Dalam dunia desain ada 2 macam unsur
warna yaitu CMYK dan RGB. Apa persamaan dan perbedaan antara kedua type warna
tersebut dan apa hubungannya dalam desain grafis. Mari kita telusuri lebih jauh
detil dan keunggulan serta kekurangan keduanya agar kita lebih paham mana yang
harus kita gunakan waktu mendesain.
A.
Warna CMYK
= Warna Proses / Empat Warna
Ø CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-blacK
dan biasanya juga sering disebut sebagai warna proses atau empat
warna.CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian
gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam
pencetakan berwarna.Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat
dicapai hasil yang (relative) sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta
yaitu:Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Keempat tinta tersebut disebut Tinta /
Warna Proses. Tinta Proses adalah tinta yang dipergunakan untuk mereproduksi
warna dengan proses teknik cetak tertentu, seperti offset
lithography,rotogravure,letterpress atau sablon. Berbeda dengan Tinta yang
hanya digunakan satu lapisan (single layer),karena tinta yang digunakan dapat
ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi standard tertentu,
seperti spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan nilai
Opacity/Transparency.
Ø Kesalahan warna dalam penumpukan 2 macam tinta tersebut
disebut: Ink Trapping Error (berbeda dengan Layout Trapping Error).(ISO 2846-1
hingga ISO 2846-5 adalah standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi
international terhadap warna dan nilai transparency dari tinta proses 4 warna
CMYK masing-masing untuk proses pencetakan: Sheet-fed and heat-set web
offset lithographic printing,Coldset offset lithographic printing,Publication
gravure printing, Screen printing dan Flexographic printing.
Ø Teknik separasi saat ini sudah berkembang; Penggunaan 4
tinta proses masih dominan, tapi metode menambah warna tinta cetak berkembang
pesat. Teknologi HiFi Color dikembangkan beberapa pihak antara lain Pantone
mengembangkan Proses Hexachrome dan Opaltone. Pada teknik Digital Inkjet
Printing, perkembangan Warna Proses sedemikian pesatnya, hal ini didorong
lantaran karena masalah teknis (kecilnya nozzle dalam printing head), maupun
persaingan untuk menghadirkan reproduksi warna yang sempurna (sesuai
dengan target pasar yang dituju), ada tinta-tinta seperti: Light Magenta,
Light Cyan, Grey, Matt Black, Orange dan Green dll. Jadi Empat
Warna adalah spesifik untuk penyebutan proses pewarnaan dengan menggunakan
CMYK.
WarnaRGB RGB adalah singkatan dari Red - Blue - Green adalah
model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk "input
devices" seperti scanner maupun "output devices" seperti display
monitor, warna-warna primernya (Red, Blue, Green) tergantung pada teknologi
alat yang dipakai seperti CCD atau PMT pada scanner atau digital camera, CRT atau
LCD pada display monitor.
Apabila (Red - Blue - Green) ketiga warna tersebut dikombinasikan maka
terciptalah warna putih inilah mengapa RGB disebut ‘additive color’ atau bahasa
kerennya ‘warna pencahayaan Warna RGB merupakan prinsip warna yang digunakan
oleh media elektronik seperti televisi, monitor komputer, dan juga scanner.Oleh
karena itu, warna yang ditampilkan RGB selalu terang dan menyenangkan, karena
memang di setting untuk display monitor, bukan untuk cetak, sehingga lebih
leluasa dalam bermain warna. Tapi bukan berarti RGB bebas masalah karena
tampilan warna RGB akan selalu terikat dengan kapasitas/kemampuan grafis
computer yang menyandangnya.Jadi apabila komputer yang kita pakai mempunyai
graphic card yang bagus serta monitor LCD,maka tampilan warna RGBnya akan jauh
lebih bagus dibanding monitor tabung dengan graphic card yang biasa-biasa saja.
Berikut Persamaan dan Perbedaan RGB dan CMYK
Persamaan RGB dan CMYK itu sama-sama warna primer.
RGB
|
CMYK
|
· Red Green Blue (merah, hijau,
biru)
· RGB merupakan warna-warna primer yang digunakan pada monitor
· Jadi RGB lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media
layar monitor
· Jika warna RGB di campur semua, akan menghasilkan warna putih
|
· Cyan Magenta Yellow Black (orang
awam bilang biru, merah, kuning dan hitam )
· CMYK merupakan warna-warna primer yang paling banyak digunakan pada printer
· CMYK lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media cetak
· Jika warna CMY di campur semua, akan menghasilkan warna hitam
|
Kesimpulan :
+ Untuk hasil terbaik pencetakan :
- Gunakan warna CMYK
- Kenali semua karakteristik perangkat anda (scanner, printer, monitor dll)
dengan baik.
+ Untuk desain web dan desain grafis (output monitor)
- Gunakan warna RGB
- Biasakan mengerjakan dalam ruang cahaya yang terkontrol. mengerjakan disain
pada siang dan malam hari juga menghasilkan perbedaan warna yang berbeda
(terutama untuk RGB)

Dengan Warna RGB maka tampilan
warna akan lebih kaya dan menarik. Namun apabila berhubungan dengan dunia
percetakan / menggunakan mesin cetak maka gunakanlah warna CMYK karena mesin
cetak menggunakan medium film yang sangat terbatas dalam mencerna warna. Namun
juga memiliki keunggulan karena mesin cetak berhubungan dengan mass production
(produksi dalam jumlah yang besar) jadi lebih efisien dan hemat uang &
waktu.
Oleh karena itu pasti ada penurunan kualitas / grade apabila warna RGB
dipaksakan masuk film / Percetakan (perubahan warnanya bisa besar). Tapi kalau
seandainya sudah buat FA (Final Artwork) untuk cetak tapi dalam color mode RGB
maka bisa konversi saja dulu ke CMYK, tapi jangan kaget dengan perubahan
warnanya. Jadi berhati-hatilah dengan color mode yang digunakan dalam sebuah
desain. Tentukan dulu apakah untuk cetak atau untuk display dan Check dengan
hati-hati final artworknya agar tidak terjadi kesalahan.
*** Terima kasih, semoga bermanfaat ***
A. Model Warna CMYK .
CMYK (adalah kependekan
dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan black-hitam, dan biasanya juga sering
disebut sebagai 'warna proses' atau 'empat warna'). CMYK adalah
sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive
color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Istilah CMYK
juga biasanya digunakan untuk menjelaskan proses pencetakan itu sendiri. Meskipun
terdapat beberapa methode pencetakan yang diterapkan pada percetakan, operator
cetak, pembuat mesin cetak dan urutan penintaan, proses pewarnaan umumnya
berurutan sesuai dengan singkatannya, yaitu CMYK.
Bagaimana
hubungan RGB - CMYK
Secara teori sebenarnya
model warna CMY (tanpa Black - Hitam) adalah kebalikan secara langsung dari
model warna RGB, dalam hal ini bisa ditarik analogi fungsi konversi sederhana
seperti:
fungsi [r,g,b] = cmy2rgb (c,m,y)
r = 1.0 - c;
g = 1.0 - m;
b
= 1.0 - y;
Namun faktanya, model warna
RGB yang banyak dijumpai dalam metode reproduksi warna alat-alat optik, seperti
Camera Digital, Layar Monitor atau Pemindai Warna sangat tergantung pada
komponen alat; sedangkan model

warna
CMY(+K) tergantung pada parameter proses pencetakan, baik teknologi pencetakan
maupun bahan-bahan materi cetak dan tinta yang dipergunakan. Kedua model warna
tersebut memiliki ketergantungan dalam memvisualkan warna.
Oleh karena itu tidak
ada rumusan yang sederhana dalam mengkonversi warna RGB ke CMYK atau
kebalikannya. Seperti:
fungsi [r,g,b] = cmyk2rgb (c,m,y,k)
r = 1.0 - (c+k);
g = 1.0 - (m+k);
b = 1.0 - (y+k);
Membandingkan peralatan
optik RGB seperti layar monitor dengan hasil cetak CMYK sangatlah sulit (lihat
inset: perbandingan model warna RGB dan CMYK), karena baik komponen
peralatan maupun pigmen (zat warna) tinta berbeda sekali.
Meskipun tidak ada rumusan yang sederhana untuk mengkonversi RGB ke dalam model
warna CMYK namun banyak yang berusaha mengimplementasikan proses konversi
tersebut diatas. Proses ini biasa disebut dengan Color Management System.
Dengan memanfaatkan profil warna (color profile) sebuah aplikasi software
menghitung dan mengkonversi kedua data model tersebut.
Mengapa CMYK bukan CMY
Teori Penyerapan Warna
(Substractive Color Model) mengatakan bahwa Cyan akan meyerap gelombang cahaya
Red-Merah, Magenta akan menyerap gelombang cahaya Green-Hijau dan Yellow akan
menyerap gelombang cahaya Blue - Biru adalah utopia semata.
Dalam penerapannya mustahil
didapatkan tinta-tinta tersebut diatas yang murni dapat menyerap seluruh
gelombang cahaya yang seharusnya diserap. Oleh karena itu suka atau tidak suka
ada saja sebagian gelombang cahaya yang tidak diinginkan (Unwanted Color) yang
masih dipantulkan sehingga membuat kesalahan warna atau sering disebut hue
error.Meskipun ketiga tinta primer tersebut (CMY) masing-masing memantulkan
gelombang cahaya warna yang tidak diinginkan, tapi porsinya berbeda, tinta Cyan
memantulkan cahaya Merah yang lebih besar dibandingkan dengan cahaya Green - Hijau
yang dipantulkan oleh tinta Magenta demikian juga cahaya Biru oleh tinta
Yellow.
Setelah kita menyadari bahwa penumpukan ketiga warna CMY masih memantulkan
sedikit cahaya.Oleh karena itu dalam proses pencetakan ditambahkan warna Black
- Hitam sebagai warna ke-4, agar reproduksi warna dapat menghasilkan kepekatan
warna hitam yang diinginkan. (Lihat komentar: Mungkin karena fungsi inilah
warna ke-4 tersebut sering kali disebut Key, karena tinta blacK merupakan kunci
agar cetakan dapat menghasilkan warna pekat sekali)lihat juga artikel di
wikipedia "Benefits of using black
ink" di CMYK.silakan
lihat seputar GCR dan Grey Balance
Warna Proses / Empat Warna
Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative)
sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black.
Keempat tinta tersebut disebut Tinta / Warna Proses. Tinta Proses adalah tinta
yang dipergunakan untuk mereproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu,
seperti offset lithography, rotogravure, letterpress atau sablon. Berbeda
dengan Tinta yang hanya digunakan satu lapisan (single layer), karena tinta
yang digunakan dapat ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi
standard tertentu, seperti spesifikasi warna (dalam model warna CIELab) dan
nilai Opaqcity/Transparency. Kesalahan warna dalam penumpukan 2 macam tinta
tersebut disebut: Ink Trapping Error (berbeda dengan Layout Trapping Error). (ISO 2846-1 hingga ISO
2846-5
adalah standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi international terhadap
warna dan nilai transparency dari tinta proses 4 warna CMYK masing-masing untuk
proses pencetakan: Sheet-fed and heat-set web offset lithographic printing,
Coldset offset lithographic printing,
Publication gravure printing, Screen printing dan Flexographic printing. Lihat:
perbedaan Standar Warna di
industri grafika ISO 2846 dan ISO 12647)
Teknik separasi saat ini sudah berkembang; Penggunaan 4 tinta proses masih
dominan, tapi metode menambah warna tinta cetak berkembang pesat. Teknologi
HiFi Color dikembangkan beberapa pihak antara lain Pantone mengembangkan Proses
Hexachrome dan Opaltone. Pada teknik Digital Inkjet Printing, perkembangan
Warna Proses sedemikian pesatnya, hal ini didorong lantaran karena masalah
teknis (kecilnya nozzle dalam printing head), maupun persaingan untuk
menghadirkan reproduksi warna yang sempurna (sesuai dengan target pasar yang
dituju), ada tinta-tinta seperti: Light Magenta, Light Cyan, Grey, Matt Black,
Orange dan Green dll.
Jadi Empat Warna adalah spesifik untuk penyebutan proses pewarnaan
dengan menggunakan CMYK.
Singkatan Key untuk K dalam CMYK & Komentar artikel Cyan Magenta Yellow
Key di wikipedia bahasa Indonesia
Melihat perkembangan penggunaan warna hitam - Black dalam separasi warna
seperti yang dijelaskan diatas memberikan sedikit makna pentingnya warna hitam
dalam separasi 4 warna.
Karena tinta Hitam tidak mempunyai nuansa warna (undefined hue), maka
warna hitam baik dipakai untuk mencampur separasi gambar tidak mengubah nuansa
warna. Tinta Hitam hanya berfungsi untuk memperkeruh warna atau orang awam akan
melihat gambar menjadi lebih gelap.
Mungkin karena inilah singkatan K dalam CMYK menjadi Key bukan blacK.
Padahal vendor alat pemindai warna terdahulu seperti Dr. Hell, Crosfield dan
Dainippon Screen menggunakan singkatan K (atau kadang kala: Bk) pada panel
kontrol warna untuk menghindari salah sebut dengan Blue - Biru.
Bagi saya pengertian Key malah mengaburkan makna dan fungsi warna Hitam pada
proses reproduksi warna.
Mengomentari adanya artikel Cyan Magenta Yellow Key di wikipedia bahasa
Indonesia saya jadi bingung karena Key tidak ada hubungan dengan warna maupun
nama warna yang biasa dikenal (lihat: Daftar
Warna di Wikipedia).
Tapi apabila kita buka halaman Key pada definisi utama halaman model warna CMYK versi Inggris, maka redirected ke Keyline (dalam ruang lingkup
keyline design --> design grafis. Keyline adalah garis-garis yang
dipergunakan baik sebagai sketsa awal maupun penegasan akhir dalam merancang
design yang biasanya menggunakan warna Hitam). Makna Key menjadi rancu lagi, karena
sebelumnya Key yang terjemahan lepas adalah Kunci disebutkan merupakan kunci
dari teori separasi warna.copy artikel tersebut:
Cyan Magenta
Yellow Key,
atau sering disingkat sebagai CMYK adalah proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan. Tinta process
cyan, process magenta, process yellow, process black dicampurkan dengan
komposisi tertentu dan akurat sehingga menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu
saat diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali.Sistem CMYK juga
digunakan oleh banyak printer kelas bawah
karena keekonomisannya.
Penulisan Warna dalam Model Warna CMYK
Sebuah warna dalam model warna CMYK dituliskan dalam beberapa bentuk, seperti:
CMYK(c,m,y,k) atau Cc Mm Yy Kk, dimana c,m,y,k masing-masing
memiliki domai 0 ~ 100, seperti Schoolbus yellow = CMYK(0,15,95,0) atau C0 M15
Y100 K0 artinya warna Schoolbus Yellow mempunyai komposisi dalam model warna
CMYK sebagai berikut: tinta Magenta 15% ditambah/ditumpuk dengan tinta Yellow
95%.
Perkembangan separasi terakhir simbol c dan m dengan huruf kecil
juga dipakai untuk menyebutkan Warna Light Cyan dan Light Magenta. (Jadi mohon
dibedakan antara Nama warna dan Nilai komponen warna)
Warna Primer, Sekunder dan Tersier (definisi yang perlu dikaji ulang,
mengingat hitam / black tidak mempunyai fungsi mengubah nilai jenis warna...)
Warna Primer dalam model warna CMYK adalah semua warna yang komposisi hanya
terdiri dari 1 macam warna, seperti CMYK (100,0,0,0) atau CMYK (0,50,0,0) atau
CMYK (0,0,0,20).
Warna Sekunder dalam model warna CMYK adalah semua warna yang komposisinya
menggunakan campuran 2 (dua) macam tinta proses, seperti CMYK (100,70,0,0),
CMYK (0,100,100,0).
Sedangkan Warna Tersier dalam model warna CMYK adalah semua warna yang
komposisinya terdiri dari 3 (tiga) macam) warna proses.

Dalam salah satu halaman di
situs December Communication Inc. terdapat contoh dan nama
warna-warna dalam model warna CMYK, seperti: gainsboro, tomato, cat eye, cool
mint etc.
Color Steps
Color Steps adalah kotak-kotak yang disusun sedemikian rupa dan digunakan untuk
mengontrol warna pada saat mencetak, biasanya kotak-kotak dengan komposisi 10%,
20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100% untuk masing-masing warna primer
dan sekunder (lihat gambar).Namun kadang kala tidak berurutan dan mencantumkan
komposisi (terutama pada) warna primer untuk 1%, 2%, 3%, 4%, 5% serta 95%,
96%,97%, 98% dan 99%. Kotak-kotak seperti ini digunakan khusus untuk mengontrol
kemampuan mencetak titik raster dari proses cetak tertentu.Komposisi 100%
disebut Warna Solid.Colorimetry:Apabila
warna proses CMYK diukur dengan alat spectrophotometer, data spektral dapat
dilihat di: Kurva Spektral Warna Proses
Mode Warna HSB/HSL
Untuk pembahasan tentang mode warna, pada
postingan kali ini sampai pada mode warna yang ke tiga yaitu mode warna HSB
color model. Model warna HSB ter diridari bagian; Hue (H), Saturation
(S), Brightness (B).
Pengertian Hue merupakan karakteristik
warna berdasar cahaya yang dipantulkan oleh objek, dalam warna dilihat dari
ukurannya mengikuti tingkatan 0 sampai 359. Sebagai contoh, pada tingkat 0
adalah warna Merah, 60 adalah warna Kuning, untuk warna Hijau
pada tingkatan 120, sedangkan pada 180 adalah warna Cyan.
Untuk tingkat 240 merupakan warna Biru,
serta 300 adalah warna Magenta.
Saturation/Chroma adalah tingkatan warna berdasarkan
ketajamannya berfungsi untuk mendefinisikan warna suatu objek cenderung murni
atau cenderung kotor (gray). Saturation mengikuti persentase yang berkisar dari
0% sampai 100% sebagai warna paling tajam.
Brightness
adalah tingkatan warna berdasarkan pencampuran dengan unsure warna Putih
sebagai unsure warna yang memunculkan kesan warna terang atau gelap. Nilai
koreksi warna pada Brightness/Lightness berkisar antara 0 untuk warna paling
gelap dan 100 untuk warna paling terang.
Untuk model warna HSB ini biasanya digunakan
pada saat sang desainer ingin memodifikasi warna dari warna asli
image . dalam memodifikasi warna bisa menggunakan program photoshop atau yang
lain, akan tetapi hati-hati, sebab warna hasil modifikasi kadang yang tampak
dimonitor akan lain dengan hasil cetakan. Atau dalam proses film untuk warna
yang mengandung raster tipis akan bermasalah, jadi sesuaikan dengan kemampuan
imagesetter. Pada program Photoshop, Hue/Saturation/Lightness
biasa dipakai untuk membuat efek gambar menjadi satu warna.
Masih banyak lagi model warna yang dikenal
dalam dunia pewarnaan, tetapi yang biasa dipakai dalam dunia Reproduksi
Grafika adalah model warna RGB, CMYK dan HSB/HSL. Tetapi tidak menutup
kamungkinan untuk kasus-kasus tertentu seorang desainer grafis, operator cetak
atau artworker yang lain menggunakan model warna selain yang tiga
diatas. Udah… akhirnya selesai juga tulisan mengenai model warna, semoga yang
sedikit ini bermanfaat, kritik dan saran bisa ke
blogger http://nove-idea.blogspot.com
Google+: nopemberianus_lahagu
Facebook: nopemberianuslahagu@rocketmail.com
Facebook: novesmk@yahoo.co.id
Yahoo: nopemberianuslahagu@rocketmail.com
Gmail: nopemberianuslahagu@gmail.com