
Generasi kedua juga ditandai munculnya Digital Equipment Corporation (DEC) tahun
1957 dan meluncurkan komputer pertamanya, yaitu PDP 1. Komputer ini sangat penting bagi
perkembangan komputer generasi ketiga.
12
Tabel 2.1 Kecepatan Generasi – Generasi Komputer
Gen Tahun Teknologi Kec (operasi/detik)
1 1946 – 1957 Tabung Vakum 40.000
2 1958 – 1964 Transistor 200.000
3 1965 – 1971 Small and medium scale integration 1.000.000
4 1972 – 1977 Large scale integration 10.000.000
5 1978 - Very large scale integration 100.000.000
IBM 7094
Komputer ini diluncurkan tahun 1962. Kemajuan IBM 7094 adalah adanya Instruction Backup
Register (IBR) yang berfungsi membeffer instruksi berikutnya, efeknya komputer akan lebih
cepat prosesnya. Unit kontrol mengambil dua word yang berdampingan dari memori untuk
sebuah pengambilan instruksi, kecuali bila terjadi percabangan.
Kemajuan IBM 7094 lainnya adalah adanya multiplexor untuk memultiplex data channel
(saluran data). Multiplexor berfungsi sebagai sentral switch data yang akan diproses dalam CPU.
Gambar 2.5 merupakan konfigurasi IMB 7094.



Gambar 2.5 Konfigurasi IBM 7094

Generasi Ketiga : Integrated Circuits (1965 – 1980)
Pada tahun 1958 terjadi revolusi elektronika kembali, yaitu ditemukannya integrated
circuit (IC) yang merupakan penggabungan komponen – komponen elektronika dalam suatu
paket. Dengan ditemukan IC ini semakin mempercepat proses komputer, kapasitas memori makin
besar dan bentuknya semakin kecil.
IBM System/360
Tahun 1964 dikeluarkan IBM System/360 yang telah menggunakan teknologi IC. Dalam satu
dekade IBM menguasai 70% pasaran komputer.
Sistem 360 merupakan kelompok komputer pertama yang terencana. Banyak model
dalam arsitektur 360 ini dan saling kompatibel. Hal ini sangat menguntungkan konsumen, karena
konsumen dapat menyesuaikan dengan kebutuhan maupun harganya. Pengembangan (upgrading)
dimungkinkan dalam komputer ini. Karakteristik komputer kelompok ini adalah :
• Set Instruksi Mirip atau Identik, dalam kelompok komputer ini berbagai model yang
dikeluarkan menggunakan set instruksi yang sama sehingga mendukung kompabilitas sistem
maupun perangkat kerasnya.
• Sistem Operasi Mirip atau Identik, ini merupakan feature yang menguntungkan konsumen
sehingga apabila kebutuhan menuntut penggantian komputer tidak kesulitan dalam sistem
operasinya karena sama.
• Kecepatan yang meningkat, model – model yang ditawarkan mulai dari kecepatan rendah
sampai kecepatan tinggi untuk penggunaan yang dapat disesuaikan konsumen sendiri.
• Ukuran Memori yang lebih besar, semakin tinggi modelnya akan diperoleh semakin besar
memori yang digunakan.
• Harga yang meningkat, semakin tinggi modelnya maka harganya semakin mahal.
Tabel 2.2 Karakteristik Penting Kelompok System/360
Karakteristik Model 30 Model 40 Model 50 Model 65 Model 75
Ukuran memori (Kb) 64 256 256 512 512
Laju data dari meori (Mbytes/det) 0.5 0.8 2.0 8.0 16.0
Prosesor cycle time (μdetik) 1.0 0.625 0.5 0.25 0.2
Jumlah maksimum data channel 3 3 4 6 6
Data maks per channel (Kbps) 250 400 800 1250 1250
14
DEC PDP-8
Pada tahun yang sama saat IBM mengeluarkan System/360, DEC meluncurkan DEC PDP-8.
Komputer ini memiliki keunggulan bentuknya yang kecil sehingga sangat fleksibel digunakan.
PDP-8 juga memiliki varian – varian yang modelnya sama dengan IBM System/360 untuk
menyesuaikan kebutuhan pelanggannya. Dengan hadirnya PDP-8 ini membawa DEC sebagai
perusahaan menyuplai komputer mini terbesar membawa DEC sebagai pabrik komputer terbesar
kedua setelah IBM.
Arsitektur PDP-8 sangat berbeda dengan IBM terutama bagian sistem bus. Pada
komputer ini menggunakan omnibus system. Sistem ini terdiri atas 96 buah lintasan sinyal yang
terpisah, yang digunakan untuk membawa sinyal – sinyal kontrol, alamat maupun data. Karena
semua komponen menggunakan jalur bus ini maka penggunaannya dikontrol oleh CPU.
Arsitektur bus seperti PDP-8 ini nantinya digunakan oleh komputer – komputer modern
selanjutnya. Struktur bus PDP-8 terlihat pada gambar 2.6.


Gambar 2.6 Struktur bus PDP-8
Generasi Keempat : Very Large Scale Integration (1980 - ????)
Era keempat perkembangan genarasi komputer ditandai adanya VLSI. Paket VLSI dapat
menampung 10.000 komponen lebih per kepingnya dengan kecepatan operasi mencapai 100juta
operasi per detiknya. Gambar 2.7 mengilustrasikan perkembangan mikroprosesor Pentium
terhadap jumlah transistor per kepingnya.
Masa – masa ini diawali peluncuran mikroprosesor Intel seri 4004. Mikroprosesor 4004
dapat menambahkan dua bilangan 4 bit dan hanya dapat mengalikan dengan cara pengulangan
penambahan. Memang masih primitif, namun mikroprosesor ini tonggak perkembangan
mikroprosesor – mikroprosesor canggih saat ini. Tidak ada ukuran pasti dalam melihat
mikroprosesor, namun ukuran terbaik adalah lebar bus data : jumlah bit data yang dapat dikirim –
diterima mikroprosesor. Ukuran lain adalah jumlah bit dalam register.

Tahun 1972 diperkenalkan dengan mikroprosesor 8008 yang merupakan mikroprosesor 8
bit. Mikroprosesor ini lebih kompleks instruksinya tetapi lebih cepat prosesnya dari
pendahulunya. Kemudian Bells dan HP menciptakan mikroprosesor 32 bit pada 1981, sedangkan
Intel baru mengeluarkan tahun 1985 dengan mikroprosesor 80386.


Gambar 2.7 Grafik jumlah transistor dalam chips Pentium
Tabel 2.3 Evolusi mikroprosesor Intel

Feature 8008 8080 8086 80386 80486
Tahun diperkenalkan
Jumlah instruksi
Lebar bus alamat
Lebar bus data
Jumlah flag
Jumlah register
Memori
I/O port
Waktu add register to register
1972
66
8
8
4
8
15KB
24
-
1974
111
16
8
5
8
64KB
256
1.3μ det
1978
133
20
16
9
16
1MB
64KB
0.3μ det
1985
154
32
32
14
8
4GB
64KB
0.125μ det
1989
235
32
32
14
8
4GB
4GB
0.06μ det

Perancangan Kinerja
Kinerja sebuah sistem komputer merupakan hasil proses dari seluruh komponen
komputer, yang melibatkan CPU, memori utama, memori sekunder, bus, peripheral. Dari segi
perkembangan program aplikasipun sangat menakjubkan. Aplikasi dekstop yang hampir dimiliki
semua sistem komputer saat ini meliputi :
• Pengolahan citra
• Pengenalan voice atau pembicaraan
• Video conference
• Mulitimedia
• Transfer data
Yang menakjubkan lagi adalah dari sudut pandang organisasi dan arsitektur komputer
saat ini adalah mirip dengan komputer IAS yang dibuat sekitar 50 tahun lalu, namun
perkembangan dan kecanggihannya dapat kita rasakan sekarang ini. Peningkatan kinerja
mikroprosesor ini terus berlanjut tidak kenal henti dengan berbagai teknik yang telah
dikembangkan, diantaranya :
• Branch Prediction, teknik dimana prosesor memungkinkan mengamati terlebih dahulu di dalam
software dan melakukan prediksi percabangan atau kelompok instruksi yang akan dieksekusi
berikutnya.
• Data Flow Analysis, prosesor akan menganalisa instruksi – instruksi yang tidak tergantung pada
hasil atau data lainnya untuk membuat penjadwalan yang optimum dalam eksekusi.
• Speculative Execution, dengan modal prediksi cabang dan analisis data, maka prosesor dapat
melakukan eksekusi spekulatif terlebih dahulu sebelum waktunya.
Perkembangan mikroprosesor, dilihat dari kapasitas operasi dan kecepatannya sangatlah
pesat. Perkembangan mikroprosesor ini sulit diimbangi oleh komponen lainnya semisal memori.
Hal ini menimbulkan masalah kesenjangan dan kurang sinkronnya operasi antar komponen.
Perhatikan laju perkembangan prosesor dibandingkan memori utama seperti terlihat pada gambar
2.8. Organisasi dan arsitektur komputer yang handal sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan
seperti ini.


Gambar 2.8 Grafik perbandingan kecepatan mikroprosesor dan memori
Terdapat beberapa metode untuk mengatasi masalah perbedaan kecepatan operasi antara
mikroprosesor dengan komponen lainnya, diantaranya :
• Meningkatkan jumlah bit yang dicari pada suatu saat tertentu dengan melebarkan DRAM dan
melebarkan lintasa sistem busnya.
• Mengubah antarmuka DRAM sehingga lebih efisien dengan menggunakan teknik cache atau
pola buffer lainnya pada keping DRAM.
• Meningkatkan bandwidth interkoneksi prosesor dan memori dengan penggunakan hierarki bus –
bus yang lebih cepat untuk buffering dan membuat struktur aliran data.
Bidang lain yang menjadi fokus kajian peningkatan kinerja sistem komputer adalah
penanganan perangkat – perangkat I/O. Masalah yang terjadi hampir sama dengan memori.
Teknik penyelesaian yang digunakan umumnya adalah teknik buffering dan caching.
Target yang ingin dicapai dalam peningkatan kinerja adalah tercapainya keseimbangan
proses operasi antar komponen – komponen penyusun komputer sehingga menghasilkan kinerja
komputer yang tinggi.
1.3 Contoh Evolusi Komputer
Evolusi komputer yang akan dijelaskan adalah kelompok komputer Pentium Intel dan
PowerPC. Alasannya adalah komputer Pentium Intel mampu mendominasi pasaran dan secara
18
teknologi menggunakan rancangan CISC (complex instruction set computers) dalam
arsitekturnya. Sedangkan PowerPC merupakan kelompok komputer yang menerapkan teknologi
RISC (reduced instruction set computers). Detail tentang CISC dan RISC akan dijelaskan dalam
matakuliah Arsitektur CPU.
Pentium
Pentium merupakan produk Intel yang mampu mendominasi pasaran prosesor hingga saat ini.
Generasi demi generasi diluncurkan ke pasaran dengan kenaikan unjuk kerja yang menakjubkan
dalam memenuhi kebutuhan konsumennya.
Berikut evolusi prosesor keluaran Intel dari prosesor sederhana sampai prosesor keluaran saat ini:
• 8080, keluar tahun 1972 merupakan mikroprosesor pertama keluaran Intel dengan mesin 8 bit
dan bus data ke memori juga 8 bit. Jumlah instruksinya 66 instruksi dengan kemampuan
pengalamatan 16KB.
• 8086, dikenalkan tahun 1974 adalah mikroprosesor 16 bit dengan teknologi cache instruksi.
Jumlah instruksi mencapai 111 dan kemampuan pengalamatan ke memori 64KB.
• 80286, keluar tahun 1982 merupakan pengembangan dari 8086, kemampuan pengalamatan
mencapai 1MB dengan 133 instruksi.
• 80386, keluar tahun 1985 dengan mesin 32 bit. Sudah mendukung sistem multitasking. Dengan
mesin 32 bitnya, produk ini mampu menjadi terunggul pada masa itu.
• 80486, dikenalkan tahun 1989. Kemajuannya pada teknologi cache memori dan pipelining
instruksi. Sudah dilengkapi dengan math co-processor.
• Pentium, dikeluarkan tahun 1993, menggunakan teknologi superscalar sehingga memungkinkan
eksekusi instruksi secara paralel.
• Pentium Pro, keluar tahun 1995. Kemajuannya pada peningkatan organisasi superscalar untuk
proses paralel, ditemukan sistem prediksi cabang, analisa aliran data dan sistem cache memori
yang makin canggih.
• Pentium II, keluar sekitar tahun 1997 dengan teknologi MMX sehingga mampu menangani
kebutuhan multimedia. Mulai Pentium II telah menggunakan teknologi RISC.
• Pentium III, terdapat kemampuan instruksi floating point untuk menangani grafis 3D.
• Pentium IV, kemampuan floating point dan multimedia semakin canggih.
• Itanium, memiliki kemampuan 2 unit floating point, 4 unit integer, 3 unit pencabangan, internet
streaming, 128 interger register.
19
PowerPC
Proyek sistem RISC diawali tahun 1975 oleh IBM pada komputer muni seri 801. Seri pertama ini
hanyalah prototipe, seri komersialnya adalah PC RT yang dikenalkan tahun 1986. Tahun 1990
IBM mengeluarkan generasi berikutnya yaitu IBM RISC System/6000 yang merupakan mesin
RISC superskalar workstation. Setelah ini arsitektur IBM lebih dikenal sebagai arsitektur
POWER.
IBM menjalin kerja sama dengan Motorola menghasilkan mikroprosesor seri 6800,
kemudian Apple menggunakan keping Motorola dalam Macintoshnya. Saat ini terdapat 4
kelompok PowerPC, yaitu :
• 601, adalah mesin 32 bit merupakan produksi masal arsitektur PowerPC untuk lebih dikenal
masyarakat.
• 603, merupakan komputer desktop dan komputer portabel. Kelompok ini sama dengan seri 601
namun lebih murah untuk keperluan efisien.
• 604, seri komputer PowerPC untuk kegunaan komputer low-end server dan komputer desktop.
• 620, ditujukan untuk penggunaan high-end server. Mesin dengan arsitektur 64 bit.
• 740/750, seri dengan cache L2.
• G4, seperti seri 750 tetapi lebih cepat dan menggunakan 8 instruksi paralel.
20
Seperti telah dijelaskan pada bagian pengantar, bahwa komputer digital terdiri dari sistem
prosesor atau sering disebut CPU, memori – memori, dan piranti masukan/keluaran yang saling
berhubungan dan saling dukung mewujudkan fungsi operasi komputer secara keseluruhan.
3.1 Komponen Utama CPU
CPU merupakan komponen terpenting dari sistem komputer. CPU adalah komponen
pengolah data berdasarkan instruksi – instruksi yang diberikan kepadanya.
Dalam mewujudkan fungsi dan tugasnya, CPU tersusun atas beberapa komponen sebagai
bagian dari struktur CPU, seperti terlihat pada gambar 3.1 dan struktur detail internal CPU terlihat
pada gamber 3.2. CPU tersusun atas beberapa komponen, yaitu :
• Arithmetic and Logic Unit (ALU), bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data
komputer. ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini
mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. Seperti istilahnya,
ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing –
masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri.
• Control Unit, bertugas mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol komputer
sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi – fungsi
operasinya. Termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil instruksi –
instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut.
• Registers, adalah media penyimpan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data.
Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun
data untuk pengolahan selanjutnya.
• CPU Interconnections, adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal
CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register – register dan juga dengan bus – bus eksternal CPU
yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan/keluaran.


Gambar 3.1 Komponen internal CPU .




Fungsi CPU
Fungsi CPU adalah penjalankan program – program yang disimpan dalam memori utama
dengan cara mengambil instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya
satu persatu sesuai alur perintah.
Untuk memahami fungsi CPU dan caranya berinteraksi dengan komponen lain, perlu kita
tinjau lebih jauh proses eksekusi program. Pandangan paling sederhana proses eksekusi program
adalah dengan mengambil pengolahan instruksi yang terdiri dari dua langkah, yaitu : operasi
pembacaan instruksi (fetch) dan operasi pelaksanaan instruksi (execute). Siklus instruksi yang
terdiri dari siklus fetch dan siklus eksekusi diperlihatkan pada gambar 3.3 berikut.
Gambar 3.3 Siklus instruksi dasar
3.2.1 Siklus



Gambar 3.3 Siklus instruksi dasar
3.2.1 Siklus Fetch - Eksekusi
Pada setiap siklus instruksi, CPU awalnya akan membaca instruksi dari memori. Terdapat
register dalam CPU yang berfungsi mengawasi dan menghitung instruksi selanjutnya, yang
disebut Program Counter (PC). PC akan menambah satu hitungannya setiap kali CPU membaca
instruksi.
Instruksi – instruksi yang dibaca akan dibuat dalam register instruksi (IR). Instruksi –
instruksi ini dalam bentuk kode – kode binner yang dapat diinterpretasikan oleh CPU kemudian
dilakukan aksi yang diperlukan. Aksi – aksi ini dikelompokkan menjadi empat katagori, yaitu :
23
• CPU – Memori, perpindahan data dari CPU ke memori dan sebaliknya.
• CPU –I/O, perpindahan data dari CPU ke modul I/O dan sebaliknya.
• Pengolahan Data, CPU membentuk sejumlah operasi aritmatika dan logika terhadap data.
• Kontrol, merupakan instruksi untuk pengontrolan fungsi atau kerja. Misalnya instruksi
pengubahan urusan eksekusi.
Perlu diketahui bahwa siklus eksekusi untuk suatu instruksi dapat melibatkan lebih dari sebuah
referensi ke memori. Disamping itu juga, suatu instruksi dapat menentukan suatu operasi I/O.
Perhatikan gambar 3.4 yang merupakan detail siklus operasi pada gambar 3.3, yaitu :
• Instruction Addess Calculation (IAC), yaitu mengkalkulasi atau menentukan alamat instruksi
berikutnya yang akan dieksekusi. Biasanya melibatkan penambahan bilangan tetap ke alamat
instruksi sebelumnya. Misalnya, bila panjang setiap instruksi 16 bit padahal memori memiliki
panjang 8 bit, maka tambahkan 2 ke alamat sebelumnya.
• Instruction Fetch (IF), yaitu membaca atau pengambil instruksi dari lokasi memorinya ke CPU.
• Instruction Operation Decoding (IOD), yaitu menganalisa instruksi untuk menentukan jenis
operasi yang akan dibentuk dan operand yang akan digunakan.
• Operand Address Calculation (OAC), yaitu menentukan alamat operand, hal ini dilakukan
apabila melibatkan referensi operand pada memori.
• Operand Fetch (OF), adalah mengambil operand dari memori atau dari modul I/O.
• Data Operation (DO), yaitu membentuk operasi yang diperintahkan dalam instruksi.
• Operand store (OS), yaitu menyimpan hasil eksekusi ke dalam memori.

Gambar 3.4 Diagram siklus instruks

Fungsi Interrupt
Fungsi interupsi adalah mekanisme penghentian atau pengalihan pengolahan instruksi
dalam CPU kepada routine interupsi. Hampir semua modul (memori dan I/O) memiliki
mekanisme yang dapat menginterupsi kerja CPU.
Tujuan interupsi secara umum untuk menejemen pengeksekusian routine instruksi agar
efektif dan efisien antar CPU dan modul – modul I/O maupun memori. Setiap komponen
komputer dapat menjalankan tugasnya secara bersamaan, tetapi kendali terletak pada CPU
disamping itu kecepatan eksekusi masing – masing modul berbeda sehingga dengan adanya
fungsi interupsi ini dapat sebagai sinkronisasi kerja antar modul. Macam – macam kelas sinyal
interupsi :
• Program, yaitu interupsi yang dibangkitkan dengan beberapa kondisi yang terjadi pada hasil
eksekusi program. Contohnya: arimatika overflow, pembagian nol, oparasi ilegal.
• Timer, adalah interupsi yang dibangkitkan pewaktuan dalam prosesor. Sinyal ini memungkinkan
sistem operasi menjalankan fungsi tertentu secara reguler.
• I/O, sinyal interupsi yang dibangkitkan oleh modul I/O sehubungan pemberitahuan kondisi error
dan penyelesaian suatu operasi.
• Hardware failure, adalah interupsi yang dibangkitkan oleh kegagalan daya atau kesalahan
paritas memori.
Dengan adanya mekanisme interupsi, prosesor dapat digunakan untuk mengeksekusi
instruksi – instruksi lain. Saat suatu modul telah selesai menjalankan tugasnya dan siap menerima
tugas berikutnya maka modul ini akan mengirimkan permintaan interupsi ke prosesor. Kemudian
prosesor akan menghentikan eksekusi yang dijalankannya untuk menghandel routine interupsi.
Setelah program interupsi selesai maka prosesor akan melanjutkan eksekusi programnya kembali.
Saat sinyal interupsi diterima prosesor ada dua kemungkinan tindakan, yaitu interupsi
diterima/ditangguhkan dan interupsi ditolak. Apabila interupsi ditangguhkan, prosesor akan
melakukan hal – hal dibawah ini :
1. Prosesor menangguhkan eksekusi program yang dijalankan dan menyimpan konteksnya.
Tindakan ini adalah menyimpan alamat instruksi berikutnya yang akan dieksekusi dan data lain
yang relevan.
2. Prosesor menyetel program counter (PC) ke alamat awal routine interrupt handler.
Gambar 3.5 berikut menjelaskan siklus eksekusi oleh prosesor dengan adanya fungsi interupsi.



Gambar 3.5 Siklus eksekusi instruksi dengan interrupt
Untuk sistem operasi yang kompleks sangat dimungkinkan adanya interupsi ganda
(multiple interrupt). Misalnya suatu komputer akan menerima permintaan interupsi saat proses
pencetakan dengan printer selesai, disamping itu dimungkinkan dari saluran komunikasi akan
mengirimkan permintaan interupsi setiap kali data tiba. Dalam hal ini prosesor harus menangani
interupsi ganda.
Dapat diambil dua buah pendekatan untuk menangani interupsi ganda ini. Pertama adalah
menolak atau tidak mengizinkan interupsi lain saat suatu interupsi ditangani prosesor. Kemudian
setelah prosesor selesai menangani suatu interupsi maka interupsi lain baru di tangani.
Pendekatan ini disebut pengolahan interupsi berurutan / sekuensial. Pendekatan ini cukup baik
dan sederhana karena interupsi ditangani dalam ututan yang cukup ketat. Kelemahan pendekatan
ini adalah metode ini tidak memperhitungkan prioritas interupsi. Pendekatan ini diperlihatkan
pada gambar 3.6a.
Pendekatan kedua adalah dengan mendefinisikan prioritas bagi interupsi dan interrupt
handler mengizinkan interupsi berprioritas lebih tinggi ditangani terlebih dahulu. Pedekatan ini
disebut pengolahan interupsi bersarang. Metode ini digambarkan pada gambar 3.6b.

Gambar 3.6 Transfer pengendalian pada interupsi ganda
Sebagai contoh untuk mendekatan bersarang, misalnya suatu sistem memiliki tiga
perangkat I/O: printer, disk, dan saluran komunikasi, masing – masing prioritasnya 2, 4 dan 5.
Pada awal sistem melakukan pencetakan dengan printer, saat itu terdapat pengiriman data pada
saluran komunikasi sehingga modul komunikasi meminta interupsi. Proses selanjutnya adalah
pengalihan eksekusi interupsi mudul komunikasi, sedangkan interupsi printer ditangguhkan. Saat
pengeksekusian modul komunikasi terjadi interupsi disk, namun karena prioritasnya lebih rendah
maka interupsi disk ditangguhkan. Setelah interupsi modul komunikasi selesai akan dilanjutkan
interupsi yang memiliki prioritas lebih tinggi, yaitu disk. Bila interupsi disk selesai dilanjutkan
eksekusi interupsi printer. Selanjutnya dilanjutkan eksekusi program utama.

BAB 4 Memori
Memori adalah bagian dari komputer tempat program – program dan data – data
disimpan. Bebarapa pakar komputer (terutama dari Inggris) menggunakan istilah store atau
storage untuk memori, meskipun kata storage sering digunakan untuk menunjuk ke penyimpanan
disket. Tanpa sebuah memori sebagai tempat untuk mendapatkan informasi guna dibaca dan
ditulis oleh prosesor maka tidak akan ada komputer – komputer digital dengan sistem
penyimpanan program.
Walaupun konsepnya sederhana, memori komputer memiliki aneka ragam jenis,
teknologi, organisasi, unjuk kerja dan harganya. Dalam bab ini akan dibahas mengenai memori
internal dan bab selanjutnya membahas memori eksternal. Perlu dijelaskan sebelumnya
perbedaan keduanya yang sebenarnya fungsinya sama untuk penyimpanan program maupun data.
Memori internal adalah memori yang dapat diakses langsung oleh prosesor. Sebenarnya terdapat
beberapa macam memori internal, yaitu register yang terdapat di dalam prosesor, cache memori
dan memori utama berada di luar prosesor. Sedangkan memori eksternal adalah memori yang
diakses prosesor melalui piranti I/O, seperti disket dan hardisk.
4.1 Operasi Sel Memori
Elemen dasar memori adalah sel memori. Walaupun digunakan digunakan sejumlah
teknologi elektronik, seluruh sel memori memiliki sifat – sifat tertentu :
• Sel memori memiliki dua keadaan stabil (atau semi-stabil), yang dapat digunakan untuk
merepresentasikan bilangan biner 1 atau 0.
• Sel memori mempunyai kemampuan untuk ditulisi (sedikitnya satu kali).
• Sel memori mempunyai kemampuan untuk dibaca.
Gambar 4.1 menjelaskan operasi sel memori. Umumnya sel memori mempunyai tiga
terminal fungsi yang mampu membawa sinyal listrik. Terminal select berfungsi memilih operasi
tulis atau baca. Untuk penulisan, terminal lainnya menyediakan sinyal listrik yang men-set
BAB
4 Memori
28
keadaan sel brnilai 1 atau 0, sedangkan untuk operasi pembacaan, terminal ini digunakan sebagai
keluaran.



Gambar 4.1 Operasi sel memori
Karakteristik Sistem Memori
Untuk mempelajari sistem memori secara keseluruhan, harus mengetahui karakteristik –
karakteristik kuncinya. Karakteristik penting sistem memori disajikan dalam tabel 4.1 berikut :
Tabel 4.1 Karakteristik penting sistem memori komputer
Karakteristik Macam/ Keterangan
Lokasi 1. CPU
2. Internal (main)
3. External (secondary)
Kapasitas 1. Ukuran word
2. Jumlah word
Satuan transfer 1. Word
2. Block
Metode akses 1. Sequential access
2. Direct access
3. Random access
4. Associative access
Kinerja 1. Access time
2. Cycle time
3. Transfer rate
Tipe fisik 1. Semikonduktor
2. Magnetik
Karakteristik fisik 1. Volatile/nonvolatile
2. Erasable/nonerasable
Dilihat dari lokasi, memori dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu register, memori
internal dan memori eksternal. Register berada di dalam chip prosesor, memori ini diakses
29
langsung oleh prosesor dalam menjalankan operasinya. Register digunakan sebagai memori
sementara dalam perhitungan maupun pengolahan data dalam prosesor. Memori internal adalah
memori yang berada diluar chip prosesor namun mengaksesannya langsung oleh prosesor.
Memori internal dibedakan menjadi memori utama dan cache memori. Memori eksternal dapat
diakses oleh prosesor melalui piranti I/O, memori ini dapat berupa disk maupun pita.
Karakteristik lainnya adalah kapasitas. Kapasitas memori internal maupun eksternal
biasanya dinyatakan dalam mentuk byte (1 byte = 8 bit) atau word. Panjang word umumnya 8, 16,
32 bit. Memori eksternal biasanya lebih besar kapasitasnya daripada memori internal, hal ini
disebabkan karena teknologi dan sifat penggunaannya yang berbeda.
Karakteristik berikutnya adalah satuan tranfer. Bagi memori internal, satuan tranfer sama
dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul memori. Jumlah saluran ini
sering kali sama dengan panjang word, tapi dimungkinkan juga tidak sama. Tiga konsep yang
berhubungan dengan satuan transfer :
• Word, merupakan satuan “alami” organisasi memori. Ukuran word biasanya sama
dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang instruksi.
• Addressable units, pada sejumlah sistem, adressable units adalah word. Namun terdapat
sistem dengan pengalamatan pada tingkatan byte. Pada semua kasus hubungan antara
panjang A suatu alamat dan jumlah N adressable unit adalah 2A =N.
• Unit of tranfer, adalah jumlah bit yang dibaca atau dituliskan ke dalam memori pada
suatu saat. Pada memori eksternal, tranfer data biasanya lebih besar dari suatu word,
yang disebut dengan block.
Perbedaan tajam yang terdapat pada sejumlah jenis memori adalah metode access-nya. Terdapat
empat macam metode :
• Sequential access, memori diorganisasi menjadi unit – unit data yang disebut record.
Akses harus dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik. Informasi mengalamatan
yang disimpan dipakai untuk memisahkan record – record dan untuk membantu proses
pencarian. Terdapat shared read/write mechanism untuk penulisan/pembacaan
memorinya. Pita magnetik merupakan memori yang menggunakan metode sequential
access.
• Direct access, sama sequential access terdapat shared read/write mechanism. Setiap
blok dan record memiliki alamat unik berdasarkan lokasi fisiknya. Akses dilakukan
langsung pada alamat memori. Disk adalah memori direct access.
• Random access, setiap lokasi memori dipilih secara random dan diakses serta dialamati
secara langsung. Contohnya adalah memori utama.
30
• Associative access, merupakan jenis random akses yang memungkinkan pembandingan
lokasi bit yang diinginkan untuk pencocokan. Jadi data dicari berdasarkan isinya bukan
alamatnya dalam memori. Contoh memori ini adalah cache memori yang akan dibahas
di akhir bab ini.
Berdasarkan karakteristik unjuk kerja, memiliki tiga parameter utama pengukuran unjuk kerja,
yaitu :
• Access time, bagi random access memory, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan
untuk melakukan operasi baca atau tulis. Sedangkan untuk memori non-random akses
merupakan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan mekanisme baca atau tulis pada
lokasi tertentu.
• Memory cycle time, konsep ini digunakan pada random access memory dan terdiri dari
access time ditambah dengan waktu yang diperlukan transient agar hilang pada saluran
sinyal.
• Transfer rate, adalah kecepatan data transfer ke unit memori atau dari unit memori.
Pada random access memory sama dengan 1/(cycle time). Sedangkan untuk nonrandom
access memory dengan perumusan :

TN = waktu rata – rata untuk membaca atau menulis N bit
TA = waktu akses rata – rata
N = jumlah bit
R = kecepatan transfer dalam bit per detik (bps)
Jenis tipe fisik memori yang digunakan saat ini adalah memori semikonduktor dengan
teknologi VLSI dan memori permukaan magnetik seperti yang digunakan pada disk dan pita
magnetik.
Berdasarkan karakteristik fisik, media penyimpanan dibedakan menjadi volatile dan nonvolatile,
serta erasable dan nonerasable. Pada volatile memory, informasi akan hilang apabila
daya listriknya dimatikan, sedangkan non-volatile memory tidak hilang walau daya listriknya
hilang. Memori permukaan magnetik adalah contoh no-nvolatile memory, sedangkan
semikonduktor ada yang volatile dan non-volatile. Ada jenis memori semikonduktor yang tidak
bisa dihapus kecuali dengan menghancurkan unit storage-nya, memori ini dikenal dengan ROM
(Read Only Memory).
31
4.3 Keandalan Memori
Untuk memperoleh keandalan sistem ada tiga pertanyaan yang diajukan: Berapa banyak ?
Berapa cepat? Berapa mahal?
Pertanyaan berapa banyak adalah sesuatu yang sulit dijawab, karena berapapun kapasitas
memori tentu aplikasi akan menggunakannya. Jawaban pertanyaan berapa cepat adalah memori
harus mempu mengikuti kecepatan CPU sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar CPU dan
memori tanpa adanya waktu tunggu karena komponen lain belum selesai prosesnya. Mengenai
harga, sangatlah relatif. Bagi produsen selalu mencari harga produksi paling murah tanpa
mengorbankan kualitasnya untuk memiliki daya saing di pasaran.
Hubungan harga, kapasitas dan waktu akses adalah :
• Semakin kecil waktu akses, semakin besar harga per bitnya.
• Semakin besar kapasitas, semakin kecil harga per bitnya.
• Semakin besar kapasitas, semakin besar waktu aksesnya.
Dilema yang dihadapi para perancang adalah keinginan menerapkan teknologi untuk
kapasitas memori yang besar karena harga per bit yang murah namun hal itu dibatasi oleh
teknologi dalam memperoleh waktu akses yang cepat. Salah satu pengorganisasian masalah ini
adalah menggunakan hirarki memori. Seperti terlihat pada gambar 4.2, bahwa semakin
menurunnya hirarki maka hal berikut akan terjadi :
• Penurunan harga/bit
• Peningkatan kapasitas
• Peningkatan waktu akses
• Penurunan frekuensi akses memori oleh CPU.
Kunci keberhasilan hirarki ini pada penurunan frekuensi aksesnya. Semakin lambat
memori maka keperluan CPU untuk mengaksesnya semakin sedikit. Secara keseluruhan sistem
komputer akan tetap cepat namun kebutuhan kapasitas memori besar terpenuhi.
Tabel 4.2 Tabel spesifikasi memori
Tipe memori Teknologi Ukuran Waktu akses
Cache Memory semikonduktor RAM 128 – 512 KB 10 ns
Memori Utama semikonduktor RAM 4 – 128 MB 50 ns
Disk magnetik Hard Disk Gigabyte 10 ms, 10MB/det
Disk Optik CD-ROM Gigabyte 300ms, 600KB/det
Pita magnetik Tape 100 MB Det -mnt, 10MB/mnt

Satuan Memori
Satuan pokok memori adalah digit biner, yang disebut bit. Suatu bit dapat berisi sebuah
angka 0 atau 1. Ini adalah satuan yang paling sederhana. Memori juga dinyatakan dalam byte (1
byte = 8 bit). Kumpulan byte dinyatakan dalam word. Panjang word yang umum adalah 8, 16,
dan 32 bit.
Tabel 4.3 Tingkatan satuan memori
Symbol Number of bytes
Kilobytes Kb 2e10 1024
Megabyte Mb 2e20 1,048,576
Gigabyte Gb 2e30 1,073,741,824
Terabyte Tb 2e40 1,099,511,627,776
Memori Utama Semikonduktor
Pada komputer lama, bentuk umum random access memory untuk memori utama adalah
sebuah piringan ferromagnetik berlubang yang dikenal sebagai core, istilah yang tetap
dipertahankan hingga saat ini.
33
4.5.1 Jenis Memori Random Akses
Semua jenis memori yang dibahas pada bagian ini adalah berjenis random akses, yaitu
data secara langsung diakses melalui logik pengalamatan wired-in. Tabel 4.4 adalah daftar jenis
memori semikonduktor utama.
Hal yang membedakan karakteristik RAM (Random Access Memory) adalah
dimungkinkannya pembacaan dan penulisan data ke memori secara cepat dan mudah. Aspek lain
adalah RAM bersifat volatile, sehingga RAM hanya menyimpan data sementara. Teknologi yang
berkembang saat ini adalah statik dan dinamik. RAM dinamik disusun oleh sel – sel yang
menyimpan data sebagai muatan listrik pada kapasitor. Karena kapasitor memiliki kecenderungan
alami untuk mengosongkan muatan, maka RAM dinamik memerlukan pengisian muatan listrik
secara periodik untuk memelihara penyimpanan data. Pada RAM statik, nilai biner disimpan
dengan menggunakan konfigurasi gate logika flipflop tradisional. RAM statik akan menyimpan
data selama ada daya listriknya.
RAM statik maupun dinamik adalah volatile, tetapi RAM dinamik lebih sederhana dan
rapat sehingga lebih murah. RAM dinamik lebih cocok untuk kapasitas memori besar, namun
RAM statik umumnya lebih cepat.
Read only memory (ROM) sangat berbeda dengan RAM, seperti namanya, ROM berisi
pola data permanen yang tidak dapat diubah. Data yang tidak bisa diubah menimbulkan
keuntungan dan juga kerugian. Keuntungannya untuk data yang permanen dan sering digunakan
pada sistem operasi maupun sistem perangkat keras akan aman diletakkan dalam ROM.
Kerugiaannya apabila ada kesalahan data atau adanya perubahan data sehingga perlu penyisipan –
penyisipan.
Kerugian tersebut bisa diantisipasi dengan jenis programmable ROM, disingkat PROM.
ROM dan PROM bersifat non-volatile. Proses penulisan PROm secara elektris dengan peralatan
khusus.
Variasi ROM lainnya adalah read mostly memory, yang sangat berguna untuk aplikasi
operasi pembacaan jauh lebih sering daripada operasi penulisan. Terdapat tiga macam jenis,
yaitu: EPROM, EEPROM dan flash memory.
EEPROM (electrically erasable programmable read only memory) merupakan memori
yang dapat ditulisi kapan saja tanpa menghapus isi sebelumnya. EEPROM menggabungkan
kelebihan non-volatile dengan fleksibilitas dapat di-update.
Bentuk memori semikonduktor terbaru adalah flash memory. Memori ini dikenalkan
tahun 1980-an dengan keunggulan pada kecepatan penulisan programnya. Flash memory
menggunakan teknologi penghapusan dan penulisan elektrik. Seperti halnya EPROM, flash
34
memory hanya membutuhkan sebuah transistor per byte sehingga dapat diperoleh kepadatan
tinggi.
Tabel 4.4 Tipe – tipe memori semikonduktor
4.5.2 Pengemasan (Packging)
Gambar 4.3a menunjukkan sebuah contoh kemasan EPROM, yang merupakan keping 8
Mbit yang diorganisasi sebagai 1Mx8. Dalam kasus ini, organisasi dianggap sebagai kemasan
satu word per keping. Kemasan terdiri dari 32 pin, yang merupakan salah satu ukuran kemasan
keping standar. Pin – pin tersebut mendukung saluran – saluran sinyal beikut ini :
• Alamat word yang sedang diakses. Untuk 1M word, diperlukan sejumlah 20 buah (220
= 1M).
• Data yang akan dibaca, terdiri dari 8 saluran (D0 –D7)
• Catu daya keping adalah Vcc
• Pin grounding Vss
• Pin chip enable (CE). Karena mungkin terdapat lebih dari satu keping memori yang
terhubung pada bus yang sama maka pin CE digunakan untuk mengindikasikan valid
atau tidaknya pin ini. Pin CE diaktifkan oleh logik yang terhubung dengan bit berorde
tinggi bus alamat ( diatas A19)
• Tegangan program (Vpp).
Konfigurasi pin DRAM yang umum ditunjukkan gambar 4.3b, untuk keping 16 Mbit
yang diorganisasikan sebagai 4M x 4. Terdapat sejumlah perbedaan dengan keping ROM, karena
ada operasi tulis maka pin – pin data merupakan input/output yang dikendalikan oleh WE (write
enable) dan OE (output enable).


Gambar 4.3 Pin dan sinyal kemasan memori

Gambar 4.4 Packging SIMM
Koreksi Error
Dalam melaksanakan fungsi penyimpanan, memori semikonduktor dimungkinkan
mengalami kesalahan. Baik kesalahan berat yang biasanya merupakan kerusakan fisik memori
maupun kesalahan ringan yang berhubungan data yang disimpan. Kesalahan ringan dapat
dikoreksi kembali. Untuk mengadakan koreksi kesalahan data yang disimpan diperlukan dua
mekanisme, yaitu mekanisme pendeteksian kesalahan dan mekanisme perbaikan kesalahan.
Mekanisme pendeteksian kesalahan dengan menambahkan data word (D) dengan suatu
kode, biasanya bit cek paritas (C). Sehingga data yang disimpan memiliki panjang D + C.
Kesalahan akan diketahui dengan menganalisa data dan bit paritas tersebut. Mekanisme perbaikan
36
kesalahan yang paling sederhana adalah kode Hamming. Metode ini diciptakan Richard Hamming
di Bell Lab pada tahun 1950.

Gambar 4.5 Koreksi kesalahan dengan kode Hamming
Perhatikan gambar 4.5, disajikan tiga lingkaran Venn (A, B, C) saling berpotongan
sehingga terdapat 7 ruang. Metode diatas adalah koreksi kesalahan untuk word data 4 bit (D =4).
Gambar 4.5a adalah data aslinya. Kemudian setiap lingkaran harus diset bit logika 1 berjumlah
genap sehingga harus ditambah bit – bit paritas pada ruang yang kosong seperti gambar 4.5b.
Apabila ada kesalahan penulisan bit pada data seperti gambar 4.5c akan dapat diketahui karena
lingkaran A dan B memiliki logika 1 berjumlah ganjil.
Lalu bagaimana dengan word lebih dari 4 bit ? Ada cara yang mudah yang akan
diterangkan berikut. Sebelumnya perlu diketahui jumlah bit paritas yang harus ditambahkan
untuk sejumlah bit word. Contoh sebelumnya adalah koreksi kesalahan untuk kesalahan tunggal
yang sering disebut single error correcting (SEC). Jumlah bit paritas yang harus ditambahkan
lain pada double error correcting (DEC). Tabel 4.5 menyajikan jumlah bit paritas yang harus
ditambahkan dalam sistem kode Hamming.