Seluruh dokumen di Blogger ini dapat digunakan, dimodifikasi
dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),
dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan
pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen.Tidak
diperbolehkan melakukan penulisan ulang,kecuali mendapat ijin terlebih
dahulu.
Pada posting kali ini kita mempelajari tentang Sejarah serta Keutungan Wimax.
Selamat mempelajari moga materi ini bermafaat bagi kita semua.
Kemajuan teknologi khususnya dengan berkembangnya teknologi informasi
dan Internet beberapa tahun belakangan ini bukan saja berdampak terhadap banyak
sisi kehidupan manusia dan cara mereka berbisnis, melainkan juga mengubah peta
dan bisnis industri telekomunikasi dunia termasuk di Indonesia.Tantangannya ke
depan tampaknya akan semakin sangat kompetitif karena ditutupnya pintu monopoli
dan munculnya sejumlah operator baru yang bermain di industri telekomunikasi
nasional.WiMax merupakan salah satu media telekomunikasi yang berkembang dengan
cepat.Di Indonesia WiMax belum banyak dikenal masyarakat mengingat masih belum
meluasnya implementasi teknologi tersebut. Namun di luar negeri,WiMax mulai
dilirik sebagai pengganti kabel telepon untuk menyediakan layanan Internet
berkecepatan tinggi, khususnya di daerah-daerah yang luas dan tersebar (seperti
di pedesaan atau perkotaan).WiMax dibangun berdasarkan standar yang dibuat oleh
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers).Dirancang untuk
memenuhi kebutuhan akan akses nirkabel berkecepatan tinggi, WiMax memungkinkan
akses terhadap aneka aplikasi multimedia via koneksi nirkabel.WiMax merupakan
sistem komunikasi digital tanpa kabel yang biasa digunakan untuk area network
metropolitan. WiMax dapat menyediakan broadband wireless access hingga 50 km
untuk fixed stasiun dan 5 – 15 km untuk mobile stasiun.
1. Pengertian
Wimax
Worldwide Interoperability for Microwave Access
(WiMAX) merupakan standar industri yang bertugas menginterkoneksikan berbagai
standar teknis yang bersifat global menjadi satu kesatuan. WiMAX dan WiFi
dibedakan berdasarkan standar teknik yang bergabung didalamnya. WiFi
menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar
teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan
antara standar IEEE 802.16 dengan ETSI Hiper MAN.Standar keluaran IEEE banyak
digunakan secara luas di daerah asalnya, yaitu Eropa dan sekitarnya. Untuk
dapat membuat teknologi ini digunakan secara global, maka diciptakan WiMAX.
Standar global yang dipakai di dunia. Kedua standar yang disatukan ini
merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk
menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau Broadband
Wireless Access (BWA). Pada masa mendatang, segala sesuatu yang berhubungan
dengan teknologi BWA kemungkinan akan diberi sertifikasi WiMAX. Standar WiMAX
dibentuk oleh gabungangabungan industri perangkat wireless dan chip-chip
komputer diseluruh dunia. Perusahaan besar ini bergabung dalam suatu forum
kerja yang merumuskan standar interkoneksi antar teknologi BWA yang mereka
miliki pada produk-produknya.
1. Sejarah Wimax
Menurut James A. Johnson (Vice President Intel
Communications Group General Manager, Wireless Networking Group), istilah WiMAX
berasal dari singkatan wireless (disingkat Wi) Microwave Access (disingkat
MAX). WiMAX menyerupai Wi-Fi dalam hal penggunaan teknologi modulasi yang sama.
Teknologi ini disebut OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). OFDM
merupakan sebuah sistem modulasi digital di mana sebuah sinyal dibagi menjadi
beberapa kanal dengan pita frekuensi yang sempit dan saling berdekatan, dengan
setiap kanal menggunakan frekuensi yang berbeda. Teknologi tersebut dikembangkan
dalam tahun 1960-1970. Teknologi ini dikembangkan pada saat dilakukannya
penelitian untuk mengurangi terjadinya interferensi frekuensi di antara
berbagai kanal yang jaraknya saling berdekatan.
Pada frekuensi non-wimax sebuah gelombang
radio biasanya akan saling mengganggu gelombang radio lain, khususnya jika
frekuensi tersebut memiliki siklus getaran yang berdekatan. Hal yang paling
terlihat adalah saat kita memainkan dua mobil remote control pada frekuensi
radio yang berdekatan, misalnya mobil A (frekuensi 27,125MHz) dan mobil B
(frekuensi 27,5MHz). Jika kedua mobil (berikut kontrol radionya) dihidupkan,
kedua frekuensi tersebut akan bisa saling mengganggu. Akibatnya, jika kita akan
menggerakkan mobil A, mobil B bisa ikut berjalan. Atau jika kita membelokkan
mobil B, mobil A akan mundur beberapa meter.Bayangkan apa yang akan terjadi
jika hal ini dialami oleh frekuensi yang dipakai untuk membawa data (carrier)
seperti pada komunikasi data nirkabel. Gangguan tersebut bisa menimbulkan aneka
kerugian, seperti terjadinya kerusakan data yang dibawa frekuensi tersebut,
terjadinya kegagalan pengiriman data, atau terjadinya kesalahan dalam
pengalihan data.
Dengan teknologi yang ditawarkan wimax semua
kendala tersebut akan sirna dengan sendirinya. Teknologi WiMAX memungkinkan
kita memancarkan berbagai sinyal dalam jarak yang sangat berdekatan, tanpa
harus cemas bahwa aneka sinyal tersebut akan saling mengganggu/berinterferensi.
Dengan demikian, kita bisa menumpangkan lalu lintas data dengan kepadatan
tinggi dalam berbagai kanal tersebut. Dengan banyaknya kanal yang bisa
ditumpangi oleh data yang berlimpah dalam satu waktu, ISP atau penyedia layanan
broadband bisa menghadirkan layanan berbasis kabel atau DSL untuk banyak
pelanggan sebagai ganti media kabel tembaga.
Meskipun teknologi dasarnya sama Wi-Fi dan wimax
masih memiliki perbedaan Menurut James, perbedaan antara keduanya terletak pada
pembagian spektrum yang dipakai dan pada penggunaan frekuensi berlisensi dalam
wimax. Meskpun wimax dan Wi-Fi menggunakan salah satu frekuensi tidak berlisensi
(yakni frekuensi 5,8GHz) WiMAX juga diarahkan untuk bisa memanfaatkan dua
frekuensi lain yang berlisensi yakni 2,5GHz and 3,5GHz. Hal ini memungkinkan
kita meningkatkan daya keluaran perangkat WiMAX sehingga bisa menjangkau jarak
yang lebih jauh. Dengan demikian jika WiFi hanya beroperasi pada kisaran meter,
wimax bisa beroperasi pada kisaran kilometer. Selain itu, WiMAX dirancang dalam
tataran teknologi carrier-grade. Hal ini membuat WiMAX memiliki kehandalan dan
kualitas pelayanan yang lebih baik dibandingkan Wi-Fi. Dengan jangkauan jarak
yang lebih jauh dan kemampuan untuk melewati aneka penghalang seperti gedung
atau pohon, WiMAX sesuai untuk diterapkan di daerah perkotaan yang memiliki
gedung perkantoran dan pemukiman.
2.
Karakteristik Wimax
Wimax merupakan standar IEEE 802.16 yang membawahi
aneka standar turunannya Standar ini mengatur penggunaan perangkat nirkabel
untuk keperluan jaringan perkotaan (Metropolitan Area Network MAN). Standar ini
khususnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan akses nirkabel
berkecepatan tinggi atau BWA (broadband wireless access). Kehadiran teknologi
ini diharapkan akan memungkinkan akses terhadap aneka aplikasi multimedia via
koneksi nirkabel dengan jarak antarperangkat yang lebih jauh.
Standar 802.16 (dan turunannya) beroperasi
pada pita frekuensi radio antara 2GHz sampai 11GHz. Standar ini memiliki
transfer rate 75 Mbit per detik dengan tingkat latency yang rendah, dan
efisiensi penggunaan ruang spektrum frekuensi. Untuk mengamankan koneksi yang
terjadi, standar ini juga telah mendukung feature enkripsi data, dengan
pengaturan kesalahan bertipe Forward Error Correction (FEC). Jarak yang bisa
dijangkau oleh standar ini dapat diperluas sampai sekitar 30 mil, atau sekitar
48 kilometer dengan tingkat throughput yang masih memadai untuk mentransfer
data.
Wimax terbagi menjadi dua model pemanfaatan
yang masing-masing diwakili oleh dua standar IEEE yang berbeda. Model
pemanfaatan pertama adalah pemanfaatan fixed-access, atau sambungan tetap yang
menggunakan standar IEEE 802.16-2004 (sebagai hasil revisi atas standar IEEE
802.16a). Standar ini termasuk dalam golongan layanan "fixed wireless"
karena menggunakan antena yang dipasang di lokasi pelanggan. Antena ini dapat
dipasang di atap atau tiang tinggi persis seperti cakram parabola untuk TV.
Teknologi dari standar inilah yang menjadi subsitusi dari teknologi-teknologi
seperti modem kabel, segala macam digital subscriber line (xDSL), sirkuit
transmit/exchange (Tx/Ex), dan sirkuit optical carrier (Oc-x). Sementara model
pemanfaatan kedua, sering disebut pemanfaatan portable atau mobile yang
menggunakan standar IEEE 802.16e. Standar ini khususnya diimplementasikan untuk
komunikasi data pada aneka perangkat genggam, atau perangkat bergerak (mobile)
seperti PDA atau notebook.
Wimax memang dirancang untuk melayani baik
para pengguna yang memakai antena tetap (fixed wireless) maupun untuk yang
sering berpindah-pindah tempat (mobile). Wimax tidak hanya hanya dapat melayani
para pengguna dengan antenna tetap saja misalnya pada gedung - gedung di
perkantoran, rumah tinggal, toko - toko dan sebagainya. Bagi para pengguna
antena indoor, notebook, PDA, PC yang sering berpindah tempat dan banyak lagi
perangkat mobile lainnya memang telah kompatibel dengan dengan standar-standar
yang dimiliki wimax.
Perangkat Wimax juga mempunyai ukuran kanal
yang bersifat fleksibel, sehingga sebuah BTS dapat melayani lebih banyak
pengguna dengan range spektrum frekuensi yang berbeda-beda. Dengan ukuran kanal
spektrum yang dapat bervariasi ini, sebuah perangkat BTS dapat lebih fleksibel
dalam melayani pengguna. Range spektrum teknologi Wimax termasuk lebar, dengan
didukung dengan pengaturan kanal yang fleksibel, maka para pengguna tetap dapat
terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range operasi dari BTS.
Fasilitas Quality of Service (QOS) juga diberikan oleh teknologi Wimax ini.
Sistem kerja media access control pada data link layer yang connection oriented
memungkinkan digunakan untuk komunikasi video dan suara. Pemilik internet
service provider (ISP) juga dapat membuat berbagai macam produk yang dapat
dijual dengan memanfaatkan fasilitas ini, seperti membedakan kualitas servis
antara pengguna rumahan dengan pengguna tingkat perusahaan, membuat bandwidth
yang bervariasi, fasilitas tambahan dan masih banyak lagi.
Standar IEEE 802.16 merupakan keluaran dari
organisasi IEEE, sama seperti IEEE 802.11 adalah standar yang dibuat khusus
untuk mengatur komunikasi lewat media wireless. Yang membedakannya adalah wimax
mempunyai tingkat kecepatan transfer data yang lebih tinggi dengan jarak yang
lebih jauh, sehingga kualitas layanan dengan menggunakan komunikasi ini dapat
digolongkan ke dalam kelas broadband. Standar ini sering disebut air interface
for fixed broadband wireless access system atau interface udara untuk koneksi
broadband.
3.
Cara Kerja Wimax
Pada dasarnya, cara kerja Wimax tidak jauh
berbeda dengan Wi-Fi. Hanya saja Wimax memiliki kecepatan yang lebih tinggi,
jangkauan yang lebih luas, dan penanganan user yang lebih banyak. Seperti
halnya pada Wi-Fi, WiMAX juga bekerja pada gelombang frekuensi rendah yaitu
antara 2 GHz dan 11 GHz. Range frekuensi ini tidak mudah terganggu dengan
benda-benda yang mungkin bisa menghalangi jalur data sehingga merupakan pilihan
yang tepat sebagai media penghantar aliran data kecepatan tinggi. Saat ini,
Wi-Fi berkecepatan tinggi hanya mampu menghantarkan bandwidth sebesar 54
megabit per detik, itu pun bila bekerja pada kondisi optimal. Wimax memiliki
kemampuan lebih baik dalam hal ini. Dengan 70 Mbps, Wimax dapat melayani
ratusan user sekaligus dengan kecepatan setara cable-modem untuk setiap
user-nya.
Bila membandingkan Wi-Fi dan Wimax maka
perbedaan terbesar bukan pada kemampuan bandwidth pada setiap sistem, melainkan
pada jangkauannya. Sebuah Wimax Tower mampu merangkul user yang berada pada
kisaran 50 km pada kondisi geografis yang baik.Hal ini adalah kabar yang sangat
menggembirakan terutama untuk para ISP yang sudah menawarkan koneksi Wi-Fi pada
paket koneksi Internet mereka.Sebab dengan menggunakan Wimax, ISP tidak perlu
lagi membangun banyak repeater seperti yang digunakan pada Wi-Fi. Ini dikarenakan
jangkauan nya yang sangat luas. Bayangkan, sebuah ISP hanya membutuhkan satu
buah antena untuk menjangkau ratusan user-nya yang tersebar di seluruh penjuru
kota.
Seperti kita ketahui bahwa saat ini sudah
cukup banyak kota besar di Indonesia yang sudah menggunakan teknologi Wi-Fi
sebagai alternatif baru untuk koneksi jaringan, atau bahkan kota kecil lainnya
juga sudah ada yang ikut merintis hal ini. Tidak sedikit kita melihat antena
dan repeater Wi-Fi yang bertebaran di atas gedung perkantoran atau bahkan
rumah-rumah milik tetangga yang cukup beruntung bisa mencicipi hotspot dari
penyedia jasa Internet. Dengan Wimax, tentu saja hal ini bisa lebih
disederhanakan. Cukup dengan membangun satu tower saja, sebuah ISP tidak perlu
lagi membuang banyak dana untuk membangun beberapa repeater demi menjangkau
seorang user yang belum mendapat jatah hotspot di daerahnya, ini adalah sebuah
penghematan yang cukup besar. Apalagi bila ditinjau dari kesediaan bandwidth
yang sudah cukup memadai untuk kebutuhan Internet masa depan.
Protocol Wimax juga sudah dirancang agar
dapat memenuhi kebutuhan Internet di masa mendatang, Wimax dapat mengakomodasi
berbagai macam jenis dan permintaan data. VoIP sabagai kependekan dari Voice
over Internet Protocol adalah sebagai contohnya. Dengan VoIP, pengguna Internet
dengan mudah dapat melakukan komunikasi suara secara local, interlokal, bahkan
internasional tanpa harus membayar pulsa telepon yang tentunya cukup mahal,
cukup dengan membayar koneksi internet secara flat seorang pengguna VoIP sudah
dapat menelpon ke manapun dia suka dengan biaya flat pula. Jika Wimax sudah
terimplementasi dengan baik seperti halnya Wi-Fisaat ini, maka bukan hal yang
mustahil bila VoIP bisa menjadi hal yang biasa bagi pengguna Wimax nantinya.
Komunikasi suara tentunya akan menjadi hal yang sangat mudah dan murah selain
koneksi Internet yang sudah menjadi sumber informasi paling populer saat ini.
4.
Keuntungan Wimax
Ada beberapa keuntungan dengan adanya wimax, jika
dibandiungkan dengan WiFi antara lain sebagai berikut :
a.
Para
produsen mikrolektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan dengan
membuat chip-chip yang lebih general yang dapat dipakai oleh banyak produsen
perangkat wireless untuk membuat BWA-nya. Para produsen perangkat wireless
tidak perlu mengembangkan solusi end-to-end bagi penggunanya karena sudah
tersedia standar yang jelas.
b.
Operator telekomunikasi
dapat menghemat investasi perangkat karena kemampuan wimax dapat melayani
pelanggannya dengan area yang lebih luas dan dengan kompatibilitas yang lebih
tinggi.
c.
Pengguna
akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam berinternet. WiMAX merupakan salah
satu teknologi yang dapat memudahkan kita untuk koneksi dengan internet secara
mudah dan berkualitas.
d.
Memiliki
banyak fitur yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan standar IEEE
802.11. Standar IEEE 802.16 digabungkan dengan ETSI Hiper MAN maka dapat
melayani pangsa pasar yang lebih luas.
e.
Dari segi
coverage-nya saja yang mencapai 50 kilometer maksimal, wimax sudah memberikan
kontribusi yang sangat besar bagi keberadaan wirelass MAN. Kemampuan untuk
menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh dan akan
menutup semua celah broadband yang tidak dapat terjangkau oleh teknologi kabel
dan digital subscriber line (DSL).
f.
Dapat
melayani para subscriber baik yang berada pada posisi line of sight (LOS)
maupun yang memungkinkan untuk tidak line of sight (NLOS).
"" Yaahowu khusu Pulau Nias ""



Tidak ada komentar:
Posting Komentar