PEMBUATAN
SISTEM INFORMASI KEUANGAN BERBASIS WEB
PADA
CV.ANUGRAH ABADI.
Disusun oleh:
Nama Nopemberianus Lahagu
Nim : A2.1100182
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
DAN KOMPUTER
(STMIK SUMEDANG)
2013
INTISARI
Sistem Informasi Keuangan Berbasis Web pada CV.Anugrah Abadi merupakan
bagian dari Sistem Informasi Akuntansi yang sangat membantu pengambilan
keputusan bagi user dalam pembutan laporan keuangan. Dengan sistem informasi
keuangan ini pemilik perusahaan dengan mudah dapat menentukan laporan keuangan
perusahaan apakah perusahaan laba atau rugi. Pemilik Perusahaan juga bisa
membuat laporan dari setiap masing – masing data seperti pembuatan laporan data
perkiraan, laporan data jurnal umum, laporan data pemasok, laporan data pembeli
dan laporan lain - lain. Kesulitan pembuatan laporan keuangan dapat
diatasi dengan benar dari pengimputan data transaksi sampai pembuatan laporan
neraca dimana laporan neraca akan menentukan apakah perusahaan tersebut
mengalami laba atau rugi buakan hanya itu untuk menentukan apakah perusahaan
mengalamin laba atau rugi bisa di buat laporan laba rugi.. Sisi lain dari layanan ini bisa menjadi media
konsultan digital dalam menentukan pembuatan laporan keuangan yang diinginkan
sesuai dengan transaksi yang terjadi. Kata kunci : Teknologi informasi,
internet, web
ABSTRACT
Web-based Financial Information Sistem on CV.Anugrah Abadi is
part of the Accounting Information Sistems are very helpful for the user in
decision making create financial statements. With this financial information
sistems company owners can easily determine the company's financial statements
if the company profits or losses. Company owners can also make a report of
every individual - each data such as preparing reports estimated data, general
ledger data reports, report data suppliers, buyers data reports and other
reports - others. The difficulty of making financial reports can be tackled
properly from insert transaction data to report the balance sheet where the report
will determine whether the company is experiencing a gain or loss not only to
determine whether the companies could undergo a gain or loss made profit /
loss. The other side of this service can be a digital media consultant in
determining the desired financial report in accordance with the transaction
occurred. Key words: information technology, internet, web.
1. Pendahuluan
Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat.
Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi dibagi dalam tiga periode: tahun 4000
SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang.
Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada
periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana,
maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia
bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama,
dikenal dengan masa lahirnya
double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukan
lagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat.
Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu
akuntansi modern.Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami
akuntansi sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam
pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan
sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama. Bila dihubungkan dengan
kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih
berada pada tataran pertama dan kedua yaitu sebagai alat hitung menghitung dan
sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan.Informasi akuntansi
berhubungan dengan data akuntansi atas transaksi-transaksi keuangan dari suatu
unit usaha, baik usaha jasa, dagang maupun manufaktur.Supaya informasi
akuntansi dapat dimanfaatkan oleh manajer atau pemilik usaha, maka informasi
tersebut disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan.Arus informasi akuntansi keuangan dari perusahaan kecil sangat
bermanfaat untuk mengetahui bagaimana perkembangan usaha perusahaan, bagimana
struktur modalnya, berapa keuntungan yang diperoleh perusahaan pada suatu periode
tertentu.Dari uraian tersebut jelas bahwa industri menengah banyak mengalami kesulitan
dalam memahami informasi akuntansi dengan baik. Padahal dengan semakin ketatnya
persaingan bisnis dalam era globalisasi ekonomi, hanya perusahaan yang memiliki
keunggulan kompetitif yang akan mampu memenangkan persaingan. Keunggulan
tersebut diantaranya adalah kemampuan dalam mengelola berbagai informasi,
sumber daya manusia,alokasi dana, penerapan
teknologi, sistem pemasaran dan pelayanan. Sehingga manajemen perusahaan yang
profesional merupakan tuntutan yang harus segera dipenuhi untuk dapat
melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan secara baik.Melihat begitu banyak
peranan dan manfaat informasi akuntansi dalam menciptakan arus informasi
keuangan guna menunjang kelangsungan hidup (going concern) industri menengah,
maka melalui penelitian ini ingin mengetahui pengaruh pengetahuan akuntansi,
sakala usaha, pengalaman usaha dan jenis
usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi
pada industri menengah.Pengolahan data pada “CV.Anugrah Abadi “ saat ini masih dilakukan secara manual.
Data-data yang ada disimpan dalam bentuk asip, dengan cara ini kurang efektif
dan efisien karena mempunyai keterbatasan yaitu lambat dalam proses pencarian
data.selain itu laporan akuntansi yang berupa laporan keuangan yang masih
dikerjakan secara manual membuat laporan yang dihasilkan tidak akurat,sehingga
pimpinan sulit mengetahui keuangan perusahaan.Karena alasan itulah,penulis
mengadakan penelitian untuk menganalisi, merancang dan membangun sitem informasi
sehingga bisa menghasilkan informasi akuntansi keuangan pada “CV.Anugrah
Abadi” serta berusaha
semaksimal mungkin untuk mengembangkan sitem yang ada menjadi lebih baik dan
lebih efektif. Oleh karena itu,dalam penelitian ini penulis mengambil judul“Pembuatan
Sistem Informasi Keuangan Berbasis Web pada CV.Anugrah Abadi”.
1. Landasan
Teori
Definisi
Sistem
Sistem dapat di definiskan dengan dua pendekatan,yaitu
pendekatan prosedur dan pendekatan komponen.Pendekatan prosedur mendifinisikan
sistem sebagai kumpulan dari prosedur – prosedur yang mempunyai tujuan
tertentu.( Jogianto, HM,Sistem teknologi informasi, pendekatan: konsepdasar,
teknologi, aplikasi, pengembangan dan pengolahan,hal 4).Sistem adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama- sama untuk menentukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran
tertentu.( Jerry FitzGerald, Ardaf, FitzGerald, werren D.stalling,
jr.,fundamentals of sistem analysis2 Edition,hal 5.)Definisi sistem secara pendekatan
komponen adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan,bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan input
serta mengahsilkan output dan proses transformasi yang tertentu.(James A.O’
Brien,Pengantar sistem informasi perpektif binis dan manajerial, hal 29).Secara
sederhana, menentukan Robert G.Murdick,
Thomas C.Fuller dan Joel E.Ross, sistem adalah sekumpulan dari elemen – elemen
yang berinteraksi satu sama lain untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Meskipun berbeda cara pendekatannya, kedua definisi sistem di atas tidaklah
bertentangan. Pendekatan sistem secara prosedur lebih menekatkan pada
prosedurnya atau pada urutan –urutan operasi klerikal (tulis-menulis) di dalam
sistem.Dengan demikian, system yang menekankan pada prosedurnya akan lebih
mudah digambarkan dengan pendekatan prosedurnya.Sedangkan untuk pendekatan
komponen akan lebih tepat digunakan untukmengambarkan sistem yang fisiknya
lebih terlihat.
2. Analisisdan Perancangan Sistem
3.1 Analisis Kebutuhan Sistem
Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus melakukan analisis
terhadap kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi pelayanan pelanggan.
Panduan ini di kenal dengan PISCES Analisis(Performence,Information,
Economy,Control,Efficiency,Service)dari analisis ini biasanya didapatkan
beberapa masalah dan biasanya ditemukan masalah utamanya.
3.2 Analisis Kebutuhan
Sistem
Tujuan dari fase analisis adalah memahami dengan
sebenar-benarnya kebutuhan dari sistem baru dan mengembangkan sebuah sistem
yang mewadahi kebutuhan tersebut, atau memutuskan bahwa sebenarnya pengembangan
sistem baru tidak dibutuhkan.Untuk mempermudah analis sistem dalam menentukan
keseluruhan kebutuhan secara lengkap, maka analis membagi kebutuhan sistem ke
dalam 2 jenis.Jenis pertama adalah kebutuhan fungsional dan jenis kedua adalah
kebutuhan nonfungsional.
3.2.1 Kebutuhan
Fungsional.
Jenis kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang
nantinya dilakukan oleh sistem. Kebutuhan fungsional juga berisi informasi-informasi
apa saja yang harus ada dan dihasilkan sistem.
Tabel 3.9. Kebutuhan Fungsional.
N0
|
Fitur
|
Deskripsi
|
1
|
Perkiraan
|
Fitur transaksi
digunakan untuk menampilkan nama perkiraan secara keseluruhan ada proses
input data perkiraan, edit data perkiraan dan delete data perkiraan.
|
2
|
profil
|
Fitur profil digunakan untuk menampilkan data profil
perusahaan di fitur ini hanya admin yang mempunyai hak akses dan di fitur ini
hanya bisa mengedit data profil.
|
3
|
karyawan
|
Fitur data
karyawan digunakan untuk menampilkan data karyawan di fitur ini admin bisa
input data karyawan,edit data karyawan dan hapus data karyawan.dan user hanya mempunyai akses edit
data karyawan.
|
4
|
Data Produk
|
Fitur data produk
digunakan untuk menampilkan data produk dan yang mempunyai hak akses admin
mempunyai hak akses input data produk, edit data produk , dan hapus data
produk.
|
5
|
Jurnal
Umum
|
Fitur jurnal umum
digunakan untuk pencatatan transksi.
|
6
|
Jurnal
Pembelian
|
Fitur jurnal
pembelian digunakan untuk pencatatan tansaksi pembelian barang dagang secara
kredit.
|
7
|
Jurnal
Penjualan
|
Fitur jurnal
penjualan digunakan untuk pencatatan
tansaksi penjualan
barang dagang secara kredit.
|
8
|
Buku jurnal
|
Melakukan Simulasi
pencatatan atau pembuatan laporan keuangan.
|
9
|
Neraca
Lajur
|
Fitur neraca lajur
digunakan sebagai proses pencatatan kedalam neraca lajur untuk proses
pembuatan laporan keuangan.
|
10
|
Rugi Laba
|
Fitur rugi laba
digunakan sebagai proses pembuatan laporan rugi laba.
|
11
|
Neraca
|
Fitur Neraca
digunakan sebagai proses pembuatan laporan neraca.
|
3.2.2 Kebutuhan Nonfungsional
Kebutuhan ini adalah tipe kebutuhan
yang berisi property perilaku yang
dimiliki oleh sistem.
Tabel 3.10. Kebutuhan Nonfungsional (Nonfunctional Requirement)
N0
|
Fitur
|
Deskripsi
|
1
|
Kalkulator
|
Dimana di sistem
informasi keuangan ini tidak membutuhkan fitur kalkulator dikarena aplikasi
ini secara otomatis akan menghitung semua transaksi sehingga menjadi laporan
keuangan.
|
2
|
Sekurity
|
Dari segi keamanan
sistem yang akan dibuat maka fitur
atau metode yang
kami gunakan seperti :
a.
memberikan
fitur Back Up database dimana admin bisa memback up database mereka.
b.
URL (Uniform
Resource Locator) agar tidak terjadi History
URL maka kami engkripsi dengan engkripsi MD5.
c.
Password yang
kami gunakan menggunakan engkripsi MD5. Jadi password yang di inputkan
pengguna harus sama dengan password yang ada di server.
|
3.3 Analisis study
kelayakan
Setelah mengetahui kelemahan dan permasalahan-permasalahan
pada sistem lama dan adanya usulan sistem baru berupa perbuatan sistem website
maka untuk mengetahui apakah sistem baru lebih baik maka perlu adanya analisis
dan studi kelayakan pada sistem baru mencakup beberapa hal antara lain:
a. Analisis Kelayakan Teknik
Untuk dapat merealisasikan pembuatan Sistem Informasi
Keuangan pada CV.Anugrah Abadi ini terlebih dahulu harus dilakukan analisis –
analisis kelayakan. Secara teknis dalam pembuatan Sistem Informasi keuangan
pada CV.Anugrah Abadi ini akan membutuhkan peralatan – peralatan meliputi
sebuah komputer dengan spesifikasi minimal menggunakan prosesor Intel Pentium 4
atau yang setara selain Intel, kemudian sistem operasi Windows XP dan Windows7
aplikasi – aplikasi penunjang seperti Web Browser , dan Web Server. Kemudian
setelah Sistem Informasi Keuangan pada CV.Anugrah Abadi jadi, untuk dapat
menjalankannya, user cukup membutuhkan sebuah komputer atau laptop dimana
komputer atau laptop tersebut terdapat sambungan internet atau extranet.
b. Analisis Kelayakan Operasional
Pembuatan Sistem Informasi Keuangan pada CV.Anugrah Abadi ini
nantinya membutuhkan tenaga ahli yang bergerak dalam bidang Web server dan Web developer.Kami
telah menguasai bidang – bidang tersebut. Sedangkan untuk menjalankan Sistem
Informasi keuangan pada CV.Anugrah Abadi ini nantinya akan membutuhkan seorang
Admin yang ahli dalam bidang Pengoprasian Web Server,Apache.Admin tersebut
nanti akan diberi sedikit pelatihan tentang cara menjalankan Sistem Informasi
keuangan pada CV.Anugrah Abadi yang kami buat.Sehingga setelah melihat kondisi
seperti diatas, pembuatan Sistem Informasi keuangan pada CV.Anugrah Abadi ini
dapat dikatakan layak untuk dikerjakan.
c. Analisis Kelayakan Ekonomi
Sistem baru yang
diusulkan harus memenuhi dua aspek yaitu besarnya dana yang diperlukan untuk
pembuatan sistem yang diusulkan tersebut dan manfaat yang dihasilkan oleh
sistem dibandingkan dengan biaya pembuatan. Adapun untuk menilai kelayakan
sistem ini dengan menggunakan teknik rincian biaya dan manfaat.
3.4 Analisis Biaya Dan Manfaat
Menentukan apakah proyek sistem informasi keuangan layak atau
tidak,digunakan juga analisis biaya dan manfaat. Biya terdiri dari dua katagori
yaitu biaya yang berhibungan dengan pengembangan sistem, dan biaya yang
berhubungan dengan oprasional sistem (perawatan) sistem informasi.
3.4.1 Komponen Biaya
Melakukan analisis yang dilakukan komponen yaitu komponen biaya dan komponen efektifitas,
biaya yang berhubungan dengan pengembangan yaitu :
a. Biaya Pengadaan
Biaya
Perangkat Lunak meliputi pembelian lisensi Operation Sistem,software-software pendukung,serta
biaya pembuatan sistem. Biaya ini hanya dikeluarkan sekali pada saat proses pengadaan
sistem.
b. Biaya Oprasianal
Biaya Operasional meliputi gaji pegawai, pembayaran sewa domain
dan hosting setiap tahunnya, honor admin untuk perawatan serta pengembangan
sistem. Di asumsikan setiap tahun, biaya yang dikeluarkan berjumlah sama.
c. Biaya Peningkatan Informasi
Nominal diatas didapat dari biaya-biaya sebelumnya (pada saat
belum memiliki Sistem Informasi Keuangan) dikurangi dengan biaya pada saat
sudah memiliki Sistem Informasi keuangan.Sebagai contoh, jika sebelumnya CV.Anugrah
Abadi membutuhkan banyak kertas untuk pembuatan laporan keuangan, maka setelah adanya
Sistem Informasi Keuangan ini pemilik dan pekerja dapat membuat laporan keuangan
secara online dan mengunakan komputer. Setiap tahunnya, manfaat ini akan
dirasakan dan terus meningkat beserta dengan berkurangnya biaya-biaya dalam pembuatan
laporan keuangan dan pencatatan transaksi dan dapat meningkatkan kualitas
pekerja.
d. BiayaPeningkatam
Kinerja
Nominal diatas didapat
dari biaya-biaya sebelumnya ( pada saat belum memiliki Sistem Informasi
Keuangan) dikurangi dengan biaya pada saat sudah memiliki Sistem Informasi
Keuangan.Jika sebelum memiliki Sistem Informasi Keuangan, membutuhkan banyak
sumber daya manusia untuk penyusunan sebuah laporan keuangan, maka dengan
adanya Sistem Informasi Keuangan ini akan mengurangi sumber daya manusia (SDM)
yang dibutuhkan dalam hal pembuatan dan pencatatan transaksi sehingga menjadi
laporan keuangan yang di butuhkan oleh CV.Anugrah Abadi.
e. Peningkatan Citra Perusahaan
Nominal diatas didapat dari biaya-biaya sebelumnya ( pada
saat belum memiliki Sistem Informasi Keuangan) dikurangi dengan biaya pada saat
sudah memiliki Sistem Informasi Keuangan. Untuk pembuat laporan keuangan mengenai
CV.Anugrah Abadi, dibutuhkan banyak biaya kertas, bolpen dan juga pihak-pihak
yang akan mengerjakan laporan keuangan itu. Maka, dengan adanya Sistem Informasi
Keuangan ini diharapkan dapat mengurangi biaya oprasional atau biaya pembuatan
laporan keuangan dan pencatatan transaksi.
3.5 Ujicoba Sistem
Implementasi Program Sistem Informasi Keuangan Berbasis web
pada CV.Anugrah Abadi merupakan tahap paling penting dimana sistem yang sudah dirancang,
diimplementasikan untuk menghasilkan sistem sesuai yang diinginkan.Semua
rencana ini digunakan untuk mempermudah dalam penjabaran sistem ke dalam bahasa
pemrograman. Pada Sistem Informasi Keuangan Berbasis web pada CV.Anugrah Abadi smempunyai
bagian – bagian yang harus dipenuhi dalam membuat sistem informasi keuangan
berbasis web, yaitu :Implementasi Jurnal Umum Pengimplementasiaan jurnal umum
sangat penting dalam sistem ini karena pembuatan jurnal umum mempunyai peran
penting dalam pembuatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar